Dari Nol ke Bursa REI Sulsel, Badris Salam Komitmen Tumbuh Bersama

SulawesiPos.com — Niat untuk memajukan industri properti di Sulawesi Selatan mendorong Haji Badris Salam melangkah ke bursa pencalonan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan.

Membawa rekam jejak panjang di dunia konstruksi dan properti, ia menawarkan visi kepemimpinan yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.

Dalam wawancara khusus bersama SPos, di Kopi Mari, Jalan Boulevard, Selasa (22/9/2026), Haji Badris mengungkapkan visi utamanya untuk membawa REI Sulsel menjadi organisasi yang lebih solid, inklusif, bernurani, dan sejahtera.

“Visi kita adalah bagaimana kita solid, inklusif, bernurani, dan sejahtera. Solid artinya seluruh pengembang di Sulawesi Selatan tetap bersatu dan tumbuh bersama. Kita ingin semua anggota dapat saling mendukung,” ujar Haji Badris.

Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi dan sinergi yang kuat dengan para voters dan pengembang di daerah. Menurutnya, dalam organisasi, kepemimpinan harus memahami kondisi tim di mana pun mereka beraktivitas serta siap menerima masukan terkait kendala yang dihadapi di lapangan.

BACA JUGA:  Idris Manggabarani Dukung Rezza Said Pimpin DPD REI Sulsel
Haji Badris saat menjadi buruh bangunan dalam proyek renovasi Masjid Raya Makassar, sekitar tahun 1999-2005
Haji Badris saat menjadi buruh bangunan dalam proyek renovasi Masjid Raya Makassar, sekitar tahun 1999-2005

Berawal dari Buruh Harian

Perjalanan karier pengusaha berusia 51 tahun ini di bisnis properti tidak didapatkan secara instan. Ia menuturkan perjalanan hidupnya yang dimulai benar-benar dari level terbawah.

“Kami ini awalnya dari buruh harian, lalu jadi tukang, naik menjadi mandor, pemborong, hingga subkontraktor. Setelah itu baru masuk ke kontraktor dan akhirnya berpindah ke bisnis properti,” ungkapnya mengenang awal kariernya sekitar tahun 1998.

Keterlibatannya dalam proyek-proyek pembangunan besar seperti di kawasan Hotel Marannu, proyek bersama Bosowa, hingga proyek perumahan komersial di kawasan Sudiang pada tahun 2007 menjadi fondasi penting keberhasilannya sebagai pengembang.

Mendukung Program Pemerintah dan Mengantisipasi Kendala Hukum

Menatap masa depan industri properti di Sulsel, Haji Badris Salam optimistis sektor ini masih akan terus tumbuh pesat. Ia berkomitmen untuk menyelaraskan program REI Sulsel dengan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah, termasuk program penyediaan 3 juta rumah.

“Harapan kita, para pengembang di Sulsel siap menyiapkan hunian, khususnya rumah subsidi, tanpa mengesampingkan sektor komersial,” jelasnya.

BACA JUGA:  Maju Calon Ketua REI Sulsel, Badris Salam Dapat Dukungan dari Aksa Mahmud

Terkait tantangan regulasi lahan seperti aturan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) dan LSD (Lahan Sawah yang Dilindungi), ia mengingatkan para pengembang untuk selalu cermat dan mematuhi hukum agar terhindar dari permasalahan di kemudian hari.

“Kuncinya jangan melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah. Kita ingin pengusaha bisa tenang berusaha tanpa tersangkut persoalan hukum,” tegasnya.

Kunci Sukses: Kepercayaan dan Jaringan

Kepada para calon pengusaha properti muda yang ingin merintis bisnis dari awal, Haji Badris membagikan tips sederhana namun mendasar: menjaga integritas dan kepercayaan.

“Caranya simpel: perlihatkan karakter yang baik, perbaiki hubungan antarmanusia, jaga kepercayaan, dan selalu minta doa orang tua. Kepercayaan itu modal utama,” tuturnya.

Ia juga menambahkan pentingnya membangun jejaring (networking) yang harmonis dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, BPN, perbankan, hingga penyedia infrastruktur. Menurutnya, hubungan kerja sama yang baik akan memperlancar seluruh urusan perizinan dan operasional di lapangan.

