Debit Bendungan Bili-bili Surut di Tengah Kemarau, El Nino Pengaruhi Pasokan Air dan Listrik

SulawesiPos.com – Kondisi debit air Bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kembali menjadi perhatian di tengah musim kemarau.

Dalam video yang beredar di media sosial pada Kamis (1/10/2026), permukaan air bendungan terlihat semakin surut.

Penurunan debit air tersebut terjadi saat sejumlah wilayah Sulawesi Selatan masih menghadapi periode kering yang dipengaruhi kondisi El Nino kategori sangat kuat pada 2026.

Bendungan Bili-bili merupakan salah satu infrastruktur penting di Sulawesi Selatan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya air.

Kondisinya menjadi perhatian karena bendungan tersebut memiliki peran dalam mendukung kebutuhan air baku dan kelistrikan.

Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, sebelumnya menjelaskan bahwa kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Sulsel berkaitan dengan musim kemarau yang berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino kategori sangat kuat.

“Iya, betul. Jadi kekeringan yang terjadi ini juga merupakan dampak dari musim kemarau yang bersamaan dengan El Nino dengan kategori sangat kuat pada tahun 2026 ini,” kata Rizky kepada SulawesiPos.com saat dikunjungi di kantornya.

BACA JUGA:  Mobil Tangki Tak Bisa Masuk, Perumda Makassar Siapkan Pickup Bertandon ke Lorong Warga

Kondisi kemarau yang berlangsung panjang membuat ketersediaan air menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan masyarakat.

Terlebih, Bendungan Bili-bili memiliki fungsi strategis dalam menunjang kebutuhan air di wilayah sekitarnya.

Sementara itu, beredarnya video kondisi Bendungan Bili-bili yang disebut semakin surut turut memunculkan perhatian terhadap keberlanjutan pasokan air dan energi selama musim kemarau.

Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan menghemat penggunaan listrik selama kondisi kemarau berlangsung.

SulawesiPos.com – Kondisi debit air Bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kembali menjadi perhatian di tengah musim kemarau.

Dalam video yang beredar di media sosial pada Kamis (1/10/2026), permukaan air bendungan terlihat semakin surut.

Penurunan debit air tersebut terjadi saat sejumlah wilayah Sulawesi Selatan masih menghadapi periode kering yang dipengaruhi kondisi El Nino kategori sangat kuat pada 2026.

Bendungan Bili-bili merupakan salah satu infrastruktur penting di Sulawesi Selatan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya air.

Kondisinya menjadi perhatian karena bendungan tersebut memiliki peran dalam mendukung kebutuhan air baku dan kelistrikan.

Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, sebelumnya menjelaskan bahwa kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Sulsel berkaitan dengan musim kemarau yang berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino kategori sangat kuat.

“Iya, betul. Jadi kekeringan yang terjadi ini juga merupakan dampak dari musim kemarau yang bersamaan dengan El Nino dengan kategori sangat kuat pada tahun 2026 ini,” kata Rizky kepada SulawesiPos.com saat dikunjungi di kantornya.

BACA JUGA:  Kemarau di Parepare Disertai Angin Kencang, 71 Rumah Terdampak

Kondisi kemarau yang berlangsung panjang membuat ketersediaan air menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan masyarakat.

Terlebih, Bendungan Bili-bili memiliki fungsi strategis dalam menunjang kebutuhan air di wilayah sekitarnya.

Sementara itu, beredarnya video kondisi Bendungan Bili-bili yang disebut semakin surut turut memunculkan perhatian terhadap keberlanjutan pasokan air dan energi selama musim kemarau.

Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan menghemat penggunaan listrik selama kondisi kemarau berlangsung.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru