SulawesiPos.com – Pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Selayar memasuki hari ke-10 pada Jumat, 24 Juli 2026, dengan 14 orang masih dinyatakan hilang. Pada hari yang sama, Polda Sulsel menerima satu jenazah lagi yang ditemukan di wilayah Matalang untuk proses identifikasi lanjutan, sementara penyidik memperluas pemeriksaan saksi menjadi 25 orang.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengatakan, dari 17 orang yang sebelumnya masuk daftar pencarian, tiga korban sudah ditemukan. Satu jenazah terbaru telah tiba dan diserahterimakan untuk proses identifikasi di Biddokkes Polda Sulsel.
“Jadi dari 17 orang yang kemarin dilakukan pencarian sudah ketemu tiga. Jadi masih ada lagi 14,” kata Didik dalam keterangan pers bersama Basarnas Makassar dan Biddokkes Polda Sulsel di Gedung Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar.
Di saat bersamaan, penanganan pidana dalam kasus tenggelamnya kapal itu juga terus berjalan. Jumlah saksi yang telah diperiksa bertambah dari 23 orang menjadi 25 orang, sementara status perkara masih berada pada tahap penyidikan.
“Kemudian tentang penanganan kasus, kemarin sudah saya sampaikan 23 sudah dilakukan pemeriksaan dan sekarang bertambah 2 menjadi 25 saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan. Status masih dalam proses penyidikan,” ujar Didik.
Operasi SAR Ditutup Sementara
Kepala Kantor Basarnas Makassar Muh. Arif Anwar menjelaskan, operasi pencarian dimulai sejak laporan kecelakaan diterima pada 15 Juli 2026 pukul 16.30 Wita. Sesuai SOP, operasi SAR seharusnya berakhir pada hari ketujuh, tetapi kemudian diperpanjang tiga hari berdasarkan evaluasi tim SAR gabungan di lapangan dan permintaan keluarga korban.
Menurut Arif, data penumpang yang semula tercatat 78 orang telah diverifikasi ulang bersama kepolisian dan pemerintah daerah menjadi 76 orang karena ditemukan pendobelan nama.
“Dan hingga hari ke-10 ini tidak ada lagi laporan dari keluarga korban yang menyatakan keluarganya hilang dan on board di kapal tersebut. Jadi kami kunci di 76,” katanya.
Dari total 76 penumpang yang telah divalidasi, Basarnas mencatat 58 orang selamat, empat meninggal dunia, dan 14 lainnya masih hilang. Arif menegaskan, sore hari itu tim akan melakukan evaluasi kedua, namun arahan sementara dari pimpinan pusat adalah menutup operasi pencarian pada hari ke-10.
“Namun instruksi dari pimpinan pusat hari ke-10 ditutup sementara. Jadi sementara ya Pak ya, teman-teman. Dan apabila nanti ada laporan terkait dengan penemuan korban, maka operasi SAR otomatis akan dibuka, bukan lagi operasi pencarian tapi operasi evakuasi,” ujarnya.
Cuaca dan Pulau Tak Berpenghuni Jadi Kendala
Arif menyebut tantangan terbesar selama pencarian adalah faktor cuaca. Selama 10 hari operasi, tim nyaris tidak mendapatkan kondisi laut yang benar-benar bersahabat, dengan angin timur hingga tenggara berkisar 15 sampai 20 knot yang memicu gelombang tinggi.
Karena itu, tim SAR memaksimalkan pencarian menggunakan Sea Rider dari KN SAR Pacitan dan KN SAR Kamajaya untuk menjangkau pulau-pulau kecil tak berpenghuni di sekitar Sabalana, Sanana, dan Matalang, lokasi yang dinilai masih berpotensi menjadi titik temuan korban.
“Yang paling ekstrem tantangan itu adalah tantangan alam. Dalam hal ini operasi pencarian selama 10 hari ini itu tidak pernah ada cuaca yang bagus karena kecepatan angin dari angin timur menuju ke tenggara saat ini mencapai 15 sampai 20 knot dan itu akan memicu gelombang yang sangat tinggi,” kata Arif.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes dr. Muh Haris mengatakan identifikasi jenazah terbaru akan dilakukan seperti penanganan kasus-kasus sebelumnya. Karena kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut, tim akan mengandalkan pemeriksaan sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis lain bila identifikasi visual tidak memungkinkan.
“Kalau memang pembusukannya sudah lebih lanjut, tidak bisa diidentifikasi secara visual, kita lanjutkan dengan pemeriksaan sidik jari, pemeriksaan yang lainnya,” tutur Muh Haris.
Hingga konferensi pers digelar, belum ada keterangan resmi dari penyidik mengenai dugaan kelalaian, termasuk soal manifest penumpang. Kepolisian menyatakan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses penyidikan berjalan.