 

SulawesiPos.com — Niat untuk memajukan industri properti di Sulawesi Selatan mendorong Haji Badris Salam melangkah ke bursa pencalonan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan.

Membawa rekam jejak panjang di dunia konstruksi dan properti, ia menawarkan visi kepemimpinan yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.

Dalam wawancara khusus bersama SPos, di Kopi Mari, Jalan Boulevard, Selasa (22/9/2026), Haji Badris mengungkapkan visi utamanya untuk membawa REI Sulsel menjadi organisasi yang lebih solid, inklusif, bernurani, dan sejahtera.

“Visi kita adalah bagaimana kita solid, inklusif, bernurani, dan sejahtera. Solid artinya seluruh pengembang di Sulawesi Selatan tetap bersatu dan tumbuh bersama. Kita ingin semua anggota dapat saling mendukung,” ujar Haji Badris.

Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi dan sinergi yang kuat dengan para voters dan pengembang di daerah. Menurutnya, dalam organisasi, kepemimpinan harus memahami kondisi tim di mana pun mereka beraktivitas serta siap menerima masukan terkait kendala yang dihadapi di lapangan.

BACA JUGA:  Idris Manggabarani Dukung Rezza Said Pimpin DPD REI Sulsel
Haji Badris saat menjadi buruh bangunan dalam proyek renovasi Masjid Raya Makassar, sekitar tahun 1999-2005
Haji Badris saat menjadi buruh bangunan dalam proyek renovasi Masjid Raya Makassar, sekitar tahun 1999-2005

Berawal dari Buruh Harian

Perjalanan karier pengusaha berusia 51 tahun ini di bisnis properti tidak didapatkan secara instan. Ia menuturkan perjalanan hidupnya yang dimulai benar-benar dari level terbawah.

“Kami ini awalnya dari buruh harian, lalu jadi tukang, naik menjadi mandor, pemborong, hingga subkontraktor. Setelah itu baru masuk ke kontraktor dan akhirnya berpindah ke bisnis properti,” ungkapnya mengenang awal kariernya sekitar tahun 1998.

Keterlibatannya dalam proyek-proyek pembangunan besar seperti di kawasan Hotel Marannu, proyek bersama Bosowa, hingga proyek perumahan komersial di kawasan Sudiang pada tahun 2007 menjadi fondasi penting keberhasilannya sebagai pengembang.

Mendukung Program Pemerintah dan Mengantisipasi Kendala Hukum

Menatap masa depan industri properti di Sulsel, Haji Badris Salam optimistis sektor ini masih akan terus tumbuh pesat. Ia berkomitmen untuk menyelaraskan program REI Sulsel dengan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah, termasuk program penyediaan 3 juta rumah.

“Harapan kita, para pengembang di Sulsel siap menyiapkan hunian, khususnya rumah subsidi, tanpa mengesampingkan sektor komersial,” jelasnya.

BACA JUGA:  Rezza Pratama Said Resmi Ambil Formulir Balon Ketua DPD REI Sulsel

Terkait tantangan regulasi lahan seperti aturan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) dan LSD (Lahan Sawah yang Dilindungi), ia mengingatkan para pengembang untuk selalu cermat dan mematuhi hukum agar terhindar dari permasalahan di kemudian hari.

“Kuncinya jangan melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah. Kita ingin pengusaha bisa tenang berusaha tanpa tersangkut persoalan hukum,” tegasnya.

Kunci Sukses: Kepercayaan dan Jaringan

Kepada para calon pengusaha properti muda yang ingin merintis bisnis dari awal, Haji Badris membagikan tips sederhana namun mendasar: menjaga integritas dan kepercayaan.

“Caranya simpel: perlihatkan karakter yang baik, perbaiki hubungan antarmanusia, jaga kepercayaan, dan selalu minta doa orang tua. Kepercayaan itu modal utama,” tuturnya.

Ia juga menambahkan pentingnya membangun jejaring (networking) yang harmonis dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, BPN, perbankan, hingga penyedia infrastruktur. Menurutnya, hubungan kerja sama yang baik akan memperlancar seluruh urusan perizinan dan operasional di lapangan.

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru