SulawesiPos.com – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghabiskan waktu sekitar lima jam untuk menggeledah kediaman Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim di kawasan Jalan Brawijaya III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
Penggeledahan yang berlangsung sejak siang hingga malam hari itu berakhir dengan penyitaan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA).
Sejumlah kendaraan mewah terlihat dikeluarkan dari lokasi usai proses penggeledahan rampung.
Kendaraan tersebut kemudian dibawa petugas sebagai bagian dari barang bukti yang diamankan dalam penyidikan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik menyita berbagai aset dari rumah Silmy Karim.
“Barang bukti yang disita ini diduga terkait atau didapat dari dugaan tindak pidana korupsi pemerasan yang dilakukan tersangka terkait pengurusan izin tinggal sementara WNA,” kataya dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
Total terdapat 19 kendaraan yang diamankan, terdiri atas dua mobil sport, sepuluh sepeda motor, serta tujuh unit sepeda.
Motor yang disita berasal dari berbagai jenis, termasuk Vespa dan Harley-Davidson yang ditemukan di lokasi penggeledahan.
Selain kendaraan, penyidik turut mengamankan sejumlah perhiasan dan uang tunai yang ditemukan di dalam rumah tersebut.
Uang yang disita tidak hanya dalam mata uang rupiah, tetapi juga beberapa valuta asing seperti dolar Amerika Serikat, euro, dan yen Jepang.
Kasus ini mencuat setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat pada Rabu (3/6/2026).
Dari pengembangan penyidikan tersebut, KPK kemudian menetapkan delapan orang sebagai tersangka.
Salah satu yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Silmy Karim. Selain dirinya, tujuh pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi juga ikut dijerat dalam perkara yang sama.
“Delapan orang tersangka tersebut, salah satunya yaitu saudara SK (Silmy Karim) yang merupakan Dirjen Imigrasi periode tahun 2023-2024,” ungkap Budi secara terpisah, Kamis (4/6/2026).

