Lansia di Soppeng Ditemukan Meninggal Setelah Lima Hari Hilang Terseret Arus

SulawesiPos.com – Lansia di Soppeng, Hatta Dg Manessa, ditemukan meninggal dunia setelah lima hari dilaporkan hilang di Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng. Korban berusia 71 tahun itu diduga terseret arus sungai saat hendak menyeberang menuju kebunnya pada Jumat (12/6/2026).

Korban ditemukan Tim SAR gabungan pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 15.50 Wita. Penemuan itu mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, pemerintah setempat, keluarga, dan masyarakat.

Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, membenarkan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dievakuasi, jenazah korban diidentifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Betul, sudah ditemukan. Korban meninggal dunia,” ujar Andi Sultan, Kamis (18/6/2026).

Korban Ditemukan 1,6 Kilometer dari Rumah

Hatta ditemukan sekitar 1,6 kilometer dari rumahnya. Titik penemuan berada pada jarak 358 derajat dari titik awal pencarian yang menjadi acuan tim di lapangan.

“Ditemukan sekitar 1,6 kilometer dari rumahnya, 358 derajat dari titik awal pencarian,” kata Andi Sultan.

BACA JUGA:  Debit Air Meningkat, Pencarian Pemuda Hilang di Sungai Rongkong Belum Membuahkan Hasil

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa untuk proses identifikasi. Setelah proses itu selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Komandan Pos SAR Bone, Masrur, mengatakan operasi pencarian resmi ditutup setelah korban berhasil ditemukan. Penutupan operasi dilakukan karena target pencarian sudah ditemukan oleh tim gabungan.

“Dengan ini operasi pencarian ditutup secara resmi,” tegas Masrur.

Hilang Saat Hendak Menyeberang ke Kebun

Sebelumnya, Hatta dilaporkan hilang sejak Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 17.30 Wita. Korban diduga terseret arus ketika menyeberangi sungai menuju kebunnya di Desa Abbanuange.

Pada hari-hari awal pencarian, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Memasuki hari ketiga, pencarian masih nihil meski sejumlah jalur yang dicurigai sudah disisir.

Tim SAR gabungan membagi pencarian dalam dua Search and Rescue Unit atau SRU. Pembagian ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian di area aliran air, jalur darat, dan kawasan kebun.

SRU 1 menyisir jalur darat ke arah hilir irigasi melalui rute yang diduga dilalui korban. Tim menyisir sekitar lima kilometer untuk mencari tanda-tanda keberadaan Hatta di sekitar aliran air.

BACA JUGA:  Penemuan Korban Kedua ATR 42-500 Dekat Kepala Pesawat

“Tim menyisir sepanjang kurang lebih lima kilometer untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban di sekitar aliran air dan area sekitarnya,” ujar Masrur.

Sementara itu, SRU 2 menyisir kawasan kebun dan sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi korban. Pencarian dilakukan dalam radius sekitar tiga kilometer dari titik terakhir yang diperkirakan dilalui korban.

“Pencarian dilakukan dalam radius sekitar tiga kilometer dari titik yang diperkirakan terakhir dilalui korban,” lanjutnya.

Selain itu, cuaca selama proses pencarian cukup mendukung dan tidak menjadi kendala bagi tim. Meski begitu, korban baru ditemukan setelah lima hari operasi pencarian berlangsung.

Operasi pencarian di Soppeng itu resmi ditutup setelah jenazah Hatta ditemukan dan diserahkan kepada keluarga. Peristiwa ini menjadi pengingat risiko warga yang beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat harus menyeberang menuju kebun.

SulawesiPos.com – Lansia di Soppeng, Hatta Dg Manessa, ditemukan meninggal dunia setelah lima hari dilaporkan hilang di Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng. Korban berusia 71 tahun itu diduga terseret arus sungai saat hendak menyeberang menuju kebunnya pada Jumat (12/6/2026).

Korban ditemukan Tim SAR gabungan pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 15.50 Wita. Penemuan itu mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, pemerintah setempat, keluarga, dan masyarakat.

Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, membenarkan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dievakuasi, jenazah korban diidentifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Betul, sudah ditemukan. Korban meninggal dunia,” ujar Andi Sultan, Kamis (18/6/2026).

Korban Ditemukan 1,6 Kilometer dari Rumah

Hatta ditemukan sekitar 1,6 kilometer dari rumahnya. Titik penemuan berada pada jarak 358 derajat dari titik awal pencarian yang menjadi acuan tim di lapangan.

“Ditemukan sekitar 1,6 kilometer dari rumahnya, 358 derajat dari titik awal pencarian,” kata Andi Sultan.

BACA JUGA:  Basarnas Perketat Pengawasan Jalur Mudik di Bone, Personel Disiagakan di Titik Strategis

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa untuk proses identifikasi. Setelah proses itu selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Komandan Pos SAR Bone, Masrur, mengatakan operasi pencarian resmi ditutup setelah korban berhasil ditemukan. Penutupan operasi dilakukan karena target pencarian sudah ditemukan oleh tim gabungan.

“Dengan ini operasi pencarian ditutup secara resmi,” tegas Masrur.

Hilang Saat Hendak Menyeberang ke Kebun

Sebelumnya, Hatta dilaporkan hilang sejak Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 17.30 Wita. Korban diduga terseret arus ketika menyeberangi sungai menuju kebunnya di Desa Abbanuange.

Pada hari-hari awal pencarian, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Memasuki hari ketiga, pencarian masih nihil meski sejumlah jalur yang dicurigai sudah disisir.

Tim SAR gabungan membagi pencarian dalam dua Search and Rescue Unit atau SRU. Pembagian ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian di area aliran air, jalur darat, dan kawasan kebun.

SRU 1 menyisir jalur darat ke arah hilir irigasi melalui rute yang diduga dilalui korban. Tim menyisir sekitar lima kilometer untuk mencari tanda-tanda keberadaan Hatta di sekitar aliran air.

BACA JUGA:  Korban Hanyut di Sungai Rongkong Luwu Utara Ditemukan 8 Kilometer dari Lokasi Awal

“Tim menyisir sepanjang kurang lebih lima kilometer untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban di sekitar aliran air dan area sekitarnya,” ujar Masrur.

Sementara itu, SRU 2 menyisir kawasan kebun dan sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi korban. Pencarian dilakukan dalam radius sekitar tiga kilometer dari titik terakhir yang diperkirakan dilalui korban.

“Pencarian dilakukan dalam radius sekitar tiga kilometer dari titik yang diperkirakan terakhir dilalui korban,” lanjutnya.

Selain itu, cuaca selama proses pencarian cukup mendukung dan tidak menjadi kendala bagi tim. Meski begitu, korban baru ditemukan setelah lima hari operasi pencarian berlangsung.

Operasi pencarian di Soppeng itu resmi ditutup setelah jenazah Hatta ditemukan dan diserahkan kepada keluarga. Peristiwa ini menjadi pengingat risiko warga yang beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat harus menyeberang menuju kebun.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru