SulawesiPos.com – Sebuah kapal tanker minyak Honour 25 dilaporkan dibajak oleh kawanan perompak Somalia. Salah satu dari 4 WNI yang menjadi awak kapal tersebut, Ashari Samadikun (33), merupakan warga Gowa, Sulawesi Selatan.
Ashari diketahui menjadi kapten kapal yang mengangkut minyak mentah dari Oman melintasi perairan Somalia sebelum dilaporkan dibajak kawanan perompak. Selain Ashari, terdapat 3 WNI lainnya dari 17 ABK kapal Honour 25.
Syamsuddin (67), warga Dusun Moncongloe, Kec. Patalassang, Kab. Gowa, ayah kandung Ashari, saat dihubungi Sulawesi Pos, Selasa (28/4/2026), berharap Presiden Prabowo dapat membantu proses pembebasan anaknya bersama rekan-rekannya yang sekarang disandera di atas kapal oleh para perompak.
“Kami berharap pada bapak Presiden Pabowo, agar mampu menolong anak kami yang saat ini disandera perompak Somalia, kami sangat khawatir dengan keselamatannya dan rekan-rekannya di kapal,” ungkap Syamsuddin.
Syamsuddin menuturkan, ia kaget saat pertama kali dihubungi oleh putra ketiganya itu, Selasa malam pekan lalu (21/4), yang melapor kapalnya diserang kapal milik perompak. Ia tidak sempat bicara banyak dengan putra ketiganya itu sebelum sambungan teleponnya terputus. ia beberapa kali mencoba menghubungi Ashari, namun baru tersambung beberapa hari kemudian.
Laporan yang ia terima dari anaknya, para perompak tersebut meminta tebusan sejumlah uang sebelum membebaskan 17 ABK kapal Honour 25.
Namun, Syamsuddin tidak mengetahui lebih lanjut terkait pihak mana yang harus menyiapkan uang tebusan tersebut.
“Komunikasi terakhir anak saya dalam kondisi baik di atas kapal, namun kami tetap khawatir dengan keselamatannya jika uang tebusan yang diminta perompak tidak bisa terpenuhi, kami mohon doanya agar anak saya dan rekannya selamat dari penyanderaan ini,” tutur Syamsuddin.
Syamsuddin menambahkan, terkait penyanderaan putranya, ia telah dikunjungi oleh aparat pemerintah setempat, untuk pengambilan data-data terkait Ashari. Ashari diketahui tinggal Bersama istrinya dan 2 anaknya di perbatasan Gowa-Makassar.
Syamsuddin mengaku terakhir berjumpa anaknya sebelum berangkat berlayar pada Januari lalu. Ashari yang merupakan lulusan Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar ini, diketahui bekerja di beberapa perusahaan pelayaran di luar negeri sejak 2015 silam.(mn abdurrahman)

