SulawesiPos.com – Lima remaja diamankan aparat kepolisian saat kedapatan hendak membongkar material besi dari halte bus terbengkalai di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa malam, 11 Agustus 2026.
Pengamanan dilakukan personel Opsnal Satintelkam Polrestabes Makassar di tengah patroli yang diperketat setelah maraknya aksi vandalisme dan pencurian plat besi fasilitas umum di kota itu.
Aksi penindakan tersebut kemudian ramai diperbincangkan setelah videonya beredar di media sosial dan diunggah akun resmi @detik_sulsel pada malam yang sama.
Polisi menyebut lima remaja itu diamankan ketika pembongkaran baru akan dimulai, sehingga status mereka belum ditetapkan sebagai tersangka.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni mengatakan petugas lebih dulu curiga melihat aktivitas sekelompok remaja di sekitar halte yang sudah lama tidak aktif.
Saat didekati, mereka kedapatan tengah bersiap melakukan pembongkaran struktur besi halte.
Polisi Sita Bentor dan Linggis di Lokasi
Dari lokasi kejadian, polisi menyita satu unit becak motor atau bentor yang diduga disiapkan untuk mengangkut material besi, serta sebuah linggis yang akan dipakai mencungkil bagian halte.
Barang bukti itu kini ikut diamankan untuk melengkapi pemeriksaan.
Kelima remaja yang diamankan terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan, yakni AL berusia 16 tahun, AR 17 tahun, RA 17 tahun, MH 17 tahun, dan DA 18 tahun.
“Kelima remaja tersebut kami amankan di sekitar Jalan Urip Sumoharjo saat kedapatan hendak membongkar material besi halte bus. Saat ini mereka masih dalam pemeriksaan lebih lanjut di polsek, dan kami juga berkoordinasi dengan Pemkot Makassar selaku pemilik aset fasilitas umum tersebut,” ungkap Iptu Uji Mughni.
Pemeriksaan Berlanjut, Pemkot Dilibatkan
Polsek Panakkukang masih memeriksa para remaja tersebut sambil berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar sebagai pemilik aset halte untuk melengkapi laporan resmi.
Polisi menekankan bahwa seluruh bukti awal sudah dikantongi dari lokasi saat pengamanan dilakukan.
Uji juga mengingatkan orang tua agar lebih ketat mengawasi pergaulan anak remaja, terutama di tengah maraknya aksi perusakan fasilitas umum yang belakangan viral di Makassar.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk senantiasa mengawasi pergaulan anak-anak remaja agar tidak terjerumus pada tindakan melanggar hukum yang merugikan fasilitas publik,” tambahnya.

