Hyundai Motor dan Kia Kembangkan Komponen Kendaraan dengan Teknologi 3D Printing

SulawesiPos.com – Hyundai Motor dan Kia menggunakan teknologi 3D printing melalui Additive Manufacturing Solution Center (AMSC) di Namyang Research and Development (R&D) Center untuk mengembangkan komponen kendaraan dari desain digital, menurut laporan perusahaan pada 5 Agustus 2026.

Menurut Hyundai Motor dan Kia, teknologi additive manufacturing memungkinkan komponen dibuat dengan menambahkan material secara berlapis sesuai geometri dalam desain digital, sehingga mendukung pembuatan bentuk kompleks dan pengoptimalan bobot.

AMSC mengintegrasikan proses desain, produksi, post-processing, dan validasi komponen menggunakan berbagai teknologi additive manufacturing berbasis polimer maupun logam, berdasarkan penjelasan Hyundai Motor dan Kia.

Fasilitas tersebut berada di Advanced Mobility Solutions building dan menjadi fasilitas pertama Hyundai Motor Group yang secara khusus dibangun untuk penelitian serta produksi additive manufacturing, menurut Hyundai Motor dan Kia.

AMSC didirikan hampir tiga dekade setelah Hyundai Motor Group memperkenalkan printer 3D industri pertamanya pada 1996, berdasarkan informasi yang disampaikan perusahaan.

Beragam Teknologi 3D Printing untuk Komponen Kendaraan

Menurut Hyundai Motor dan Kia, AMSC menggunakan berbagai teknologi additive manufacturing yang disesuaikan dengan material, geometri, serta kebutuhan performa komponen.

BACA JUGA:  Mercedes-Benz Lanjutkan Tur Global New S-Class di India dalam Perayaan 140 Tahun

Untuk material polimer, AMSC menggunakan teknologi Vat Photopolymerization, termasuk Digital Light Processing (DLP) dan Stereolithography Apparatus (SLA), yang digunakan untuk menghasilkan komponen dengan detail serta akurasi dimensi tinggi.

AMSC juga menggunakan Polymer Powder Bed Fusion (Polymer PBF) yang memproses material polimer berbentuk bubuk secara berlapis tanpa membutuhkan struktur pendukung, menurut Hyundai Motor dan Kia.

Menurut perusahaan, proses tersebut dapat mengurangi limbah material dan kebutuhan post-processing, sementara komponen dapat memperoleh permukaan yang sebanding dengan hasil injection molding setelah menjalani vapor-smoothing treatment.

Untuk komponen berbahan logam, Metal Powder Bed Fusion (Metal PBF) menggunakan laser berenergi tinggi untuk melelehkan serbuk logam menjadi bentuk kompleks, berdasarkan penjelasan Hyundai Motor dan Kia.

AMSC juga menggunakan Directed Energy Deposition (DED), termasuk DED-Wire Arc Additive Manufacturing (DED-WAAM), untuk membuat komponen logam berukuran lebih besar melalui proses deposisi material secara berlapis.

Menurut Hyundai Motor dan Kia, DED-WAAM dapat menggunakan material seperti baja, stainless steel, aluminium, dan titanium untuk memproduksi komponen struktural berukuran besar.

BACA JUGA:  BYD Masuk 100 Besar Fortune Global 500 2026, Tempati Peringkat ke-91

Selain teknologi produksi, AMSC mengembangkan Design for Additive Manufacturing (DfAM) untuk mengoptimalkan komponen agar sesuai dengan proses additive manufacturing, menurut Hyundai Motor dan Kia.

Kemampuan tersebut mencakup penggabungan beberapa komponen, penerapan struktur lattice, serta pengembangan geometri ringan yang tetap mempertahankan kekuatan, berdasarkan penjelasan perusahaan.

Pemeriksaan Kualitas hingga Penggunaan Motorsport

Setiap komponen yang diproduksi di AMSC menjalani pemeriksaan melalui Quality Inspection Cell untuk mengevaluasi dimensi, kekuatan tarik, kekakuan terhadap tekukan, dan ketahanan terhadap benturan, menurut Hyundai Motor dan Kia.

