Pengurus OSIS SMP di Makassar Jadi Korban Pengeroyokan, Insiden Dipicu Pemeriksaan Tas Diduga Berisi Vape

SulawesiPos.com – Seorang pelajar yang tercatat sebagai pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di salah satu SMP di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi korban pengeroyokan oleh teman sebayanya. Peristiwa kekerasan tersebut ramai diperbincangkan setelah videonya beredar luas di media sosial.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden bermula saat korban memeriksa tas milik seorang siswa lain karena mencurigai adanya rokok elektrik atau vape. Pemeriksaan itu terjadi di depan ruang kelas dan disaksikan banyak siswa.

Dalam rekaman video amatir yang viral, terlihat beberapa siswa menyerang korban secara bersamaan. Mereka memukul tanpa ampun meski sejumlah pelajar lain sempat mencoba melerai keributan tersebut.

Aksi kekerasan terus berlanjut hingga korban terjatuh di lantai koridor sekolah dalam kondisi lemas dan hampir kehilangan kesadaran. Beberapa siswi yang berada di lokasi tampak panik dan segera menghampiri korban untuk memeriksa kondisi kepalanya yang diduga mengalami luka cukup serius akibat pukulan bertubi-tubi.

BACA JUGA:  Viral! Perselingkuhan Karyawan Toko dan Suami Owner di Bulukumba, Disebut Bukan Kali Pertama

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, korban berinisial MAR (13) saat itu tengah menjalankan perannya sebagai pengurus OSIS. Ia berinisiatif melakukan pemeriksaan tas tanpa pendampingan guru pengawas.

Tindakan tersebut rupanya memicu emosi pemilik tas. Pelaku diduga tersinggung dan marah, lalu mengajak sejumlah temannya hingga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap korban.

Kapolsek Biringkanaya, AKP Setiawan Malik mengatakan, jajarannya langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah setelah kejadian tersebut.

“Kami bersama manajemen sekolah langsung bergerak cepat memfasilitasi forum mediasi. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh kedua orang tua siswa yang terlibat, kepala sekolah, serta aparat kepolisian setempat,” ujar AKP Setiawan Malik, Senin (8/6/2026).

Saat ini, kepolisian belum menerima laporan pidana resmi terkait kasus tersebut. Aparat masih mengedepankan pendekatan diversi dan mendorong penyelesaian secara kekeluargaan, mengingat korban dan para terduga pelaku masih berstatus pelajar di bawah umur.

SulawesiPos.com – Seorang pelajar yang tercatat sebagai pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di salah satu SMP di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi korban pengeroyokan oleh teman sebayanya. Peristiwa kekerasan tersebut ramai diperbincangkan setelah videonya beredar luas di media sosial.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden bermula saat korban memeriksa tas milik seorang siswa lain karena mencurigai adanya rokok elektrik atau vape. Pemeriksaan itu terjadi di depan ruang kelas dan disaksikan banyak siswa.

Dalam rekaman video amatir yang viral, terlihat beberapa siswa menyerang korban secara bersamaan. Mereka memukul tanpa ampun meski sejumlah pelajar lain sempat mencoba melerai keributan tersebut.

Aksi kekerasan terus berlanjut hingga korban terjatuh di lantai koridor sekolah dalam kondisi lemas dan hampir kehilangan kesadaran. Beberapa siswi yang berada di lokasi tampak panik dan segera menghampiri korban untuk memeriksa kondisi kepalanya yang diduga mengalami luka cukup serius akibat pukulan bertubi-tubi.

BACA JUGA:  Siswi SMP Korban Bullying di Gowa Alami Trauma, DPPPA dan Dinsos Siapkan Pendampingan Psikologi

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, korban berinisial MAR (13) saat itu tengah menjalankan perannya sebagai pengurus OSIS. Ia berinisiatif melakukan pemeriksaan tas tanpa pendampingan guru pengawas.

Tindakan tersebut rupanya memicu emosi pemilik tas. Pelaku diduga tersinggung dan marah, lalu mengajak sejumlah temannya hingga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap korban.

Kapolsek Biringkanaya, AKP Setiawan Malik mengatakan, jajarannya langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah setelah kejadian tersebut.

“Kami bersama manajemen sekolah langsung bergerak cepat memfasilitasi forum mediasi. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh kedua orang tua siswa yang terlibat, kepala sekolah, serta aparat kepolisian setempat,” ujar AKP Setiawan Malik, Senin (8/6/2026).

Saat ini, kepolisian belum menerima laporan pidana resmi terkait kasus tersebut. Aparat masih mengedepankan pendekatan diversi dan mendorong penyelesaian secara kekeluargaan, mengingat korban dan para terduga pelaku masih berstatus pelajar di bawah umur.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru