Polisi Ungkap Dugaan Penyelewengan 600 Ton Beras Subsidi, Mentan Minta Usut Tuntas

SulawesiPos.com – Dugaan kuat terkait praktik penyelewengan beras bersubsidi dalam skala yang sangat besar kembali terungkap di kawasan Jakarta Timur pada Rabu (28/10). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman seketika merespons laporan tersebut dengan turun langsung ke lokasi guna meninjau ratusan ton komoditas yang diduga bermasalah.

Berdasarkan hasil inspeksi mendadak bersama kepolisian di lapangan, dilaporkan terdapat sedikitnya 600 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diamankan. Modus operandi yang diduga kuat digunakan pelaku adalah dengan mengoplos beras milik negara tersebut lalu memasarkannya seakan-akan sebagai produk premium berkualitas tinggi.

Efek langsung dari praktik penyimpangan brutal tersebut membuat beras yang seharusnya berharga Rp12.500 per kilogram melonjak drastis menjadi Rp17.000. Tingginya margin keuntungan ilegal inilah yang diduga menjadi pemantik utama para sindikat nakal untuk nekat membajak barang subsidi milik pemerintah.

Menteri Pertanian mengecam amat keras tindakan oknum tak bertanggung jawab ini seraya mendesak kepolisian untuk bergerak cepat membongkar jaringannya. “Ini beras untuk saudara-saudara kita yang berada di bawah kemiskinan, ini disubsidi pemerintah,” papar Mentan Amran di sela-sela peninjauannya di gudang penyitaan.

BACA JUGA:  Bapanas Ungkap Bentuk-bentuk Pelanggaran 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah

Melacak keterlibatan berbagai aktor utama dalam rantai distribusi dari titik awal hingga peredaran di pasar kini menjadi prioritas penyidik kepolisian. Pemerintah bahkan mencurigai bahwa temuan 600 ton ini sekadar puncak gunung es dari total akumulasi penyelewengan yang angkanya bisa menyentuh ribuan ton.

Institusi kementerian berjanji akan bersikap proaktif, transparan, dan mendukung penuh segala tahapan hukum tanpa pandang bulu terhadap siapa pun pelakunya kelak. “Kami tidak ingin ada yang dilindungi, kalau ada yang terlibat, harus ditindak,” ungkap Amran menegaskan komitmen lembaganya dalam upaya pembersihan internal.

Mengingat beras merupakan penopang hidup dasar masyarakat luas, stabilitas pasokan yang bebas dari intervensi oknum dinilai sebagai syarat mutlak ketahanan pangan. “Beras adalah kebutuhan vital, atas nama petani Indonesia, kami berterima kasih kepada kepolisian yang bergerak cepat,” pungkas pejabat nomor satu di kementerian tersebut.

Satuan tugas dari aparat penegak hukum setempat saat ini terus berupaya mengembangkan penyelidikan untuk menyasar gudang-gudang rahasia lain yang patut dicurigai. Masyarakat luas juga turut diimbau agar lebih jeli dan berani melaporkan kejanggalan peredaran beras di pasar demi kelancaran program stabilisasi ekonomi.

BACA JUGA:  Di Hadapan 100 Ribu Petani dan Nelayan, Mentan Amran Paparkan Lompatan Besar Pangan di Era Presiden Prabowo

SulawesiPos.com – Dugaan kuat terkait praktik penyelewengan beras bersubsidi dalam skala yang sangat besar kembali terungkap di kawasan Jakarta Timur pada Rabu (28/10). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman seketika merespons laporan tersebut dengan turun langsung ke lokasi guna meninjau ratusan ton komoditas yang diduga bermasalah.

Berdasarkan hasil inspeksi mendadak bersama kepolisian di lapangan, dilaporkan terdapat sedikitnya 600 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diamankan. Modus operandi yang diduga kuat digunakan pelaku adalah dengan mengoplos beras milik negara tersebut lalu memasarkannya seakan-akan sebagai produk premium berkualitas tinggi.

Efek langsung dari praktik penyimpangan brutal tersebut membuat beras yang seharusnya berharga Rp12.500 per kilogram melonjak drastis menjadi Rp17.000. Tingginya margin keuntungan ilegal inilah yang diduga menjadi pemantik utama para sindikat nakal untuk nekat membajak barang subsidi milik pemerintah.

Menteri Pertanian mengecam amat keras tindakan oknum tak bertanggung jawab ini seraya mendesak kepolisian untuk bergerak cepat membongkar jaringannya. “Ini beras untuk saudara-saudara kita yang berada di bawah kemiskinan, ini disubsidi pemerintah,” papar Mentan Amran di sela-sela peninjauannya di gudang penyitaan.

BACA JUGA:  Menkeu: Beras Ilegal Nodai Swasembada, Mentan Amran 115 Juta Petani Dirugikan

Melacak keterlibatan berbagai aktor utama dalam rantai distribusi dari titik awal hingga peredaran di pasar kini menjadi prioritas penyidik kepolisian. Pemerintah bahkan mencurigai bahwa temuan 600 ton ini sekadar puncak gunung es dari total akumulasi penyelewengan yang angkanya bisa menyentuh ribuan ton.

Institusi kementerian berjanji akan bersikap proaktif, transparan, dan mendukung penuh segala tahapan hukum tanpa pandang bulu terhadap siapa pun pelakunya kelak. “Kami tidak ingin ada yang dilindungi, kalau ada yang terlibat, harus ditindak,” ungkap Amran menegaskan komitmen lembaganya dalam upaya pembersihan internal.

Mengingat beras merupakan penopang hidup dasar masyarakat luas, stabilitas pasokan yang bebas dari intervensi oknum dinilai sebagai syarat mutlak ketahanan pangan. “Beras adalah kebutuhan vital, atas nama petani Indonesia, kami berterima kasih kepada kepolisian yang bergerak cepat,” pungkas pejabat nomor satu di kementerian tersebut.

Satuan tugas dari aparat penegak hukum setempat saat ini terus berupaya mengembangkan penyelidikan untuk menyasar gudang-gudang rahasia lain yang patut dicurigai. Masyarakat luas juga turut diimbau agar lebih jeli dan berani melaporkan kejanggalan peredaran beras di pasar demi kelancaran program stabilisasi ekonomi.

BACA JUGA:  Kementan-Kemendiktisaintek Dorong Inovasi Baru Dosen Dapatkan Hak PVT

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru