SulawesiPos.com – Basarnas Makassar mengevaluasi penutupan sementara operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa pada Jumat (24/7/2026), setelah misi SAR memasuki hari ke-10 dan masa operasi sebelumnya sudah diperpanjang melampaui batas standar tujuh hari sesuai prosedur.
Rencana penutupan sementara itu disampaikan Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, dalam konferensi pers di Kantor Biddokkes RS Bhayangkara Makassar.
Menurut Arif, keputusan akhir masih menunggu hasil evaluasi bersama seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang terlibat di lapangan.
“Untuk penutupan, direncanakan sore hari ini dilakukan penutupan sementara. Sesuai SOP, batas operasi pencarian adalah tujuh hari. Namun karena sebelumnya ada perpanjangan berdasarkan hasil evaluasi tim di lapangan, hari ini kami kembali melakukan evaluasi untuk menentukan apakah operasi akan diperpanjang atau tidak,” ujar Muhammad Arif.
Basarnas menegaskan bahwa penghentian sementara operasi SAR tidak berarti proses pencarian korban benar-benar selesai.
Operasi Bisa Dibuka Kembali Jika Ada Temuan Korban
Arif menjelaskan operasi SAR akan otomatis dibuka kembali apabila muncul laporan baru terkait penemuan korban KM Nurul Salsa.
Namun, operasi lanjutan itu nantinya tidak lagi berbentuk pencarian penuh, melainkan operasi evakuasi untuk mengambil korban dan menyerahkannya kepada tim DVI.
“Ini sifatnya penutupan sementara. Apabila nanti ada laporan terkait penemuan korban, maka operasi SAR akan otomatis dibuka kembali. Bukan lagi operasi pencarian, tetapi operasi evakuasi untuk mengambil korban dan menyerahkannya kepada tim DVI,” jelasnya.
Penjelasan itu sekaligus menegaskan bahwa Basarnas masih membuka ruang tindak lanjut jika ada perkembangan baru di lapangan setelah operasi dihentikan sementara.
Fokus Pencarian Mengarah ke Perairan Pulau Sabalana
Dalam proses evaluasi, Tim SAR Gabungan juga memanfaatkan keterangan dari para penyintas untuk memetakan titik pencarian yang paling berpotensi.
Berdasarkan kesaksian korban selamat, sejumlah penumpang sempat bertahan di beberapa rakit setelah kapal tenggelam.
Selain itu, tim juga mempertimbangkan temuan dua korban meninggal dunia di sekitar perairan Pulau Sabalana pada hari ketujuh operasi.


