SulawesiPos.com – Rezza Pratama Said merupakan pengusaha properti yang kini menjabat Wakil Ketua REI Sulawesi Selatan dan menjadi bakal calon Ketua REI Sulsel periode 2026–2029. Ia membawa pengalaman mengelola hunian komersial dan subsidi, sekaligus perjalanan bisnis yang dimulai dari pekerjaan subkontraktor pembangunan rumah ketika masih muda.
Rezza mengambil formulir pencalonan pada Senin (21/9/2026), sedangkan Musyawarah Daerah XV REI Sulsel dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2026 di Hotel Claro Makassar.
Proses itu menempatkannya dalam tahapan awal kontestasi bersama sejumlah nama lain, termasuk H Badris Salam.
Rezza Pratama Said lahir di Jakarta pada 24 Januari 1985.
Ia menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Perkapalan Universitas Hasanuddin dan tercatat sebagai alumnus pada 2003.
Latar pendidikan teknik perkapalan tidak membawanya bekerja di industri maritim.
Rezza justru berkembang di sektor properti setelah terlibat dalam usaha keluarga dan mempelajari pembangunan rumah dari pekerjaan paling dasar.
Ayahnya pernah berprofesi sebagai kapten kapal sebelum beralih menjadi pengembang perumahan.
Ketika sang ayah mulai membangun kawasan Villa Racing Centre pada 2007, Rezza masih berstatus mahasiswa tetapi sudah ikut belajar dan membantu mengembangkan bisnis tersebut.
Dari Teknik Perkapalan ke Bisnis Properti
Rezza mengawali kiprahnya di sektor properti sebagai subkontraktor pembangunan rumah.
Dari proyek yang awalnya menangani lima unit, pekerjaannya berkembang menjadi 10 unit dan menjadi pintu masuk untuk memahami konstruksi, pengadaan, pemasaran, serta pengelolaan proyek.
“Awal saya memang merintis di dunia properti ini berawal dari subkon. Subkon rumah yang unitnya dari 5 ke 10, berjalanlah,” kata Rezza.
Perusahaan pertama yang menjadi pijakan bisnis keluarganya adalah PT Patiarase Propertindo, yang didirikan ayahnya.
Dalam perkembangannya, Rezza memperluas usaha melalui sejumlah perusahaan, yakni PT Patiarase Propertindo, PT Patiarase Putra Properti, PT Indoproperti Sukses Gemilang, dan PT Esprezza Putra Agung.
Dua perusahaan disebut bergerak di segmen komersial, sedangkan dua lainnya mengembangkan perumahan subsidi.
Portofolio pengembangan yang dikaitkan dengan grup usaha tersebut mencakup Villa Racing Center, Grand Areopala, Ville Park Residenza, Rammang Residenza, Ambani Bandara Residenza, dan Swiss Park Residenza.
Pada segmen rumah subsidi, proyek yang disebut antara lain Villa Mutiara Madinah dan Griya Esprezza City.
Salah satu pengalaman penting Rezza adalah tetap melakukan ekspansi ketika sektor properti menghadapi kenaikan harga material bangunan dan suku bunga.
Melalui PT Patiarase Putra Property, ia memperkenalkan hunian Floriza di klaster Floraville, kawasan Ville Park Residenza, Barombong, Makassar, pada Juni 2026.
“Kami sebagai pengusaha tetap optimistis. Memang ada tantangan seperti harga material yang naik, tetapi kami tidak bisa hanya diam di tempat. Karena itu kami tetap meluncurkan Floriza sebagai pilihan investasi jangka panjang bagi masyarakat,” kata Rezza.
Ia menilai kawasan Barombong masih memiliki prospek jangka panjang, terutama dengan rencana pengembangan infrastruktur seperti penambahan Jembatan Barombong.
Pengalaman tersebut memperlihatkan cara Rezza mempertahankan pengembangan bisnis dengan membaca kebutuhan hunian, perkembangan kawasan, dan kemampuan pasar di tengah tekanan biaya.
Bisnis Keluarga dan Pengalaman Organisasi
Rezza tidak hanya mengelola bisnis properti, tetapi juga aktif dalam organisasi pengusaha dan profesi.
Ia pernah menjadi pengurus BPC HIPMI Makassar periode 2010–2013, Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan periode 2020–2025, serta Ketua Kompartemen Infrastruktur BPP HIPMI periode 2022–2025.
Ia juga tercatat pernah terlibat dalam KADIN Sulawesi Selatan, menjadi Bendahara Umum Ikatan Sarjana Teknik Perkapalan, dan memimpin Ikatan Alumni SMAN 1 Makassar periode 2019–2024.
Salah satu pengalaman organisasinya adalah ketika dipercaya menjadi Ketua Panitia HIPMI Sulsel Expo 2021.
Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku usaha dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Sandiaga Uno.
Di REI Sulsel, Rezza pernah menjabat Wakil Ketua Bidang Pengembangan Properti Ramah Lingkungan untuk periode 2023–2026 sebelum menjalankan peran sebagai Wakil Ketua.
Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan persoalan pengembang, mulai dari pembiayaan, hubungan dengan perbankan, kebijakan pemerintah, kebutuhan rumah subsidi, hingga tantangan pengembangan kawasan.
Menjelang Musda REI Sulsel, Rezza juga melakukan silaturahmi dengan sejumlah pengembang senior.
Pengalaman berkomunikasi dengan pengembang lintas generasi menjadi bagian dari konsolidasi Rezza sebelum mengikuti tahapan pemilihan.*ezza


