Siapa Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri dari Irjen ke Jenderal Hanya Perlu Satu Tahun

SulawesiPos.com – DPR menyetujui Komjen Pol Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Persetujuan itu dibulatkan dalam fit and proper test calon Kapolri di Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Komjen Suyudi satu-satunya calon yang diajukan Presiden Prabowo untuk menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam Surpres yang dikirimkan ke DPR.

Nama Komjen Suyudi mencuri perhatian publik. Sebelum menjadi calon Kapolri, perwira tinggi Polri berlatar belakang reserse yang kini memegang tongkat komando sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) memiliki portofolio kepemimpinan yang komplet dan rekam jejak operasional di lapangan yang solid.

Hal menarik, Suyudi melompat dari bintang dua ke bintang empat hanya perlu sekitar satu tahun. Pada Agustus 2025, ketika dia melepas jabatan Kapolda Banten, pangkatnya masih Inspektur Jenderal atau Irjen.

Pada bulan yang sama, dia dipromosikan menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional atau BNN dan otomatis pangkatntya naik tiga bintang menjadi Komisaris Jenderal.

Pada 1 Oktober 2026, dia menjalani fit and proper test di DPR sebagai calon Kapolri. Sebentar lagi, dia akan menjadi Kapolri dan pangkatnya menjadi empat bintang atau jenderal penuh.

Rentang waktu dari Irjen menjadi Jenderal praktis hanya membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Jabatan Kepala BNN seperti menjadi batu loncatan baginya menuju kursi Kapolri.

BACA JUGA:  Kapolri Temui Panglima TNI di Mabes TNI, Tegaskan Soliditas Jadi Kunci Jalankan Arahan Presiden

Jadi Kapolri di Usia 53 Tahun

​Lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973, Suyudi menempuh pendidikan kepolisian dan lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1994.
Kariernya didominasi di lini reserse kriminal yang menempanya menjadi perwira yang adaptif dan solutif.
​
Perjalanan karier operasionalnya dimulai dari level bawah. Ia pernah dipercaya memimpin wilayah sebagai Kapolsek di sejumlah area strategis Jakarta, mulai dari Pasar Minggu, Tanah Abang, hingga Penjaringan.

Pengalamannya di level kewilayahan kian matang saat ia dipercaya menjadi Kasat Reskrim di Polres Metro Jakarta Selatan, Tangerang Kota, hingga Jakarta Barat.
​
Reputasinya yang konsisten membuatnya dipercaya memegang jabatan Kapolres di berbagai daerah, seperti Polres Majalengka (2014), Polres Bogor (2015), Kapolresta Bogor Kota (2016), hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat (2017).

Kariernya terus melesat hingga menjabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten (2024), dan melesat memimpin BNN dengan pangkat Jenderal Bintang Tiga (Komjen).

Kasus-Kasus Besar yang Ditangani

​Sepanjang kariernya di Kepolisian dan BNN, Suyudi tercatat membongkar berbagai kejahatan terorganisir berskala nasional hingga internasional:

BACA JUGA:  Kapolri Mutasi 1.121 Personel, 190 Jabatan Kapolres Dipromosikan dan Polresta IKN Dibentuk

1. ​Pengungkapan 2 Ton Sabu Jaringan Internasional (Rp5 Triliun): Salah satu capaian fenomenal di BNN adalah keberhasilan membongkar penyelundupan 2 ton sabu bernilai Rp5 triliun, yang sekaligus menjerat aktor kunci buronan Interpol di Kamboja. Operasi ini dicatat sebagai salah satu penindakan narkotika terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

2. ​Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Narkoba: Sukses menyita aset TPPU senilai puluhan miliar rupiah dari jaringan kejahatan narkotika.

3. Penggerebekan Pabrik/Laboratorium Gelap Narkoba (Clandestine Lab): Memimpin pembongkaran pabrik pembuat sabu dan ekstasi tersembunyi yang beroperasi di kawasan pemukiman dan apartemen.

4. Penanganan Kasus Atensi Pidum Polda Metro Jaya: Saat menjabat Direskrimum Polda Metro Jaya, ia memimpin penanganan berbagai kasus kejahatan jalanan (street crime), premanisme berkedok organisasi, hingga pembunuhan berencana yang menyita perhatian publik nasional.
​Pengalaman Menarik dan Strategi Kepemimpinan
​
Dalam menjalankan tugas reserse dan pemeliharaan keamanan, Suyudi dikenal sebagai perwira yang gemar turun ke lapangan secara langsung.

