SulawesiPos.com – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan seorang lansia asal Kabupaten Wajo yang sebelumnya dilaporkan tenggelam dan terseret arus saluran irigasi di Desa Wage, Kecamatan Sabbang Paru, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Korban diketahui bernama Langasi (70). Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Selasa (26/5/2026), sekitar 71 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut.
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan melakukan operasi pencarian terhadap korban yang dilaporkan terjatuh ke saluran irigasi dan terbawa arus pada Minggu (24/5/2026).
Informasi kejadian diterima petugas Comm Center Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar dari BPBD Wajo pada pukul 15.20 Wita.
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Korban dilaporkan tenggelam dan terseret arus saluran irigasi yang berada sekitar 600 meter dari rumahnya.
Menurut keterangan saksi, korban sempat terlihat terbawa arus dan warga sekitar berupaya memberikan pertolongan. Namun derasnya arus saluran irigasi membuat upaya penyelamatan tidak berhasil dilakukan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Bone diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 15.35 Wita dengan membawa sejumlah peralatan pendukung operasi SAR.
Dengan waktu tempuh sekitar dua jam, tim tiba di lokasi pada malam hari dan langsung berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta keluarga korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel dan peralatan guna mempercepat pencarian korban.
“Setelah menerima informasi dari BPBD Wajo, kami segera menggerakkan Tim Rescue Pos SAR Bone menuju lokasi kejadian. Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian dengan menyisir area saluran irigasi dan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik keberadaan korban,” ujar Arif.
Pada hari kedua pencarian, Senin (25/5/2026), operasi SAR diperluas dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan pencarian hingga ke Sungai Walanae.
SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan metode body rafting dari lokasi kejadian menuju muara saluran irigasi yang terhubung ke Sungai Walanae sejauh kurang lebih 1 kilometer.
Sementara SRU 2 melakukan pencarian menggunakan dua unit perahu karet di Sungai Walanae mulai dari muara saluran irigasi hingga wilayah Bonto Tenne sejauh sekitar 5 kilometer.
Sedangkan SRU 3 melakukan pencarian menggunakan satu unit perahu karet dari Bonto Tenne hingga Jembatan Cappie sejauh sekitar 5 kilometer.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur di antaranya Basarnas, SAR Brimob, BPBD Kabupaten Wajo, Damkar Kabupaten Wajo, PMI Wajo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat.
Korban akhirnya ditemukan pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.30 Wita setelah aparat Desa Latonro, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone menginformasikan adanya penemuan jasad di koordinat 4°20’39.0″S 120°22’42.8″E atau sekitar 71 kilometer dari lokasi kejadian awal.
Tim SAR gabungan kemudian tiba di Kelurahan Cenrana pada pukul 11.30 Wita dan langsung bergerak menuju titik penemuan menggunakan perahu karet. Sekitar pukul 12.00 Wita, tim tiba di lokasi dan segera melakukan evakuasi korban.
Pada pukul 12.30 Wita, tim bersama jenazah korban tiba kembali di Kelurahan Cenrana. Selanjutnya korban langsung diberangkatkan menuju rumah duka di Desa Wage, Kecamatan Sabbang Paru, Kabupaten Wajo. (kar)

