SulawesiPos.com – New Makassar Mall di Jalan KH Agus Salim, Kota Makassar, tampak lengang dalam video yang beredar di media sosial, Senin (28/9/2026).
Rekaman itu memperlihatkan area mall masih terang, tetapi sebagian besar toko yang terlihat dalam video tutup dan tidak menunjukkan aktivitas jual-beli yang ramai.
Video tersebut kemudian memicu komentar warganet. Sejumlah pengguna mengusulkan penambahan fasilitas hiburan hingga perubahan fungsi ruang agar kawasan yang sejak lama dikenal sebagai pusat perdagangan itu kembali menarik pengunjung.
Salah satu pengguna, Joseph Sunny, mengusulkan kehadiran bioskop sebagai daya tarik baru.
“Kalo mau rame, kasi ada bioskop di situ,” katanya.
Pengguna lain, Nito Chayadi, menyarankan agar kawasan itu dikembangkan sebagai mal pelayanan publik yang menggabungkan berbagai layanan pemerintahan dalam satu lokasi.
“Mungkin bagus kalau jadi mall pelayanan publik biar orang ndak keluar masuk kantor mi, ada semua mi di situ, lebih efisien waktu, macet berkurang sedikit di jalan karena sudah berkumpul di satu tempat dan paling penting cuma 1 kali ji orang bayar parkir,” tambahnya.
Sementara itu, Echo menilai pengelola perlu menambah fasilitas hiburan dan area bermain sebelum berharap aktivitas perdagangan ikut meningkat.
“Pengelola tidak bisa amati tiru modifikasi mall-mall rame karena apa, perbanyak tempat hiburan dulu tempat bermain anak, bioskop, timezone, kalo pengunjung sudah banyak bonusnya itu tenant jualan bisa rame,” tulis Echo.
Pasar Tradisional ke New Makassar Mall
New Makassar Mall yang juga dikenal sebagai Pasar Sentral Makassar berada di kawasan Jalan KH Agus Salim, Makassar.
Sebelum tampil sebagai pusat perdagangan modern, kawasan tersebut dikenal sebagai pasar tradisional yang menjadi salah satu titik aktivitas ekonomi masyarakat Kota Makassar.
Catatan pemberitaan ANTARA menyebut Pasar Sentral dibangun mulai 1991 oleh PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) melalui skema hak guna bangunan dan build operate and transfer (BOT) dengan masa pemakaian 25 tahun. Bangunan awalnya disebut memiliki empat lantai.
Dalam perkembangannya, kawasan itu ditata dan dibangun kembali hingga berubah menjadi gedung New Makassar Mall dengan sembilan lantai, termasuk area basement.
Zona perdagangan membentang dari basement hingga lantai 5, sedangkan lantai 6 diperuntukkan sebagai area parkir dan lantai 7 digunakan untuk kantor pengelola serta masjid.
Perubahan fisik tersebut tidak serta-merta menghapus persoalan lama di kawasan Pasar Sentral.
Sejumlah pedagang sempat bersengketa dengan pengelola terkait relokasi, kepemilikan atau penempatan lods, serta harga area jualan setelah pembangunan kembali.
Riwayat Kebakaran Pasar Sentral
Sejarah Pasar Sentral Makassar beberapa kali diwarnai kebakaran besar. Berikut rangkaian peristiwa dan perubahan kawasan tersebut dari masa ke masa:
- Sebelum 1990: Pasar Sentral masih berupa pasar tradisional dengan hamparan kios yang sangat padat. Sebagian bangunannya bersifat semi-permanen sehingga kawasan tersebut cukup rentan terhadap kebakaran.
- 1990: Kebakaran besar melanda kawasan pasar dan menghanguskan ribuan kios pedagang. Peristiwa ini kemudian menjadi titik awal pembangunan kembali kawasan Pasar Sentral.
- 1991–1994: Pemerintah melakukan pembangunan ulang di lokasi bekas kebakaran. Proyek ini bukan pembangunan awal Pasar Sentral, melainkan penataan kembali pasar tradisional menjadi gedung pasar modern bertingkat.
- Juni 2011: Kebakaran kembali melanda kawasan Pasar Sentral. Api berkobar sekitar 12 jam dan menghanguskan ribuan kios yang menjual pakaian, alas kaki hingga kain.
- Mei 2014: Kebakaran besar kembali terjadi. Sekitar 106 ruko dan ribuan lapak pedagang dilaporkan hangus. Kondisi kawasan yang padat serta instalasi listrik yang semrawut turut disebut sebagai faktor yang meningkatkan kerawanan kebakaran.
- Desember 2022: Kebakaran kembali terjadi di Blok B Selatan. Sebanyak 931 kios yang mayoritas ditempati pedagang pakaian dan tekstil terbakar. Hasil investigasi Puslabfor Polri menyebut api terbuka (open flame), seperti puntung rokok atau obat nyamuk, menjadi pemicu kebakaran setelah membakar material yang mudah terbakar di sekitar lokasi.