Pengalaman berhadapan langsung dengan kelompok premanisme di wilayah DKI Jakarta hingga operasi penggerebekan lapak-lapak narkoba kawasan padat kerap mewarnai rekam jejaknya.
​
Di BNN, ia mengubah lanskap penanganan narkotika dengan menyeimbangkan pendekatan ketegasan penindakan (hard approach) dan pencegahan edukatif (preemptive approach).

BACA JUGA:  Unhas dan Polda Sulsel Siap Luncurkan Pusat Studi Kepolisian, Akan Diresmikan Kapolri

Ia secara konsisten menekankan perkuatan intelijen, penekanan rantai pasok narkoba (supply reduction), serta program pencegahan berbasis komunitas (demand reduction).

Profil Suyudi Ario Seto

• ​Nama Lengkap: Komjen Pol. Drs. Suyudi Ario Seto, S.I.K., M.Si.
• ​Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 14 Juli 1973
• ​Pangkat: Komisaris Jenderal Polisi (Bintang Tiga)
• ​Jabatan Saat Ini: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI
• ​Almamater Utama: Akademi Kepolisian (Akpol) 1994
• ​Pendidikan Kepolisian:
◦ ​Akpol (1994)
◦ ​PTIK (2003)
◦ ​Sespim Polri / Sespimti (2018)
◦ ​Bidang Keahlian: Reserse Kriminal & Intelijen Penindakan Narkotika
◦ ​Riwayat Jabatan Penting:
▪ ​Kanit Resmob Bareskrim Polri / Kanit Jatanras Polda Metro Jaya
▪ ​Kapolsek Metro Pasar Minggu, Tanah Abang, Penjaringan
▪ ​Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel, Tangerang Kota, Jakbar
▪ ​Kapolres Majalengka (2014)
▪ ​Kapolres Bogor (2015)
▪ ​Kapolresta Bogor Kota (2016)
▪ ​Kapolres Metro Jakarta Pusat (2017)
▪ ​Dirreskrimum Polda Metro Jaya
▪ ​Wakapolda Metro Jaya
▪ ​Kapolda Banten (2024)
▪ ​Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN)

SulawesiPos.com – DPR menyetujui Komjen Pol Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Persetujuan itu dibulatkan dalam fit and proper test calon Kapolri di Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Komjen Suyudi satu-satunya calon yang diajukan Presiden Prabowo untuk menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam Surpres yang dikirimkan ke DPR.

Nama Komjen Suyudi mencuri perhatian publik. Sebelum menjadi calon Kapolri, perwira tinggi Polri berlatar belakang reserse yang kini memegang tongkat komando sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) memiliki portofolio kepemimpinan yang komplet dan rekam jejak operasional di lapangan yang solid.

Hal menarik, Suyudi melompat dari bintang dua ke bintang empat hanya perlu sekitar satu tahun. Pada Agustus 2025, ketika dia melepas jabatan Kapolda Banten, pangkatnya masih Inspektur Jenderal atau Irjen.

Pada bulan yang sama, dia dipromosikan menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional atau BNN dan otomatis pangkatntya naik tiga bintang menjadi Komisaris Jenderal.

Pada 1 Oktober 2026, dia menjalani fit and proper test di DPR sebagai calon Kapolri. Sebentar lagi, dia akan menjadi Kapolri dan pangkatnya menjadi empat bintang atau jenderal penuh.

Rentang waktu dari Irjen menjadi Jenderal praktis hanya membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Jabatan Kepala BNN seperti menjadi batu loncatan baginya menuju kursi Kapolri.

BACA JUGA:  Di Tengah Isu Panas Febrie Adriansyah, Prabowo Panggil Panglima TNI, Jaksa Agung, hingga Kapolri ke Istana

Jadi Kapolri di Usia 53 Tahun

​Lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973, Suyudi menempuh pendidikan kepolisian dan lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1994.
Kariernya didominasi di lini reserse kriminal yang menempanya menjadi perwira yang adaptif dan solutif.
​
Perjalanan karier operasionalnya dimulai dari level bawah. Ia pernah dipercaya memimpin wilayah sebagai Kapolsek di sejumlah area strategis Jakarta, mulai dari Pasar Minggu, Tanah Abang, hingga Penjaringan.

Pengalamannya di level kewilayahan kian matang saat ia dipercaya menjadi Kasat Reskrim di Polres Metro Jakarta Selatan, Tangerang Kota, hingga Jakarta Barat.
​
Reputasinya yang konsisten membuatnya dipercaya memegang jabatan Kapolres di berbagai daerah, seperti Polres Majalengka (2014), Polres Bogor (2015), Kapolresta Bogor Kota (2016), hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat (2017).

Kariernya terus melesat hingga menjabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten (2024), dan melesat memimpin BNN dengan pangkat Jenderal Bintang Tiga (Komjen).

Kasus-Kasus Besar yang Ditangani

​Sepanjang kariernya di Kepolisian dan BNN, Suyudi tercatat membongkar berbagai kejahatan terorganisir berskala nasional hingga internasional:

BACA JUGA:  Aktivis ACC Sulawesi: Kapolri dan Jaksa Agung Sudah Lama Berkuasa, Sebaiknya Mundur Ketika Anak Buah Bikin Masalah

1. ​Pengungkapan 2 Ton Sabu Jaringan Internasional (Rp5 Triliun): Salah satu capaian fenomenal di BNN adalah keberhasilan membongkar penyelundupan 2 ton sabu bernilai Rp5 triliun, yang sekaligus menjerat aktor kunci buronan Interpol di Kamboja. Operasi ini dicatat sebagai salah satu penindakan narkotika terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

2. ​Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Narkoba: Sukses menyita aset TPPU senilai puluhan miliar rupiah dari jaringan kejahatan narkotika.

3. Penggerebekan Pabrik/Laboratorium Gelap Narkoba (Clandestine Lab): Memimpin pembongkaran pabrik pembuat sabu dan ekstasi tersembunyi yang beroperasi di kawasan pemukiman dan apartemen.

4. Penanganan Kasus Atensi Pidum Polda Metro Jaya: Saat menjabat Direskrimum Polda Metro Jaya, ia memimpin penanganan berbagai kasus kejahatan jalanan (street crime), premanisme berkedok organisasi, hingga pembunuhan berencana yang menyita perhatian publik nasional.
​Pengalaman Menarik dan Strategi Kepemimpinan
​
Dalam menjalankan tugas reserse dan pemeliharaan keamanan, Suyudi dikenal sebagai perwira yang gemar turun ke lapangan secara langsung.

Pengalaman berhadapan langsung dengan kelompok premanisme di wilayah DKI Jakarta hingga operasi penggerebekan lapak-lapak narkoba kawasan padat kerap mewarnai rekam jejaknya.
​
Di BNN, ia mengubah lanskap penanganan narkotika dengan menyeimbangkan pendekatan ketegasan penindakan (hard approach) dan pencegahan edukatif (preemptive approach).

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Minta Polri Tegakkan Hukum Secara Adil dan Lindungi Rakyat Kecil

Ia secara konsisten menekankan perkuatan intelijen, penekanan rantai pasok narkoba (supply reduction), serta program pencegahan berbasis komunitas (demand reduction).

Profil Suyudi Ario Seto

• ​Nama Lengkap: Komjen Pol. Drs. Suyudi Ario Seto, S.I.K., M.Si.
• ​Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 14 Juli 1973
• ​Pangkat: Komisaris Jenderal Polisi (Bintang Tiga)
• ​Jabatan Saat Ini: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI
• ​Almamater Utama: Akademi Kepolisian (Akpol) 1994
• ​Pendidikan Kepolisian:
◦ ​Akpol (1994)
◦ ​PTIK (2003)
◦ ​Sespim Polri / Sespimti (2018)
◦ ​Bidang Keahlian: Reserse Kriminal & Intelijen Penindakan Narkotika
◦ ​Riwayat Jabatan Penting:
▪ ​Kanit Resmob Bareskrim Polri / Kanit Jatanras Polda Metro Jaya
▪ ​Kapolsek Metro Pasar Minggu, Tanah Abang, Penjaringan
▪ ​Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel, Tangerang Kota, Jakbar
▪ ​Kapolres Majalengka (2014)
▪ ​Kapolres Bogor (2015)
▪ ​Kapolresta Bogor Kota (2016)
▪ ​Kapolres Metro Jakarta Pusat (2017)
▪ ​Dirreskrimum Polda Metro Jaya
▪ ​Wakapolda Metro Jaya
▪ ​Kapolda Banten (2024)
▪ ​Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru