SulawesiPos.com — Polisi membubarkan konvoi pengendara sepeda motor yang diduga merupakan kelompok geng motor setelah terjadi perselisihan dengan warga di sejumlah ruas jalan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (21/9/2026) dini hari.
Sedikitnya dua lokasi menjadi titik penindakan polisi, yakni Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Bawakaraeng.
Namun, Kanit Jatanras Polrestabes Makassar AKP Sangkala menyebut titik yang harus ditangani aparat lebih dari dua lokasi.
“Kami lakukan pembubaran terhadap beberapa titik yang terjadi perselisihan antara warga dengan diduga konvoi pengendara sepeda motor yang kemungkinan geng motor,” kata Sangkala.
Tim Jatanras Polrestabes Makassar melakukan penyisiran setelah menerima informasi adanya konvoi sepeda motor yang diduga membawa senjata tajam.
Polisi kemudian mengejar rombongan yang bergerak melintasi sejumlah kawasan.
Di tengah situasi tersebut, warga sempat menghadang kelompok pengendara dengan memblokade jalan.
Polisi kemudian meminta warga membubarkan diri dan tidak berkumpul di pinggir jalan untuk mencegah bentrokan kembali terjadi.
“Yang jelas lebih dari dua titik ya, kita lakukan pembubaran. Kemudian terhadap warga yang ada di sekitar, kita imbau untuk masuk dan tidak bergelombol di pinggir jalan,” ujarnya.
Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan
Petugas sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan kerumunan.
Tindakan tersebut membuat warga yang berada di lokasi berhamburan meninggalkan kawasan.
Sangkala menyebut Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Bawakaraeng menjadi dua lokasi yang didatangi aparat untuk melakukan pembubaran.
“Ada beberapa titik seperti di Jalan Urip Sumoharjo ada, kemudian ada juga di Jalan Bawakaraeng, itu kita lakukan pembubaran,” katanya.
Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan seorang remaja yang masih berstatus pelajar SMA.
Remaja itu diduga ikut dalam kelompok pengendara dan sepeda motornya turut dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penyidik masih mendalami keterlibatan remaja tersebut dalam aksi penyerangan maupun tawuran yang terjadi.
Polisi tidak mengamankan pelaku lainnya dalam operasi tersebut.
Polisi Minta Orang Tua Awasi Anak
Sangkala mengingatkan orang tua agar memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hingga dini hari saat waktu libur.
“Terhadap kegiatan-kegiatan anak-anak kita di Makassar di setiap malam-malam hari libur, kami mengimbau kepada masyarakat, para orang tua, bahkan warga di luar Makassar untuk lebih ketat lagi pengawasannya terhadap anak-anak kita,” kata Sangkala.
Ia mengingatkan kurangnya pengawasan dapat membuat anak-anak berada dalam situasi yang berisiko, baik sebagai korban maupun pelaku tindak kejahatan.
“Karena jangan sampai anak-anak kita bisa saja menjadi korban kejahatan atau pelaku kejahatan itu sendiri,” ujarnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan sendiri ketika menemukan konvoi sepeda motor ataupun tawuran.
Warga diminta segera melaporkan kejadian kepada aparat agar gangguan keamanan dapat ditangani kepolisian.


