SulawesiPos.com – Dua jenazah korban kecelakaan KM Nurul Salsa yang ditemukan tim SAR gabungan pada hari ketujuh operasi pencarian, Senin, 21 Juli 2026, berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan. Kedua korban diketahui bernama Hasriati, perempuan 40 tahun, dan Bau Intang, perempuan 50 tahun.
Perkembangan itu membuat total korban meninggal dunia yang sudah teridentifikasi dalam tragedi KM Nurul Salsa kini menjadi tiga orang. Sebelumnya, satu korban meninggal yang telah lebih dulu teridentifikasi adalah Salmawati, perempuan 34 tahun.
Hingga saat ini, dari total 76 orang yang dipastikan berada di atas kapal, sebanyak 58 orang ditemukan selamat, tiga orang telah teridentifikasi meninggal dunia, satu jenazah lainnya masih belum teridentifikasi, dan 14 orang masih dalam pencarian.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Andi Sultan, menegaskan proses identifikasi menjadi bagian penting dalam penanganan korban agar setiap jenazah dapat dipastikan identitasnya sebelum diserahkan kepada keluarga.
“Hasil identifikasi Tim DVI hari ini telah memastikan identitas dua korban, yakni Hasriati dan Bau Intang. Dengan perkembangan tersebut, saat ini terdapat tiga korban yang telah berhasil diidentifikasi, sementara satu jenazah lainnya masih akan menjalani proses identifikasi. Adapun operasi pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan tetap kami lanjutkan secara maksimal,” ujar Sultan.
Pencarian Difokuskan ke Sekitar Pulau Sabalana
Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian korban lain dengan mengerahkan seluruh unsur yang terlibat di lapangan. Area penyisiran selanjutnya mulai difokuskan di sekitar Pulau Sabalana, seiring evaluasi pergerakan arus dan lokasi temuan korban sebelumnya.
Sultan mengatakan operasi akan terus dijalankan semaksimal mungkin dengan mengedepankan keselamatan personel serta koordinasi antarlembaga yang terlibat dalam pencarian.
“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin hingga seluruh korban dapat ditemukan. dukungan masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar wilayah pencarian, sangat membantu dalam pelaksanaan operasi. Kami berharap apabila ada informasi terkait keberadaan korban maupun benda yang diduga berasal dari KM Nurul Salsa agar segera dilaporkan kepada Posko SAR Gabungan,” tambahnya.
Basarnas berharap proses pencarian yang masih berlangsung dapat segera memberi kepastian bagi keluarga korban yang sampai sekarang masih menunggu kabar kerabat mereka. Sementara itu, satu jenazah lain yang belum dikenali dijadwalkan menjalani proses identifikasi lanjutan oleh Tim DVI.


