Jalan Kajao Laliddong, Jejak Sang Cendekiawan di Balik Kebesaran Bone

Jejak Kajao Laliddong di Tengah Kota Makassar

Nama Kajao Laliddong kemudian diabadikan menjadi Jalan Kajaolalido di Kota Makassar.

Ruas ini memiliki panjang sekitar 500 meter dan menerapkan sistem satu arah. Letaknya berada di kawasan pusat kota, dekat dengan Karebosi, yang terus berkembang menjadi ruang pertemuan berbagai aktivitas masyarakat.

Suasana Jalan Kajoalalido

Salah satu fasilitas yang berada di Jalan Kajaolalido adalah Athirah Islamic School. Kehadiran lembaga pendidikan tersebut membuat ruas jalan ini menjadi bagian dari jaringan transportasi pusat kota, sekaligus berada di kawasan pendidikan.

Bagi masyarakat yang melintasinya hari ini, Kajaolalido mungkin hanya dikenal sebagai nama jalan. Namun, nama tersebut sesungguhnya membawa ingatan kepada tokoh dari Kerajaan Bone yang hidup sekitar lima abad lalu.

Dari lingkungan Kerajaan Bone hingga menjadi nama sebuah ruas jalan di Makassar, jejak itu memperlihatkan bahwa sejarah Sulawesi Selatan selain dibangun oleh raja dan panglima.

Ada pula para pemikir yang bekerja melalui gagasan dan diplomasi, dan Kajao Laliddong menjadi salah satu di antaranya.

BACA JUGA:  Jalan Datu Museng, Kisah Pejuang dan Cinta Tragis “Romeo-Juliet” Makassar

Jejak Kajao Laliddong di Tengah Kota Makassar

Nama Kajao Laliddong kemudian diabadikan menjadi Jalan Kajaolalido di Kota Makassar.

Ruas ini memiliki panjang sekitar 500 meter dan menerapkan sistem satu arah. Letaknya berada di kawasan pusat kota, dekat dengan Karebosi, yang terus berkembang menjadi ruang pertemuan berbagai aktivitas masyarakat.

Suasana Jalan Kajoalalido

Salah satu fasilitas yang berada di Jalan Kajaolalido adalah Athirah Islamic School. Kehadiran lembaga pendidikan tersebut membuat ruas jalan ini menjadi bagian dari jaringan transportasi pusat kota, sekaligus berada di kawasan pendidikan.

Bagi masyarakat yang melintasinya hari ini, Kajaolalido mungkin hanya dikenal sebagai nama jalan. Namun, nama tersebut sesungguhnya membawa ingatan kepada tokoh dari Kerajaan Bone yang hidup sekitar lima abad lalu.

Dari lingkungan Kerajaan Bone hingga menjadi nama sebuah ruas jalan di Makassar, jejak itu memperlihatkan bahwa sejarah Sulawesi Selatan selain dibangun oleh raja dan panglima.

Ada pula para pemikir yang bekerja melalui gagasan dan diplomasi, dan Kajao Laliddong menjadi salah satu di antaranya.

BACA JUGA:  Jalan Ali Malaka, Pejuang Makassar yang Pernah Diburu Westerling

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru