Iran Usulkan Aliansi Keamanan Islam, Ajak Negara Muslim Bangun Blok Pertahanan Baru Tanpa Amerika

SulawesiPos.com – Pemerintah Iran mengusulkan pembentukan aliansi keamanan bersama negara-negara Islam yang melibatkan Iran, Turki, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, dan negara-negara Muslim lainnya untuk menjaga stabilitas kawasan tanpa keterlibatan kekuatan asing, dalam pembicaraan telepon antara Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Seyyed Majid Ebn-e-Reza dan Menteri Pertahanan Turki Yasar Guler pada Minggu (2/8/2026), sebagaimana diberitakan Mehr News Agency (MNA) pada 3 Agustus 2026.

Dalam pembicaraan itu, Iran menegaskan bahwa pengalaman perang terakhir membuktikan keamanan kawasan harus dijaga oleh negara-negara kawasan sendiri, sementara kehadiran kekuatan ekstra-regional justru memperbesar ketidakstabilan.

Majid Ebn-e-Reza mengatakan memorandum gencatan senjata dengan Amerika Serikat ditandatangani atas permintaan negara-negara sahabat dan tetangga untuk membantu memulihkan stabilitas kawasan.

Namun, ia menegaskan Iran tetap tidak mempercayai Amerika Serikat karena memiliki rekam jejak panjang melanggar komitmen internasional.

Ia menambahkan seluruh angkatan bersenjata Iran tetap berada dalam kesiapsiagaan penuh dan akan memberikan respons yang sepadan apabila terjadi pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

BACA JUGA:  Perang AS–Iran Belum Lampaui Dampak Ekonomi Krisis Minyak Iran 1979

Menurut pejabat pertahanan Iran itu, keamanan kawasan tidak dapat dibangun melalui ketergantungan kepada kekuatan dari luar kawasan, melainkan harus lahir dari kerja sama negara-negara regional sendiri.

Aliansi Keamanan Dunia Islam Jadi Agenda Baru

Iran kembali mengusulkan pembentukan mekanisme keamanan bersama dunia Islam yang melibatkan Iran, Turki, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, serta negara-negara Muslim lainnya.

Majid Ebn-e-Reza menilai perang terbaru menunjukkan bahwa hanya negara-negara kawasan yang memahami kebutuhan keamanan regional secara utuh.

Ia memperingatkan bahwa keberadaan pasukan asing justru meningkatkan ketidakpercayaan, memperbesar ketegangan, dan memperluas potensi konflik.

Iran juga menyatakan siap melanjutkan konsultasi strategis dengan Turki dan negara-negara regional lainnya guna membangun tatanan keamanan baru yang berkelanjutan.

Konsep tersebut sejalan dengan pandangan Iran bahwa keamanan Teluk Persia dan Asia Barat harus dikelola oleh negara-negara kawasan tanpa intervensi militer dari luar.

SulawesiPos.com – Pemerintah Iran mengusulkan pembentukan aliansi keamanan bersama negara-negara Islam yang melibatkan Iran, Turki, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, dan negara-negara Muslim lainnya untuk menjaga stabilitas kawasan tanpa keterlibatan kekuatan asing, dalam pembicaraan telepon antara Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Seyyed Majid Ebn-e-Reza dan Menteri Pertahanan Turki Yasar Guler pada Minggu (2/8/2026), sebagaimana diberitakan Mehr News Agency (MNA) pada 3 Agustus 2026.

Dalam pembicaraan itu, Iran menegaskan bahwa pengalaman perang terakhir membuktikan keamanan kawasan harus dijaga oleh negara-negara kawasan sendiri, sementara kehadiran kekuatan ekstra-regional justru memperbesar ketidakstabilan.

Majid Ebn-e-Reza mengatakan memorandum gencatan senjata dengan Amerika Serikat ditandatangani atas permintaan negara-negara sahabat dan tetangga untuk membantu memulihkan stabilitas kawasan.

Namun, ia menegaskan Iran tetap tidak mempercayai Amerika Serikat karena memiliki rekam jejak panjang melanggar komitmen internasional.

Ia menambahkan seluruh angkatan bersenjata Iran tetap berada dalam kesiapsiagaan penuh dan akan memberikan respons yang sepadan apabila terjadi pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

BACA JUGA:  Israel Ancam Bunuh Siapa Pun Pengganti Ali Khamenei, Putranya Mojtaba Mencuat

Menurut pejabat pertahanan Iran itu, keamanan kawasan tidak dapat dibangun melalui ketergantungan kepada kekuatan dari luar kawasan, melainkan harus lahir dari kerja sama negara-negara regional sendiri.

Aliansi Keamanan Dunia Islam Jadi Agenda Baru

Iran kembali mengusulkan pembentukan mekanisme keamanan bersama dunia Islam yang melibatkan Iran, Turki, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, serta negara-negara Muslim lainnya.

Majid Ebn-e-Reza menilai perang terbaru menunjukkan bahwa hanya negara-negara kawasan yang memahami kebutuhan keamanan regional secara utuh.

Ia memperingatkan bahwa keberadaan pasukan asing justru meningkatkan ketidakpercayaan, memperbesar ketegangan, dan memperluas potensi konflik.

Iran juga menyatakan siap melanjutkan konsultasi strategis dengan Turki dan negara-negara regional lainnya guna membangun tatanan keamanan baru yang berkelanjutan.

Konsep tersebut sejalan dengan pandangan Iran bahwa keamanan Teluk Persia dan Asia Barat harus dikelola oleh negara-negara kawasan tanpa intervensi militer dari luar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru