Rekomendasi Saham Hari Ini 19 Agustus 2026, Cermati BRMS hingga PANI

SulawesiPos.com – Rekomendasi saham hari ini, Rabu (19/8/2026), datang setelah IHSG menutup perdagangan Selasa (18/8/2026) menguat 47,94 poin atau 0,75 persen ke level 6.449,83.

Aktivitas perdagangan kemarin tetap ramai dengan frekuensi 2.188.845 kali, volume 33,7 miliar saham, dan nilai transaksi Rp14,8 triliun. Breadth pasar juga masih positif karena 399 saham menguat, 236 melemah, dan 159 stagnan.

Penguatan indeks terutama ditopang sektor energi yang melonjak 2,24 persen, disusul infrastruktur 1,65 persen dan transportasi 1,42 persen.

Di sisi lain, sektor keuangan justru turun 0,29 persen, sementara arus asing masih membukukan net sell sekitar Rp689 miliar, sehingga penguatan IHSG belum sepenuhnya lepas dari risiko profit taking.

Sentimen yang membentuk arah pasar hari ini datang dari dua sisi sekaligus. Dari domestik, pelaku pasar menunggu hasil RDG Bank Indonesia dengan konsensus yang masih mengarah pada BI Rate tetap di level 5,75 persen, sedangkan dari global investor mencermati FOMC Minutes, perlambatan ekonomi China dan Jepang, serta tensi Amerika Serikat-Iran yang berpotensi menjaga harga minyak tetap sensitif.

BACA JUGA:  IHSG Dua Kali Trading Halt, Dirut BEI Iman Rachman Resmi Mengundurkan Diri

Secara teknikal, MNC Sekuritas menyiapkan skenario agresif bahwa IHSG masih berpeluang menguat ke area 6.512 sampai 6.544, tetapi tetap perlu mencermati koreksi jangka pendek ke 6.379 sampai 6.437.

Dalam skenario yang lebih defensif, MNC juga mengingatkan indeks rawan terkoreksi lebih dalam ke rentang 6.056 sampai 6.230 bila tekanan jual kembali dominan.

Skenario kedua datang dari BRI Danareksa Sekuritas yang melihat gerak IHSG cenderung terbatas dengan support 6.400 sampai 6.430 dan resistance 6.490.

Pembacaan ini muncul setelah candle indeks membentuk shooting star di area 6.491, yang menandakan pasar masih rentan konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Sebelum masuk ke saham pilihan utama, radar umum pasar hari ini juga memuat beberapa nama dari sekuritas lain.

Phintraco Sekuritas menempatkan TKIM, AADI, WIFI, CTRA, dan TOWR dalam daftar top picks, sedangkan BNI Sekuritas mencermati BBCA, PADA, TPIA, CUAN, ANTM, dan PANI.

BACA JUGA:  Berikut Prediksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Senin, 13 April 2026

Fokus utama hari ini tetap mengarah ke empat saham pilihan MNC Sekuritas yang sudah dibekali area buy on weakness, target harga, dan stop loss yang lebih rinci.

BRMS

PT Bumi Resources Minerals Tbk ditutup menguat 4,03 persen ke level 645 dan disertai peningkatan volume pembelian, menandakan minat pasar pada saham ini masih terjaga setelah ikut menopang laju indeks pada sesi sebelumnya.

Secara teknikal, BRMS dinilai sedang berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C). Area buy on weakness dipetakan di 620 sampai 645, dengan target harga 695 hingga 725 dan stop loss di bawah 605.

PGEO

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk naik 0,46 persen ke level 1.100 dan masih bergerak di atas MA200, menunjukkan struktur teknikalnya belum rusak meski pasar mulai lebih selektif.

MNC Sekuritas menilai PGEO berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 1. Area buy on weakness berada di 975 sampai 1.060, target harga 1.160 hingga 1.205, dengan stop loss di bawah 955.

BACA JUGA:  Purbaya Respons IHSG Anjlok Usai Pengumuman BUMN Ekspor: Investor Masih Menunggu Kepastian

TAPG

PT Triputra Agro Persada Tbk menguat 2,23 persen ke level 1.830 dan masih didominasi volume pembelian, sehingga tetap menarik dipantau di tengah perhatian pasar pada saham-saham berbasis komoditas dan agribisnis.

Dalam pembacaan teknikal MNC, TAPG sedang berada di awal wave [v] dari wave C. Area buy on weakness dipatok pada 1.795 sampai 1.820, target harga 1.890 hingga 1.945, dan stop loss di bawah 1.770.

UNTR

PT United Tractors Tbk menguat tipis 0,21 persen ke level 23.325, tetapi tetap disertai peningkatan volume pembelian meski belum mampu menembus MA60.

Karena itu, UNTR lebih cocok dibaca sebagai trading buy ketimbang buy on weakness agresif. Area masuk berada di 23.225 sampai 23.300, target harga 24.850 hingga 25.825, dan stop loss di bawah 23.075.

