Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa 2 Tiba di Makassar, Basarnas: 34 Penumpang Masih Hilang

SulawesiPos.com – Jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Siti Fatimah (57), tiba di rumah duka di Jalan Sultan Abdullah II, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (5/8/2026) dini hari. Di tengah suasana duka, Basarnas memastikan operasi pencarian korban di Perairan Sumenep, Jawa Timur, masih terus berlangsung karena hingga kini 34 penumpang masih dinyatakan hilang berdasarkan data manifes.

Jenazah korban diantar menggunakan mobil ambulans Biddokkes Polda Sulawesi Selatan menuju rumah panggung keluarga di kawasan pesisir Pantai Marbo.

Akses menuju rumah yang dipenuhi lumpur setinggi sekitar 30 sentimeter membuat kerabat bersama warga sekitar bergotong royong mengangkat peti jenazah hingga tiba di rumah duka. Tangis keluarga pun pecah saat peti jenazah tiba.

Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, yang turut mengantar jenazah, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Ia menegaskan pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan masih dilakukan oleh tim gabungan, sementara penyelidikan penyebab kebakaran kapal juga terus berjalan.

BACA JUGA:  Empat Malam Memeluk Gabus dan Rompong di Ganasnya Laut Selayar: Kisah Bertahan Hidup dari Tragedi KM Nurul Salsa

“Atas nama pemerintah, kami turut berbelasungkawa yang sangat mendalam atas peristiwa ini, dan pada kesempatan ini pula kami menyerahkan jenazah almarhumah kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Menurut Arif, operasi pencarian masih mengacu pada data manifes penumpang. Hingga saat ini, sebanyak 34 penumpang KM Mutiara Sentosa 2 masih berstatus hilang.

Basarnas Makassar juga terus berkoordinasi dengan Basarnas Surabaya untuk memastikan identitas seluruh korban, termasuk warga asal Sulawesi Selatan yang hingga kini belum ditemukan.

Sementara itu, Kepala KSOP Utama Makassar, Jon Kennedi, memastikan seluruh biaya pemulangan jenazah korban ditanggung oleh negara. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan operator kapal terkait hak santunan asuransi bagi korban maupun ahli waris.

“Ada asuransi yang diterima. Makanya dokumen tadi yang saya serahkan itu jangan sampai hilang untuk klaim asuransi,” katanya.

Jemput Putri Pulang dari Taiwan, Berakhir Tragedi

Siti Fatimah merupakan salah satu korban meninggal dunia dalam kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya–Makassar.

BACA JUGA:  Hari Ketiga Pencarian Nelayan Jatuh di Perairan New Port Makassar, SAR Kerahkan Lima SRU

Sebelum insiden terjadi, ia diketahui baru saja menjemput putrinya, Nurul Izza (24), yang pulang dari Taiwan setelah menjalani program magang selama satu tahun empat bulan.

Setelah bertemu di Jakarta, keduanya melanjutkan perjalanan ke Surabaya untuk menumpangi KM Mutiara Sentosa 2 menuju Makassar.

Namun, perjalanan pulang tersebut berubah menjadi tragedi ketika kapal mengalami kebakaran di Perairan Sumenep pada Minggu (2/8/2026).

Saat kebakaran terjadi, Siti Fatimah terpisah dari putrinya. Korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) melalui data primer berupa sidik jari serta data sekunder yang meliputi pemeriksaan gigi, rekam medis, identifikasi visual, dan barang kepemilikan.

Kepergian Siti Fatimah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Momen yang semestinya menjadi kebahagiaan karena kembali berkumpul dengan putri bungsunya setelah lebih dari setahun berpisah justru berakhir dengan tragedi di tengah pelayaran.

Rencananya, jenazah Siti Fatimah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Nipa Nipa, Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

BACA JUGA:  Kisah Tiga Sopir Truk Lompat ke Laut Saat KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep

SulawesiPos.com – Jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Siti Fatimah (57), tiba di rumah duka di Jalan Sultan Abdullah II, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (5/8/2026) dini hari. Di tengah suasana duka, Basarnas memastikan operasi pencarian korban di Perairan Sumenep, Jawa Timur, masih terus berlangsung karena hingga kini 34 penumpang masih dinyatakan hilang berdasarkan data manifes.

Jenazah korban diantar menggunakan mobil ambulans Biddokkes Polda Sulawesi Selatan menuju rumah panggung keluarga di kawasan pesisir Pantai Marbo.

Akses menuju rumah yang dipenuhi lumpur setinggi sekitar 30 sentimeter membuat kerabat bersama warga sekitar bergotong royong mengangkat peti jenazah hingga tiba di rumah duka. Tangis keluarga pun pecah saat peti jenazah tiba.

Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, yang turut mengantar jenazah, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Ia menegaskan pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan masih dilakukan oleh tim gabungan, sementara penyelidikan penyebab kebakaran kapal juga terus berjalan.

BACA JUGA:  Dua Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat di Pangkep, Total 59 Orang Selamat

“Atas nama pemerintah, kami turut berbelasungkawa yang sangat mendalam atas peristiwa ini, dan pada kesempatan ini pula kami menyerahkan jenazah almarhumah kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Menurut Arif, operasi pencarian masih mengacu pada data manifes penumpang. Hingga saat ini, sebanyak 34 penumpang KM Mutiara Sentosa 2 masih berstatus hilang.

Basarnas Makassar juga terus berkoordinasi dengan Basarnas Surabaya untuk memastikan identitas seluruh korban, termasuk warga asal Sulawesi Selatan yang hingga kini belum ditemukan.

Sementara itu, Kepala KSOP Utama Makassar, Jon Kennedi, memastikan seluruh biaya pemulangan jenazah korban ditanggung oleh negara. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan operator kapal terkait hak santunan asuransi bagi korban maupun ahli waris.

“Ada asuransi yang diterima. Makanya dokumen tadi yang saya serahkan itu jangan sampai hilang untuk klaim asuransi,” katanya.

Jemput Putri Pulang dari Taiwan, Berakhir Tragedi

Siti Fatimah merupakan salah satu korban meninggal dunia dalam kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya–Makassar.

BACA JUGA:  Lima Pendaki Tersambar Petir di Gunung Monrolo Maros, Peristiwa Terjadi Saat Korban Berfoto di Puncak

Sebelum insiden terjadi, ia diketahui baru saja menjemput putrinya, Nurul Izza (24), yang pulang dari Taiwan setelah menjalani program magang selama satu tahun empat bulan.

Setelah bertemu di Jakarta, keduanya melanjutkan perjalanan ke Surabaya untuk menumpangi KM Mutiara Sentosa 2 menuju Makassar.

Namun, perjalanan pulang tersebut berubah menjadi tragedi ketika kapal mengalami kebakaran di Perairan Sumenep pada Minggu (2/8/2026).

Saat kebakaran terjadi, Siti Fatimah terpisah dari putrinya. Korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) melalui data primer berupa sidik jari serta data sekunder yang meliputi pemeriksaan gigi, rekam medis, identifikasi visual, dan barang kepemilikan.

Kepergian Siti Fatimah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Momen yang semestinya menjadi kebahagiaan karena kembali berkumpul dengan putri bungsunya setelah lebih dari setahun berpisah justru berakhir dengan tragedi di tengah pelayaran.

Rencananya, jenazah Siti Fatimah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Nipa Nipa, Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

BACA JUGA:  Tiga Hari Hilang di Laut, Nelayan Lansia Wajo Akhirnya Ditemukan Selamat

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru