Perhapi Dorong BPI Danantara Danai Proyek Batu Bara Menjadi BBM

SulawesiPos.com – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) secara resmi menyarankan pemerintah menugaskan BPI Danantara guna membiayai proyek pengolahan batu bara menjadi BBM. Opsi ini dinilai sebagai langkah paling taktis mengingat pihak swasta masih enggan berinvestasi akibat membengkaknya estimasi biaya modal.

Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono meyakini kolaborasi Danantara bersama BUMN sektor energi sanggup memacu realisasi proyek tersebut secara cepat.

“Saat ini mungkin yang dapat diandalkan untuk membiayai investasi coal to gasoline ini adalah Danantara yang dapat bekerja sama dengan BUMN batu bara dan BUMN perminyakan,” ucap Sudirman, Rabu (23/9/2026).

Sudirman optimis bahwa proyek negara yang terbukti berhasil nantinya akan memancing aliran modal dari para investor swasta secara mandiri.

Ia turut mencontohkan kesuksesan teknologi pencairan batu bara yang sukses dijalankan oleh fasilitas pabrik Sasol di Afrika Selatan.

Menurutnya, kesulitan utama pelaksanaan proyek di Indonesia murni bersumber dari kendala hitung-hitungan ekonomi operasional dan bukan pada ketertinggalan teknologi.

BACA JUGA:  Leaders’ Retreat Prabowo-Wong Hasilkan 26 Kesepakatan, Danantara Ditunjuk Kawal Kerja Sama Listrik

“Aspek keekonomian yang belum memadai tersebut dibuktikan dengan mundurnya perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products, dari rencana proyek pembuatan DME berbasis batu bara di Indonesia beberapa waktu lalu,” paparnya.

Pada kesempatan terpisah, Kementerian ESDM menyatakan komitmen kuatnya dalam mengeksplorasi potensi cadangan batu bara demi ketahanan pasokan energi nasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membenarkan bahwa inisiatif kemandirian BBM ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto pada Senin (21/9/2026).

Skema pengolahan ini dipersiapkan secara matang oleh pemerintah guna menekan angka impor sekaligus menyelamatkan ketersediaan cadangan devisa negara.

“Sekarang teknologinya itu sudah canggih di mana batu bara yang low calorie itu bisa menghasilkan gas maupun minyak,” tegas Bahlil.

Lebih lanjut, Dirjen Minerba Tri Winarno mengonfirmasi bahwa instansinya sedang menyeleksi ketat sejumlah penyedia teknologi pencairan dari beberapa negara.

Pihak kementerian mengklaim belum dapat memastikan total volume produksi pasti karena keseluruhan rencana masih dalam tahap evaluasi mendalam.

BACA JUGA:  Menkeu Purbaya Sidak Danantara: "Saya ke Sini, Kabur Dia ke Luar Negeri"

Kendati demikian, Tri meyakini langkah inovatif ini sanggup menyokong ketahanan bahan bakar nasional seperti yang pernah diimplementasikan oleh pihak asing.

“Nanti beberapa sedang dievaluasi lah,” pungkasnya saat merespons pertanyaan seputar pengerucutan calon mitra kerja sama luar negeri. (estu)

SulawesiPos.com – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) secara resmi menyarankan pemerintah menugaskan BPI Danantara guna membiayai proyek pengolahan batu bara menjadi BBM. Opsi ini dinilai sebagai langkah paling taktis mengingat pihak swasta masih enggan berinvestasi akibat membengkaknya estimasi biaya modal.

Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono meyakini kolaborasi Danantara bersama BUMN sektor energi sanggup memacu realisasi proyek tersebut secara cepat.

“Saat ini mungkin yang dapat diandalkan untuk membiayai investasi coal to gasoline ini adalah Danantara yang dapat bekerja sama dengan BUMN batu bara dan BUMN perminyakan,” ucap Sudirman, Rabu (23/9/2026).

Sudirman optimis bahwa proyek negara yang terbukti berhasil nantinya akan memancing aliran modal dari para investor swasta secara mandiri.

Ia turut mencontohkan kesuksesan teknologi pencairan batu bara yang sukses dijalankan oleh fasilitas pabrik Sasol di Afrika Selatan.

Menurutnya, kesulitan utama pelaksanaan proyek di Indonesia murni bersumber dari kendala hitung-hitungan ekonomi operasional dan bukan pada ketertinggalan teknologi.

BACA JUGA:  Leaders’ Retreat Prabowo-Wong Hasilkan 26 Kesepakatan, Danantara Ditunjuk Kawal Kerja Sama Listrik

“Aspek keekonomian yang belum memadai tersebut dibuktikan dengan mundurnya perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products, dari rencana proyek pembuatan DME berbasis batu bara di Indonesia beberapa waktu lalu,” paparnya.

Pada kesempatan terpisah, Kementerian ESDM menyatakan komitmen kuatnya dalam mengeksplorasi potensi cadangan batu bara demi ketahanan pasokan energi nasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membenarkan bahwa inisiatif kemandirian BBM ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto pada Senin (21/9/2026).

Skema pengolahan ini dipersiapkan secara matang oleh pemerintah guna menekan angka impor sekaligus menyelamatkan ketersediaan cadangan devisa negara.

“Sekarang teknologinya itu sudah canggih di mana batu bara yang low calorie itu bisa menghasilkan gas maupun minyak,” tegas Bahlil.

Lebih lanjut, Dirjen Minerba Tri Winarno mengonfirmasi bahwa instansinya sedang menyeleksi ketat sejumlah penyedia teknologi pencairan dari beberapa negara.

Pihak kementerian mengklaim belum dapat memastikan total volume produksi pasti karena keseluruhan rencana masih dalam tahap evaluasi mendalam.

BACA JUGA:  DANANTARA: Karpet Merah Ekonomi atau Bom Waktu? Pakar Bedah Isu Superholding BUMN di Makassar

Kendati demikian, Tri meyakini langkah inovatif ini sanggup menyokong ketahanan bahan bakar nasional seperti yang pernah diimplementasikan oleh pihak asing.

“Nanti beberapa sedang dievaluasi lah,” pungkasnya saat merespons pertanyaan seputar pengerucutan calon mitra kerja sama luar negeri. (estu)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru