Warga Rappokalling Tukar Sampah Plastik Jadi Sembako, Program Pilah Sampah dari Rumah Jalan Sebelum Aturan Pemkot

SulawesiPos.com – Program pemilahan sampah dari rumah di RT 002/RW 001, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Makassar, mulai menunjukkan hasil nyata setelah warga tidak hanya diajak menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga bisa menukar sampah plastik menjadi kebutuhan pokok melalui bank sampah.

Skema ini sudah berjalan sejak 10 April 2026, lebih dulu daripada penerapan kebijakan pemilahan sampah serentak Pemerintah Kota Makassar pada 1 Agustus 2026.

Di lingkungan tersebut, warga rutin membawa gelas plastik dan botol yang sudah dibersihkan untuk disetor ke Bank Sampah Unit Sekolah Mangkasara.

Sampah anorganik itu kemudian ditukar menjadi sembako seperti beras, minyak goreng, dan gula, terutama setelah kegiatan pengajian rutin ibu-ibu.

Ketua RT 002/RW 001 Kelurahan Rappokalling, Sri Rahmi Mahmud, mengatakan kebiasaan memilah sampah dari rumah membuat pengelolaan sampah menjadi lebih mudah sekaligus membantu menekan volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir.

Pendekatan berbasis insentif itu dinilai efektif karena warga merasakan manfaat ekonomi langsung dari kebiasaan baru yang mereka jalankan.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Makassar 10 Maret 2026: Pagi Berawan, Siang hingga Dini Hari Berpotensi Hujan

Di saat yang sama, program tersebut memperlihatkan bahwa gerakan pemilahan sampah bisa tumbuh dari tingkat lorong sebelum menjadi kebijakan yang berlaku lebih luas di kota.

Sampah Organik Diolah Jadi Kompos hingga Maggot

Pemilahan tidak hanya dilakukan untuk sampah plastik.

Warga juga mengolah sampah organik melalui sejumlah cara ramah lingkungan yang dijalankan di Sekolah Mangkasara, mulai dari ember komposter, lubang biopori, budidaya maggot, hingga biopori jumbo.

Di setiap lorong juga disediakan ember besar khusus untuk menampung sampah organik sebelum diproses lebih lanjut.

Dengan pola ini, sampah rumah tangga tidak langsung dibuang bercampur, tetapi lebih dulu dipisahkan sesuai jenisnya.

SulawesiPos.com – Program pemilahan sampah dari rumah di RT 002/RW 001, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Makassar, mulai menunjukkan hasil nyata setelah warga tidak hanya diajak menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga bisa menukar sampah plastik menjadi kebutuhan pokok melalui bank sampah.

Skema ini sudah berjalan sejak 10 April 2026, lebih dulu daripada penerapan kebijakan pemilahan sampah serentak Pemerintah Kota Makassar pada 1 Agustus 2026.

Di lingkungan tersebut, warga rutin membawa gelas plastik dan botol yang sudah dibersihkan untuk disetor ke Bank Sampah Unit Sekolah Mangkasara.

Sampah anorganik itu kemudian ditukar menjadi sembako seperti beras, minyak goreng, dan gula, terutama setelah kegiatan pengajian rutin ibu-ibu.

Ketua RT 002/RW 001 Kelurahan Rappokalling, Sri Rahmi Mahmud, mengatakan kebiasaan memilah sampah dari rumah membuat pengelolaan sampah menjadi lebih mudah sekaligus membantu menekan volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir.

Pendekatan berbasis insentif itu dinilai efektif karena warga merasakan manfaat ekonomi langsung dari kebiasaan baru yang mereka jalankan.

BACA JUGA:  Dua Penjual Sate di Makassar Diamuk Warga Usai Diduga Lecehkan Siswi SMP, Keluarga Korban Sudah Peringatkan

Di saat yang sama, program tersebut memperlihatkan bahwa gerakan pemilahan sampah bisa tumbuh dari tingkat lorong sebelum menjadi kebijakan yang berlaku lebih luas di kota.

Sampah Organik Diolah Jadi Kompos hingga Maggot

Pemilahan tidak hanya dilakukan untuk sampah plastik.

Warga juga mengolah sampah organik melalui sejumlah cara ramah lingkungan yang dijalankan di Sekolah Mangkasara, mulai dari ember komposter, lubang biopori, budidaya maggot, hingga biopori jumbo.

Di setiap lorong juga disediakan ember besar khusus untuk menampung sampah organik sebelum diproses lebih lanjut.

Dengan pola ini, sampah rumah tangga tidak langsung dibuang bercampur, tetapi lebih dulu dipisahkan sesuai jenisnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru