Brobbey Hattrick, City Tetap Menang 5-3 atas Sunderland

SulawesiPos.com – Kemenangan Manchester City atas Sunderland dengan skor 5-3 membuat salah satu pendukung The Citizens di Makassar ikut tegang sepanjang pertandingan.

Bobby (29), fans Manchester City asal Jalan Malino Antang, Makassar, menyebut laga tersebut seperti “senam jantung” karena City harus beberapa kali menghadapi tekanan dari Sunderland.

“Pertandingan ini benar-benar senam jantung. Sunderland terus mengejar ketinggalan dan pertandingan berjalan kacau,” ujar Bobby kepada SulawesiPos.com melalui WhatsApp, Senin (21/9/2026).

Bobby juga menyoroti penampilan Brian Brobbey yang mencetak hattrick ke gawang City.

Menurutnya, Brobbey sedang berada dalam performa terbaiknya atau “panah merah”, istilah yang biasa digunakan dalam gim untuk menggambarkan pemain yang sedang on fire.

Di sisi lain, Bobby menyayangkan lini belakang City yang dikawal Rúben Dias dan Guéhi beberapa kali kecolongan dan gagal menjaga pergerakan pemain Sunderland.

Meski demikian, Bobby memberikan apresiasi kepada Antoine Semenyo dan Rayan Cherki.

Ia memilih keduanya sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.

BACA JUGA:  Hasil PSIM vs Persita: Gol Adrian Purzycki Selamatkan Laskar Mataram di HUT ke-97

Menurut Bobby, Semenyo menunjukkan determinasi dan kekuatan fisik yang luar biasa.

Sementara Cherki dinilainya mampu menghadirkan kreativitas di lini tengah yang mengingatkannya pada gaya permainan Kevin De Bruyne ketika berada dalam performa terbaik.

“Cherki kreatif sekali. Permainannya mengingatkan saya dengan Kevin De Bruyne saat prime,” kata Bobby.

Bobby juga menyinggung Erling Haaland yang kembali mencatatkan rekor setelah mencetak gol ke gawang Sunderland.

Ia menilai Haaland telah menunjukkan status luar biasa di kompetisi Premier League.

Rekor Sempurna Man City

Manchester City mempertahankan rekor sempurna di Premier League setelah mengalahkan Sunderland 5-3 di Etihad Stadium, Minggu (20/9/2026).

Enzo Fernandez membuka keunggulan City melalui tendangan bebas sebelum Brian Brobbey menyamakan kedudukan.

Rayan Cherki kemudian membawa tuan rumah kembali unggul, tetapi Brobbey mencetak gol keduanya untuk membuat skor 2-2.

Antoine Semenyo kemudian mencetak dua gol untuk City, masing-masing sebelum jeda dan pada babak kedua.

BACA JUGA:  Brace Benjamin Sesko Tak Cukup, Laga Kontra Burnley Berakhir Imbang 2-2

Brobbey melengkapi hattricknya setelah gol keempat City, sebelum Erling Haaland menutup pertandingan pada menit ke-81.

Meski menang, laga tersebut memperlihatkan celah di pertahanan City.

Sunderland melepaskan 17 tembakan dan delapan di antaranya mengarah tepat ke gawang.

City juga sempat berada dalam tekanan setelah Rúben Dias melakukan penyelamatan penting dengan menyapu bola dari garis gawang.

Sunderland kemudian menuntut penalti karena dugaan handball Elliot Anderson.

Haaland akhirnya mencetak gol setelah pemeriksaan VAR membatalkan keputusan offside.

City Menang, Maresca Soroti Pertahanan

Pelatih Manchester City Enzo Maresca mengakui kemenangan tersebut tidak sepenuhnya berjalan sesuai kendali yang diharapkannya.

“Sejujurnya, saya lebih memilih menang 1-0 daripada 5-3. Saya tahu mereka sangat bagus. Mereka agresif tanpa bola dan memiliki senjata berbeda saat menguasai bola, termasuk Brobbey. Kami menemukan cara untuk memenangi pertandingan,” kata Maresca, dalam terjemahan bahasa Indonesia.

Maresca juga menyoroti tiga gol yang bersarang di gawang City.

“Dua dari tiga gol yang kami kebobolan terlalu mudah. Kami sudah memainkan tujuh pertandingan resmi dan semuanya berbeda. Kami harus belajar menjadi lebih baik,” ujarnya.

BACA JUGA:  Manchester United Tumbang 1-2 dari Leeds United, Okafor Jadi Mimpi Buruk

Di kubu Sunderland, pelatih Régis Le Bris menilai timnya tetap menunjukkan identitas permainan meski gagal membawa pulang poin.

“Kami memainkan sepak bola yang bagus. Ini kekalahan, tetapi kami bangga dengan level skuad. Melawan salah satu tim terbaik di Eropa, peluang-peluang kecil akan dihukum, dan itulah pelajaran hari ini,” kata Le Bris.

Antoine Semenyo juga menyebut pertandingan berlangsung sulit, terutama karena Sunderland kuat dalam duel udara, lemparan jauh, dan situasi bola mati.

“Kami melakukan apa yang bisa dilakukan secara kolektif, berjuang bersama, dan mendapatkan tiga poin,” ujar Semenyo.

Kemenangan tersebut menjadi kemenangan kelima Manchester City dari lima pertandingan Premier League.

Hasil itu membuat City tetap berada di puncak klasemen dengan keunggulan tiga poin menjelang jeda internasional, sementara Sunderland masih tanpa kemenangan.

SulawesiPos.com – Kemenangan Manchester City atas Sunderland dengan skor 5-3 membuat salah satu pendukung The Citizens di Makassar ikut tegang sepanjang pertandingan.

Bobby (29), fans Manchester City asal Jalan Malino Antang, Makassar, menyebut laga tersebut seperti “senam jantung” karena City harus beberapa kali menghadapi tekanan dari Sunderland.

“Pertandingan ini benar-benar senam jantung. Sunderland terus mengejar ketinggalan dan pertandingan berjalan kacau,” ujar Bobby kepada SulawesiPos.com melalui WhatsApp, Senin (21/9/2026).

Bobby juga menyoroti penampilan Brian Brobbey yang mencetak hattrick ke gawang City.

Menurutnya, Brobbey sedang berada dalam performa terbaiknya atau “panah merah”, istilah yang biasa digunakan dalam gim untuk menggambarkan pemain yang sedang on fire.

Di sisi lain, Bobby menyayangkan lini belakang City yang dikawal Rúben Dias dan Guéhi beberapa kali kecolongan dan gagal menjaga pergerakan pemain Sunderland.

Meski demikian, Bobby memberikan apresiasi kepada Antoine Semenyo dan Rayan Cherki.

Ia memilih keduanya sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.

BACA JUGA:  Hasil Sevilla vs Barcelona 1-3: Raphinha Cetak Hat-trick di Ramon Sanchez-Pizjuan

Menurut Bobby, Semenyo menunjukkan determinasi dan kekuatan fisik yang luar biasa.

Sementara Cherki dinilainya mampu menghadirkan kreativitas di lini tengah yang mengingatkannya pada gaya permainan Kevin De Bruyne ketika berada dalam performa terbaik.

“Cherki kreatif sekali. Permainannya mengingatkan saya dengan Kevin De Bruyne saat prime,” kata Bobby.

Bobby juga menyinggung Erling Haaland yang kembali mencatatkan rekor setelah mencetak gol ke gawang Sunderland.

Ia menilai Haaland telah menunjukkan status luar biasa di kompetisi Premier League.

Rekor Sempurna Man City

Manchester City mempertahankan rekor sempurna di Premier League setelah mengalahkan Sunderland 5-3 di Etihad Stadium, Minggu (20/9/2026).

Enzo Fernandez membuka keunggulan City melalui tendangan bebas sebelum Brian Brobbey menyamakan kedudukan.

Rayan Cherki kemudian membawa tuan rumah kembali unggul, tetapi Brobbey mencetak gol keduanya untuk membuat skor 2-2.

Antoine Semenyo kemudian mencetak dua gol untuk City, masing-masing sebelum jeda dan pada babak kedua.

BACA JUGA:  Neymar Isyaratkan Perpisahan dari Timnas Brasil usai Tersingkir di Piala Dunia 2026

Brobbey melengkapi hattricknya setelah gol keempat City, sebelum Erling Haaland menutup pertandingan pada menit ke-81.

Meski menang, laga tersebut memperlihatkan celah di pertahanan City.

Sunderland melepaskan 17 tembakan dan delapan di antaranya mengarah tepat ke gawang.

City juga sempat berada dalam tekanan setelah Rúben Dias melakukan penyelamatan penting dengan menyapu bola dari garis gawang.

Sunderland kemudian menuntut penalti karena dugaan handball Elliot Anderson.

Haaland akhirnya mencetak gol setelah pemeriksaan VAR membatalkan keputusan offside.

City Menang, Maresca Soroti Pertahanan

Pelatih Manchester City Enzo Maresca mengakui kemenangan tersebut tidak sepenuhnya berjalan sesuai kendali yang diharapkannya.

“Sejujurnya, saya lebih memilih menang 1-0 daripada 5-3. Saya tahu mereka sangat bagus. Mereka agresif tanpa bola dan memiliki senjata berbeda saat menguasai bola, termasuk Brobbey. Kami menemukan cara untuk memenangi pertandingan,” kata Maresca, dalam terjemahan bahasa Indonesia.

Maresca juga menyoroti tiga gol yang bersarang di gawang City.

“Dua dari tiga gol yang kami kebobolan terlalu mudah. Kami sudah memainkan tujuh pertandingan resmi dan semuanya berbeda. Kami harus belajar menjadi lebih baik,” ujarnya.

BACA JUGA:  Manchester City Gila! Haaland dan Doku Bungkam Brentford, Perebutan Gelar Premier League Makin Panas

Di kubu Sunderland, pelatih Régis Le Bris menilai timnya tetap menunjukkan identitas permainan meski gagal membawa pulang poin.

“Kami memainkan sepak bola yang bagus. Ini kekalahan, tetapi kami bangga dengan level skuad. Melawan salah satu tim terbaik di Eropa, peluang-peluang kecil akan dihukum, dan itulah pelajaran hari ini,” kata Le Bris.

Antoine Semenyo juga menyebut pertandingan berlangsung sulit, terutama karena Sunderland kuat dalam duel udara, lemparan jauh, dan situasi bola mati.

“Kami melakukan apa yang bisa dilakukan secara kolektif, berjuang bersama, dan mendapatkan tiga poin,” ujar Semenyo.

Kemenangan tersebut menjadi kemenangan kelima Manchester City dari lima pertandingan Premier League.

Hasil itu membuat City tetap berada di puncak klasemen dengan keunggulan tiga poin menjelang jeda internasional, sementara Sunderland masih tanpa kemenangan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru