BRIN dan Unhas Rancang Akselerasi Talenta Riset Nasional Melalui Pusat Kolaborasi Riset

SulawesiPos.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat sinergi dalam pengembangan Pusat Kolaborasi Riset (PKR) sebagai platform strategis untuk mempercepat lahirnya talenta-talenta unggul di bidang riset dan inovasi. Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Peran Pusat Kolaborasi Riset pada Universitas Hasanuddin sebagai Platform Program Manajemen Talenta Nasional Bidang Riset dan Inovasi” yang berlangsung di Aula LPPM Unhas, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi desain besar Manajemen Talenta Nasional yang menempatkan perguruan tinggi sebagai salah satu sumber utama talenta riset. Melalui kolaborasi dengan BRIN, Unhas diharapkan dapat mengoptimalkan peran PKR sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan peneliti lintas institusi untuk mendorong transfer pengetahuan, pengembangan teknologi, serta peningkatan kualitas riset berbasis kerja sama multidisiplin.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D., Sp.MK(K), menegaskan komitmen Unhas untuk terus memperkuat ekosistem riset kolaboratif melalui pengembangan PKR yang berkelanjutan.

Menurutnya, Unhas telah membangun berbagai Thematic Research Group (TRG) yang saat ini jumlahnya mencapai sekitar 300 kelompok. Kelompok-kelompok riset tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat-pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu menghasilkan inovasi berdampak.

BACA JUGA:  Batal Hari Ini, Pemilihan Rektor Unhas 2026–2030 Diundur ke 14 Januari

“Kami berharap pusat kolaborasi riset yang telah dibangun dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai luaran yang bermanfaat. Ini bukan program jangka pendek, tetapi upaya berkelanjutan yang diharapkan mampu memperkuat kapasitas riset, khususnya di kawasan Indonesia Timur,” jelas Prof. Nasrum.

Prof. Nasrum juga mengungkapkan gagasan pengembangan BRIONIC (BRIN-Unhas Innovation Center) sebagai wadah kolaborasi yang menghubungkan kapasitas riset Unhas dengan sumber daya dan jaringan yang dimiliki BRIN. Inisiatif tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil penelitian sekaligus memperkuat posisi Indonesia Timur dalam peta riset nasional.

Sementara itu, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Unhas dalam mengembangkan ekosistem riset kolaboratif yang terintegrasi dengan program manajemen talenta nasional.

PKR yang telah terbentuk di Unhas memiliki potensi besar untuk menjadi platform pengembangan talenta riset yang mampu menghubungkan sumber daya manusia, infrastruktur, serta program pendanaan riset yang tersedia secara nasional.

BACA JUGA:  Besok Pemilihan Rektor Unhas, Mentan dan Gubernur Sulsel Ikut Menentukan

“Kami ingin pusat kolaborasi riset yang ada di Unhas dapat dioptimalkan untuk mendukung program manajemen talenta nasional. Kami juga sangat mengapresiasi gagasan BRIONIC yang memiliki potensi besar untuk diwujudkan bersama,” ungkap Prof. Agus.

Diskusi kemudian dilanjutkan melalui sesi talkshow bertajuk “Optimalisasi Peran Pusat Kolaborasi Riset Universitas Hasanuddin” yang menghadirkan R. Arthur Ario Lelono, Ph.D. (Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN), Dr. Ajeng Arum Sari, S.T. (Direktur Manajemen Talenta BRIN), serta Prof. Ir. Suharman Hamzah, S.T., M.T., Ph.D. (Eng), HSE. (Sekretaris LPPM Unhas).

Dalam pemaparannya, Prof. Suharman menjelaskan bahwa Unhas saat ini telah mengembangkan sejumlah pusat kolaborasi riset yang berfokus pada bidang-bidang strategis, antara lain: PKR Mikroba Karst, PKR Arkeologi Sulawesi, PKR Kepiting Berkelanjutan, PKR Perakitan Jagung Produk Rekayasa Genetik (PBG), dan PKR Shrimp Technology.

Beragam tema tersebut menunjukkan bagaimana pusat kolaborasi riset dikembangkan berdasarkan keunggulan sumber daya dan tantangan pembangunan yang dihadapi Indonesia, khususnya kawasan Timur. Pendekatan ini memungkinkan riset tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga mendorong lahirnya solusi berbasis sains yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA:  UNM Ungguli Unhas dalam Penerimaan Terbanyak Jalur SNBP 2026

Salah satu poin penting yang dibahas dalam diskusi adalah pentingnya membangun ekosistem riset yang kuat melalui empat pilar utama, yaitu sumber daya manusia Iptek, infrastruktur riset dan inovasi, pendanaan riset, serta dukungan regulasi. Keempat elemen tersebut dipandang saling berkaitan dalam menentukan keberhasilan pengembangan pusat kolaborasi riset dan program manajemen talenta nasional.

Melalui penguatan sinergi antara BRIN dan perguruan tinggi, pusat kolaborasi riset diharapkan tidak hanya menjadi wadah kerja sama akademik, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi baru periset Indonesia.

Dengan dukungan infrastruktur, jejaring kolaborasi, dan skema pendanaan yang semakin terbuka, pusat-pusat riset tersebut berpotensi menjadi titik temu antara pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan kebutuhan pembangunan nasional.

Bagi Unhas, penguatan PKR merupakan bagian dari upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam ekosistem riset Indonesia. Sementara bagi BRIN, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa investasi pada talenta riset dapat terhubung langsung dengan pusat-pusat keunggulan yang tumbuh di berbagai daerah, termasuk di kawasan timur Indonesia.