AMSC juga melakukan verifikasi material serta analisis metalurgi secara internal untuk memastikan komponen hasil additive manufacturing memenuhi ekspektasi kualitas yang sama dengan komponen yang diproduksi menggunakan metode konvensional, menurut perusahaan.

Dalam pengembangan kendaraan, Hyundai Motor dan Kia menggunakan teknologi tersebut untuk membuat prototipe, komponen pengembangan, manufacturing jigs and fixtures, serta suku cadang untuk kendaraan yang sudah tidak diproduksi lagi.

Menurut Hyundai Motor dan Kia, additive manufacturing juga digunakan dalam restorasi kendaraan bersejarah melalui pemindaian 3D, reverse engineering, dan proses produksi berbasis teknologi tersebut.

BACA JUGA:  Nissan Z NISMO GT500 Hadapi Balapan Sulit pada Putaran Keempat SUPER GT 2026 di Fuji

Salah satu contohnya adalah komponen side-sill Hyundai Pony yang direkonstruksi secara digital dan diproduksi kembali menggunakan additive manufacturing dengan penyelesaian permukaan yang autentik, berdasarkan informasi perusahaan.

Dalam kegiatan motorsport Hyundai, teknologi tersebut digunakan untuk memproduksi komponen seperti anti-roll bar blades, damper brackets, dan brake duct rails, menurut Hyundai Motor dan Kia.

Komponen tersebut diproduksi untuk mencapai kombinasi konstruksi ringan dan kekakuan struktural yang dibutuhkan dalam lingkungan balap, berdasarkan penjelasan perusahaan.

AMSC juga menampilkan housing motor yang dibuat menggunakan DED-WAAM dalam bentuk hasil cetak serta setelah melalui proses computer numerical control (CNC) machining, menurut Hyundai Motor dan Kia.

Menurut Hyundai Motor dan Kia, AMSC memiliki kemampuan terintegrasi yang mencakup desain, produksi, post-processing, dan validasi untuk memperluas penggunaan additive manufacturing di Hyundai Motor Group.

SulawesiPos.com – Hyundai Motor dan Kia menggunakan teknologi 3D printing melalui Additive Manufacturing Solution Center (AMSC) di Namyang Research and Development (R&D) Center untuk mengembangkan komponen kendaraan dari desain digital, menurut laporan perusahaan pada 5 Agustus 2026.

Menurut Hyundai Motor dan Kia, teknologi additive manufacturing memungkinkan komponen dibuat dengan menambahkan material secara berlapis sesuai geometri dalam desain digital, sehingga mendukung pembuatan bentuk kompleks dan pengoptimalan bobot.

AMSC mengintegrasikan proses desain, produksi, post-processing, dan validasi komponen menggunakan berbagai teknologi additive manufacturing berbasis polimer maupun logam, berdasarkan penjelasan Hyundai Motor dan Kia.

Fasilitas tersebut berada di Advanced Mobility Solutions building dan menjadi fasilitas pertama Hyundai Motor Group yang secara khusus dibangun untuk penelitian serta produksi additive manufacturing, menurut Hyundai Motor dan Kia.

AMSC didirikan hampir tiga dekade setelah Hyundai Motor Group memperkenalkan printer 3D industri pertamanya pada 1996, berdasarkan informasi yang disampaikan perusahaan.

Beragam Teknologi 3D Printing untuk Komponen Kendaraan

Menurut Hyundai Motor dan Kia, AMSC menggunakan berbagai teknologi additive manufacturing yang disesuaikan dengan material, geometri, serta kebutuhan performa komponen.

BACA JUGA:  Audi Perkenalkan Q9, SUV Flagship Terbesar dalam Sejarah Merek

Untuk material polimer, AMSC menggunakan teknologi Vat Photopolymerization, termasuk Digital Light Processing (DLP) dan Stereolithography Apparatus (SLA), yang digunakan untuk menghasilkan komponen dengan detail serta akurasi dimensi tinggi.

AMSC juga menggunakan Polymer Powder Bed Fusion (Polymer PBF) yang memproses material polimer berbentuk bubuk secara berlapis tanpa membutuhkan struktur pendukung, menurut Hyundai Motor dan Kia.

Menurut perusahaan, proses tersebut dapat mengurangi limbah material dan kebutuhan post-processing, sementara komponen dapat memperoleh permukaan yang sebanding dengan hasil injection molding setelah menjalani vapor-smoothing treatment.

Untuk komponen berbahan logam, Metal Powder Bed Fusion (Metal PBF) menggunakan laser berenergi tinggi untuk melelehkan serbuk logam menjadi bentuk kompleks, berdasarkan penjelasan Hyundai Motor dan Kia.

AMSC juga menggunakan Directed Energy Deposition (DED), termasuk DED-Wire Arc Additive Manufacturing (DED-WAAM), untuk membuat komponen logam berukuran lebih besar melalui proses deposisi material secara berlapis.

Menurut Hyundai Motor dan Kia, DED-WAAM dapat menggunakan material seperti baja, stainless steel, aluminium, dan titanium untuk memproduksi komponen struktural berukuran besar.

BACA JUGA:  Audi Klaim A2 e-tron Jadi Mobil Paling Efisien dalam Sejarah Perusahaan

Selain teknologi produksi, AMSC mengembangkan Design for Additive Manufacturing (DfAM) untuk mengoptimalkan komponen agar sesuai dengan proses additive manufacturing, menurut Hyundai Motor dan Kia.

Kemampuan tersebut mencakup penggabungan beberapa komponen, penerapan struktur lattice, serta pengembangan geometri ringan yang tetap mempertahankan kekuatan, berdasarkan penjelasan perusahaan.

Pemeriksaan Kualitas hingga Penggunaan Motorsport

Setiap komponen yang diproduksi di AMSC menjalani pemeriksaan melalui Quality Inspection Cell untuk mengevaluasi dimensi, kekuatan tarik, kekakuan terhadap tekukan, dan ketahanan terhadap benturan, menurut Hyundai Motor dan Kia.

AMSC juga melakukan verifikasi material serta analisis metalurgi secara internal untuk memastikan komponen hasil additive manufacturing memenuhi ekspektasi kualitas yang sama dengan komponen yang diproduksi menggunakan metode konvensional, menurut perusahaan.

Dalam pengembangan kendaraan, Hyundai Motor dan Kia menggunakan teknologi tersebut untuk membuat prototipe, komponen pengembangan, manufacturing jigs and fixtures, serta suku cadang untuk kendaraan yang sudah tidak diproduksi lagi.

Menurut Hyundai Motor dan Kia, additive manufacturing juga digunakan dalam restorasi kendaraan bersejarah melalui pemindaian 3D, reverse engineering, dan proses produksi berbasis teknologi tersebut.

BACA JUGA:  Mercedes-Benz Lanjutkan Tur Global New S-Class di India dalam Perayaan 140 Tahun

Salah satu contohnya adalah komponen side-sill Hyundai Pony yang direkonstruksi secara digital dan diproduksi kembali menggunakan additive manufacturing dengan penyelesaian permukaan yang autentik, berdasarkan informasi perusahaan.

Dalam kegiatan motorsport Hyundai, teknologi tersebut digunakan untuk memproduksi komponen seperti anti-roll bar blades, damper brackets, dan brake duct rails, menurut Hyundai Motor dan Kia.

Komponen tersebut diproduksi untuk mencapai kombinasi konstruksi ringan dan kekakuan struktural yang dibutuhkan dalam lingkungan balap, berdasarkan penjelasan perusahaan.

AMSC juga menampilkan housing motor yang dibuat menggunakan DED-WAAM dalam bentuk hasil cetak serta setelah melalui proses computer numerical control (CNC) machining, menurut Hyundai Motor dan Kia.

Menurut Hyundai Motor dan Kia, AMSC memiliki kemampuan terintegrasi yang mencakup desain, produksi, post-processing, dan validasi untuk memperluas penggunaan additive manufacturing di Hyundai Motor Group.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru