SulawesiPos.com – Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga korban tenggelamnya KM Nurul Salsa pada hari ketujuh operasi pencarian, Selasa, 21 Juli 2026. Jenazah ditemukan setelah nelayan di Pulau Pamulikang melaporkan adanya sesosok tubuh yang terapung di perairan sekitar pulau tersebut.
Laporan itu segera diteruskan ke Posko SAR Gabungan di Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. Menindaklanjuti informasi tersebut, KN SAR Kamajaya 104 dan RIB KN SAR Pacitan bergerak ke lokasi untuk melakukan penjemputan dan mengevakuasi jenazah ke darat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan identitas jenazah belum bisa dipastikan sebelum proses identifikasi selesai dilakukan oleh tim berwenang.
“Pagi ini kami menerima laporan dari masyarakat nelayan di Pulau Pamulikang terkait penemuan satu jenazah yang diduga korban KM Nurul Salsa. Tim KN SAR Pacitan dan KN SAR Kamajaya langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Dan selanjutnya akan dilakukan proses identifikasi sesuai prosedur di RS Bhayangkara Makassar. Kami belum dapat memastikan identitas korban sebelum proses tersebut selesai,” ujar Arif.
Arif mengatakan setiap informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung operasi pencarian. Karena itu, laporan dari nelayan maupun warga sekitar langsung ditindaklanjuti oleh unsur SAR gabungan di lapangan.
“Kami turut berduka atas penemuan ini. Meski demikian, seluruh personel tetap berkomitmen melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya yang masih belum ditemukan. Kami juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dan nelayan yang terus memberikan informasi kepada tim di lapangan. Setiap laporan yang masuk akan segera kami tindak lanjuti,” tambahnya.
Area Pencarian Diperluas
Basarnas Makassar bersama tim SAR gabungan terus mengintensifkan pencarian pada hari ketujuh dengan memperluas area operasi menjadi 2.924 nautical mile persegi. Area itu dibagi ke dalam lima sektor pencarian dan enam Search and Rescue Unit untuk mengantisipasi pergerakan korban akibat arus dan angin dalam beberapa hari terakhir.
Arif yang bertindak sebagai Sar Mission Coordinator memimpin langsung operasi dari Posko SAR Selayar. Ia menegaskan seluruh unsur SAR masih bekerja maksimal dengan mengoptimalkan alutsista yang tersedia.
“Hari ini merupakan hari ketujuh pelaksanaan operasi SAR KM Nurul Salsa. Kami terus mengoptimalkan pencarian dengan memperluas area hingga 2.924 nautical mile persegi dan membaginya ke dalam lima sektor agar setiap wilayah yang berpotensi menjadi lokasi hanyutnya korban dapat disisir secara maksimal,” ujar Anwar.
Pada operasi hari ketujuh, Basarnas mengerahkan RB Mataram 220, KN SAR Puntadewa, KN SAR Kamajaya 104, KN SAR Pacitan, KRI Marlin 877, KRI Hiu 634, serta unsur TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, pemerintah daerah, kapal nelayan, dan berbagai potensi SAR lainnya. Seluruh unsur melakukan penyisiran berdasarkan Search and Rescue Maritime Prediction.
Hingga Selasa, 21 Juli 2026, dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 59 orang telah ditemukan selamat, satu korban sebelumnya telah teridentifikasi meninggal dunia, dan satu jenazah yang ditemukan hari ini masih dalam proses identifikasi. Operasi SAR dilanjutkan dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang berada di lokasi kejadian.