SulawesiPos.com – Rekomendasi saham hari ini, Rabu (19/8/2026), datang setelah IHSG menutup perdagangan Selasa (18/8/2026) menguat 47,94 poin atau 0,75 persen ke level 6.449,83.

Aktivitas perdagangan kemarin tetap ramai dengan frekuensi 2.188.845 kali, volume 33,7 miliar saham, dan nilai transaksi Rp14,8 triliun. Breadth pasar juga masih positif karena 399 saham menguat, 236 melemah, dan 159 stagnan.

Penguatan indeks terutama ditopang sektor energi yang melonjak 2,24 persen, disusul infrastruktur 1,65 persen dan transportasi 1,42 persen.

Di sisi lain, sektor keuangan justru turun 0,29 persen, sementara arus asing masih membukukan net sell sekitar Rp689 miliar, sehingga penguatan IHSG belum sepenuhnya lepas dari risiko profit taking.

Sentimen yang membentuk arah pasar hari ini datang dari dua sisi sekaligus. Dari domestik, pelaku pasar menunggu hasil RDG Bank Indonesia dengan konsensus yang masih mengarah pada BI Rate tetap di level 5,75 persen, sedangkan dari global investor mencermati FOMC Minutes, perlambatan ekonomi China dan Jepang, serta tensi Amerika Serikat-Iran yang berpotensi menjaga harga minyak tetap sensitif.

BACA JUGA:  IHSG Dua Kali Trading Halt, Dirut BEI Iman Rachman Resmi Mengundurkan Diri

Secara teknikal, MNC Sekuritas menyiapkan skenario agresif bahwa IHSG masih berpeluang menguat ke area 6.512 sampai 6.544, tetapi tetap perlu mencermati koreksi jangka pendek ke 6.379 sampai 6.437.

Dalam skenario yang lebih defensif, MNC juga mengingatkan indeks rawan terkoreksi lebih dalam ke rentang 6.056 sampai 6.230 bila tekanan jual kembali dominan.

Skenario kedua datang dari BRI Danareksa Sekuritas yang melihat gerak IHSG cenderung terbatas dengan support 6.400 sampai 6.430 dan resistance 6.490.

Pembacaan ini muncul setelah candle indeks membentuk shooting star di area 6.491, yang menandakan pasar masih rentan konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Sebelum masuk ke saham pilihan utama, radar umum pasar hari ini juga memuat beberapa nama dari sekuritas lain.

Phintraco Sekuritas menempatkan TKIM, AADI, WIFI, CTRA, dan TOWR dalam daftar top picks, sedangkan BNI Sekuritas mencermati BBCA, PADA, TPIA, CUAN, ANTM, dan PANI.

BACA JUGA:  Purbaya Respons IHSG Anjlok Usai Pengumuman BUMN Ekspor: Investor Masih Menunggu Kepastian

Fokus utama hari ini tetap mengarah ke empat saham pilihan MNC Sekuritas yang sudah dibekali area buy on weakness, target harga, dan stop loss yang lebih rinci.

BRMS

PT Bumi Resources Minerals Tbk ditutup menguat 4,03 persen ke level 645 dan disertai peningkatan volume pembelian, menandakan minat pasar pada saham ini masih terjaga setelah ikut menopang laju indeks pada sesi sebelumnya.

Secara teknikal, BRMS dinilai sedang berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C). Area buy on weakness dipetakan di 620 sampai 645, dengan target harga 695 hingga 725 dan stop loss di bawah 605.

PGEO

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk naik 0,46 persen ke level 1.100 dan masih bergerak di atas MA200, menunjukkan struktur teknikalnya belum rusak meski pasar mulai lebih selektif.

MNC Sekuritas menilai PGEO berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 1. Area buy on weakness berada di 975 sampai 1.060, target harga 1.160 hingga 1.205, dengan stop loss di bawah 955.

BACA JUGA:  IHSG Menguat di Tengah Tekanan Global, Pasar Waspadai Isu Greenland

TAPG

PT Triputra Agro Persada Tbk menguat 2,23 persen ke level 1.830 dan masih didominasi volume pembelian, sehingga tetap menarik dipantau di tengah perhatian pasar pada saham-saham berbasis komoditas dan agribisnis.

Dalam pembacaan teknikal MNC, TAPG sedang berada di awal wave [v] dari wave C. Area buy on weakness dipatok pada 1.795 sampai 1.820, target harga 1.890 hingga 1.945, dan stop loss di bawah 1.770.

UNTR

PT United Tractors Tbk menguat tipis 0,21 persen ke level 23.325, tetapi tetap disertai peningkatan volume pembelian meski belum mampu menembus MA60.

Karena itu, UNTR lebih cocok dibaca sebagai trading buy ketimbang buy on weakness agresif. Area masuk berada di 23.225 sampai 23.300, target harga 24.850 hingga 25.825, dan stop loss di bawah 23.075.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru