Mentan Amran Terima Lulusan Karantina Tahfizh AAS Foundation Kerja Sama Quantum Akhyar Institute

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima Lulusan Karantina Tahfizh AAS yang baru saja menyelesaikan program hafalan. Para tahfizh diterima di Kediaman pribadi Mentan Amran, Rabu (22/7/2026).

Kepada tahfizh yang baru menyelesaikan pendidikan, Mentan Amran berharap mereka bisa terlibat dalam pengembangan ummat ke depan.

Selain memberi motivasi, tak lupa Mentan Amran juga menitipkan uang saku untuk membeli tiket bagi semuanya yang hadir.

Para Hafizh terlihat sangat senang diterima Mentan Amran dan mengabadikan momen pertemuan bersejarah itu.

Muhammad Restu Zikrullah yang berasal dari Lombok, NTB, menyampaikan terimaksh yang tak terhingga karena dalam mengikuti program bisa fokus belajar tanpa harus memikirkan hal-hal lain.

“Saya sangat berterimakasih karena dengan mengikuti program ini saya bisa lancar belajar tanpa terganggu,” katanya.

Zikrullah pernah mengalami hal menarik karena hafalannya tidak bisa maju. Dia pun bersedih.

“Hafalan saya sempat tertahan di juz dua. Rasanya tidak bisa masuk. Saya pun siam-diam menangis di belakang. Namun seiring berjalannya waktu, hafalan pun lancar dan saya sangat bersyukur,” ungkapnya.

BACA JUGA:  KKSS Gelar Buka Puasa Bersama dan Peringatan Nuzulul Qur’an di Kediaman Andi Amran Sulaiman, Dihadiri 3.000-an Warga

Hayyun Sahil yang berasal dari Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, mengungkapkan hal yang sama. Rasa syukur dan terima kasih kepada Mentan Amran melalui AAS Foundation dan ustadz Adi Hidayat (Quantum Akhyar Institute) yang memfasilitasi program ini.

“Di program ini kami menghafal Al-Quran selama 10 jam sehari. Kalau haru-hari biasa waktu-waktu tersebut digunakan untuk tidur, tapi di karantina ini digunakan untuk menghafal. Alhamdulillah, hasilnya memuaskan,” ungkap Sahil.

Direktur AAS Foundation, A.M. Rezki Mulyadi bersyukur atas keberhasilan peserta karantina hafidz Qur’an ini sebagai bagian program ASS Foundation. Ke depan, para alumni akan ikut dalam program yang dilaksanakan AAS Foundation.

“Kami akan ikutkan mereka dalam program-program AAS Foundation dan Masjid Andi Nurhadi,” kataa Rezki Mulyadi.

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima Lulusan Karantina Tahfizh AAS yang baru saja menyelesaikan program hafalan. Para tahfizh diterima di Kediaman pribadi Mentan Amran, Rabu (22/7/2026).

Kepada tahfizh yang baru menyelesaikan pendidikan, Mentan Amran berharap mereka bisa terlibat dalam pengembangan ummat ke depan.

Selain memberi motivasi, tak lupa Mentan Amran juga menitipkan uang saku untuk membeli tiket bagi semuanya yang hadir.

Para Hafizh terlihat sangat senang diterima Mentan Amran dan mengabadikan momen pertemuan bersejarah itu.

Muhammad Restu Zikrullah yang berasal dari Lombok, NTB, menyampaikan terimaksh yang tak terhingga karena dalam mengikuti program bisa fokus belajar tanpa harus memikirkan hal-hal lain.

“Saya sangat berterimakasih karena dengan mengikuti program ini saya bisa lancar belajar tanpa terganggu,” katanya.

Zikrullah pernah mengalami hal menarik karena hafalannya tidak bisa maju. Dia pun bersedih.

“Hafalan saya sempat tertahan di juz dua. Rasanya tidak bisa masuk. Saya pun siam-diam menangis di belakang. Namun seiring berjalannya waktu, hafalan pun lancar dan saya sangat bersyukur,” ungkapnya.

BACA JUGA:  KKSS Gelar Buka Puasa Bersama dan Peringatan Nuzulul Qur’an di Kediaman Andi Amran Sulaiman, Dihadiri 3.000-an Warga

Hayyun Sahil yang berasal dari Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, mengungkapkan hal yang sama. Rasa syukur dan terima kasih kepada Mentan Amran melalui AAS Foundation dan ustadz Adi Hidayat (Quantum Akhyar Institute) yang memfasilitasi program ini.

“Di program ini kami menghafal Al-Quran selama 10 jam sehari. Kalau haru-hari biasa waktu-waktu tersebut digunakan untuk tidur, tapi di karantina ini digunakan untuk menghafal. Alhamdulillah, hasilnya memuaskan,” ungkap Sahil.

Direktur AAS Foundation, A.M. Rezki Mulyadi bersyukur atas keberhasilan peserta karantina hafidz Qur’an ini sebagai bagian program ASS Foundation. Ke depan, para alumni akan ikut dalam program yang dilaksanakan AAS Foundation.

“Kami akan ikutkan mereka dalam program-program AAS Foundation dan Masjid Andi Nurhadi,” kataa Rezki Mulyadi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru