SulawesiPos.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada perdagangan Selasa (14/4/2026), dengan kenaikan sebesar 2,34% ke level 7.675.
Kenaikan ini didukung oleh dominasi volume pembelian yang meningkat, sekaligus menandakan bahwa target penguatan minimal yang sebelumnya diproyeksikan telah tercapai.
Secara teknikal, pergerakan IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave A pada label hitam atau bagian dari wave B pada label merah.
Kondisi ini membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan ke rentang 7.700–7.843, sekaligus menguji area resistance terdekatnya.
Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek.
Area koreksi terdekat diperkirakan berada pada kisaran 7.587–7.639, dengan level support berada di 7.488 dan 7.351, serta resistance di 7.700 dan 7.861.
Rekomendasi Saham
1. BBNI
Sejumlah saham juga mencatatkan pergerakan menarik dan direkomendasikan untuk dicermati. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat 1,63% ke level 3.740, didukung oleh peningkatan volume pembelian. Secara teknikal, BBNI diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (5), dengan rekomendasi speculative buy di rentang 3.690–3.730 dan target harga di 3.850 hingga 3.950.
2. HRTA
Sementara itu, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menguat 2,82% ke level 2.550. Kenaikan ini juga didukung oleh volume pembelian, meski masih tertahan oleh MA60. Posisi HRTA diperkirakan berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C, dengan rekomendasi buy on weakness di rentang 2.480–2.540 dan target harga 2.760 hingga 2.900.
3. NICL
Penguatan juga terjadi pada saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NICL) yang naik 3,19% ke level 970, didukung oleh volume pembelian yang meningkat. Secara teknikal, NICL diperkirakan berada pada bagian dari wave [c] dari wave A dari wave (B), dengan area buy on weakness di 910–950 dan target harga 1.010 hingga 1.060.
4. TINS
Adapun saham PT Timah Tbk (TINS) mencatat penguatan signifikan sebesar 7,05% ke level 3.950, dengan dominasi volume pembelian yang kuat. Posisi TINS saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave C dari wave (B), dengan rekomendasi buy on weakness di rentang 3.780–3.910 dan target harga di 4.110 hingga 4.260.
Secara keseluruhan, tren penguatan IHSG masih terbuka, namun investor disarankan tetap waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek dan memperhatikan level-level teknikal yang krusial dalam pengambilan keputusan investasi.
Disclaimer: Rekomendasi ini merupakan analisis teknikal dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada pada masing-masing investor.