SulawesiPos.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat sinergi dalam pengembangan Pusat Kolaborasi Riset (PKR) sebagai platform strategis untuk mempercepat lahirnya talenta-talenta unggul di bidang riset dan inovasi. Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Peran Pusat Kolaborasi Riset pada Universitas Hasanuddin sebagai Platform Program Manajemen Talenta Nasional Bidang Riset dan Inovasi” yang berlangsung di Aula LPPM Unhas, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi desain besar Manajemen Talenta Nasional yang menempatkan perguruan tinggi sebagai salah satu sumber utama talenta riset. Melalui kolaborasi dengan BRIN, Unhas diharapkan dapat mengoptimalkan peran PKR sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan peneliti lintas institusi untuk mendorong transfer pengetahuan, pengembangan teknologi, serta peningkatan kualitas riset berbasis kerja sama multidisiplin.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D., Sp.MK(K), menegaskan komitmen Unhas untuk terus memperkuat ekosistem riset kolaboratif melalui pengembangan PKR yang berkelanjutan.

Menurutnya, Unhas telah membangun berbagai Thematic Research Group (TRG) yang saat ini jumlahnya mencapai sekitar 300 kelompok. Kelompok-kelompok riset tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat-pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu menghasilkan inovasi berdampak.

BACA JUGA:  Momentum Hardiknas 2026 di Unhas: 100 Mahasiswa Terima Beasiswa, Ratusan Dosen Dapat Sayalancana

“Kami berharap pusat kolaborasi riset yang telah dibangun dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai luaran yang bermanfaat. Ini bukan program jangka pendek, tetapi upaya berkelanjutan yang diharapkan mampu memperkuat kapasitas riset, khususnya di kawasan Indonesia Timur,” jelas Prof. Nasrum.

Prof. Nasrum juga mengungkapkan gagasan pengembangan BRIONIC (BRIN-Unhas Innovation Center) sebagai wadah kolaborasi yang menghubungkan kapasitas riset Unhas dengan sumber daya dan jaringan yang dimiliki BRIN. Inisiatif tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil penelitian sekaligus memperkuat posisi Indonesia Timur dalam peta riset nasional.

Sementara itu, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Unhas dalam mengembangkan ekosistem riset kolaboratif yang terintegrasi dengan program manajemen talenta nasional.

PKR yang telah terbentuk di Unhas memiliki potensi besar untuk menjadi platform pengembangan talenta riset yang mampu menghubungkan sumber daya manusia, infrastruktur, serta program pendanaan riset yang tersedia secara nasional.

BACA JUGA:  Besok! MWA Unhas Tentukan Rektor Periode 2026-2030, Ini Pemilik Suara

“Kami ingin pusat kolaborasi riset yang ada di Unhas dapat dioptimalkan untuk mendukung program manajemen talenta nasional. Kami juga sangat mengapresiasi gagasan BRIONIC yang memiliki potensi besar untuk diwujudkan bersama,” ungkap Prof. Agus.

Diskusi kemudian dilanjutkan melalui sesi talkshow bertajuk “Optimalisasi Peran Pusat Kolaborasi Riset Universitas Hasanuddin” yang menghadirkan R. Arthur Ario Lelono, Ph.D. (Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN), Dr. Ajeng Arum Sari, S.T. (Direktur Manajemen Talenta BRIN), serta Prof. Ir. Suharman Hamzah, S.T., M.T., Ph.D. (Eng), HSE. (Sekretaris LPPM Unhas).

Dalam pemaparannya, Prof. Suharman menjelaskan bahwa Unhas saat ini telah mengembangkan sejumlah pusat kolaborasi riset yang berfokus pada bidang-bidang strategis, antara lain: PKR Mikroba Karst, PKR Arkeologi Sulawesi, PKR Kepiting Berkelanjutan, PKR Perakitan Jagung Produk Rekayasa Genetik (PBG), dan PKR Shrimp Technology.

Beragam tema tersebut menunjukkan bagaimana pusat kolaborasi riset dikembangkan berdasarkan keunggulan sumber daya dan tantangan pembangunan yang dihadapi Indonesia, khususnya kawasan Timur. Pendekatan ini memungkinkan riset tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga mendorong lahirnya solusi berbasis sains yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA:  Batal Hari Ini, Pemilihan Rektor Unhas 2026–2030 Diundur ke 14 Januari

Salah satu poin penting yang dibahas dalam diskusi adalah pentingnya membangun ekosistem riset yang kuat melalui empat pilar utama, yaitu sumber daya manusia Iptek, infrastruktur riset dan inovasi, pendanaan riset, serta dukungan regulasi. Keempat elemen tersebut dipandang saling berkaitan dalam menentukan keberhasilan pengembangan pusat kolaborasi riset dan program manajemen talenta nasional.

Melalui penguatan sinergi antara BRIN dan perguruan tinggi, pusat kolaborasi riset diharapkan tidak hanya menjadi wadah kerja sama akademik, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi baru periset Indonesia.

Dengan dukungan infrastruktur, jejaring kolaborasi, dan skema pendanaan yang semakin terbuka, pusat-pusat riset tersebut berpotensi menjadi titik temu antara pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan kebutuhan pembangunan nasional.

Bagi Unhas, penguatan PKR merupakan bagian dari upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam ekosistem riset Indonesia. Sementara bagi BRIN, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa investasi pada talenta riset dapat terhubung langsung dengan pusat-pusat keunggulan yang tumbuh di berbagai daerah, termasuk di kawasan timur Indonesia.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru