Hari Kedelapan, 20 Kapal dan 647 Personel Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

SulawesiPos.com – Pencarian lima jurnalis dan tiga awak KM Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda memasuki hari kedelapan, Selasa (15/9/2026).

Tim SAR Gabungan mengerahkan 20 kapal dan 647 personel untuk menyisir area pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Sebanyak 325 personel ditempatkan di unsur laut untuk melakukan penyisiran, sementara 322 personel lainnya berada di posko.

Puluhan kapal tersebut dibagi ke dalam lima sektor pencarian dengan luas area yang berbeda.

Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten di Posko SAR Carita, Rizky Dwianto, mengatakan pengerahan kapal disesuaikan dengan pembagian sektor operasi.

“Laporan operasi SAR hari ke-8 kecelakaan kapal KM Aru Padatu 1 melibatkan 20 kapal alut laut,” kata Rizky di Posko SAR Carita, Pandeglang, Selasa (15/9/2026).

Dari total kapal yang dikerahkan, Basarnas menurunkan lima kapal, TNI Angkatan Laut tujuh kapal, dan Polairud delapan kapal.

Armada Basarnas terdiri atas KN SAR Antasena, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, RIB 02 Lampung, dan RIB 02 Banten.

BACA JUGA:  Penerbangan Dibatalkan, Skuad PSM Makassar Tertahan di Jakarta akibat Erupsi Anak Krakatau

Sementara TNI AL mengerahkan KRI Gilimanuk, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Krambit, KAL Pahawang, KAL Anyer, serta RBB Pecang.

Adapun delapan kapal Polairud yang terlibat yakni Kapal Polisi Sanjaya, KP 2016, KP 2013, KP 1010, KP 1012, KP 1007, KP 1003, dan KP URC Erhan.

Lima Sektor Jadi Fokus Pencarian

Penyisiran laut dibagi menjadi lima sektor. Masing-masing sektor memiliki luas dan unsur kapal yang berbeda.

  • Sektor A: 1.026 mil laut persegi, disisir KRI Gilimanuk dan KRI Leuser.
  • Sektor B: 780 mil laut persegi, melibatkan KN SAR Antasena dan Kapal Polisi Sanjaya.
  • Sektor C: 825 mil laut persegi, disisir KN SAR Tetuka, KRI Lepu, dan KRI Krambit.
  • Sektor D: 872 mil laut persegi, melibatkan KN SAR Basudewa, RIB 02 Lampung, KAL Pahawang, dan KAL Anyer.
  • Sektor F: 459 mil laut persegi, disisir RIB 02 Banten, RBB Pecang, serta tujuh kapal Polairud.
BACA JUGA:  Lansia Dilaporkan Hilang di Hutan Selayar, Pencarian Diperluas Hingga 5 Kilometer

Pencarian tidak hanya dilakukan di laut. Tim SAR juga menyisir kawasan pesisir dari Carita hingga Pantai Anyer.

Sejumlah pulau yang sebelumnya telah diperiksa, termasuk Pulau Sertung, Pulau Rakat, dan Pulau Panjang, belum menunjukkan tanda keberadaan rombongan.

Helikopter HR-3604 juga disiagakan di Atang Sendjaja, Bogor, dan dapat dikerahkan apabila kondisi operasi membutuhkan pencarian melalui udara.

Kantor SAR Bengkulu turut dilibatkan untuk mengantisipasi kemungkinan pergeseran area pencarian ke arah perairan Bengkulu.

Delapan orang tersebut berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Mereka terdiri atas tiga awak kapal, yakni Warta (55) sebagai kapten, Sukarman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian adalah M Bagus Khoirunnas (28) dari Antara, Arie Basuki (52) dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, serta Donal Husni (50), jurnalis freelance.

BACA JUGA:  Hari Kelima, SAR Kerahkan 14 Kapal dan Helikopter Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

SulawesiPos.com – Pencarian lima jurnalis dan tiga awak KM Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda memasuki hari kedelapan, Selasa (15/9/2026).

Tim SAR Gabungan mengerahkan 20 kapal dan 647 personel untuk menyisir area pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Sebanyak 325 personel ditempatkan di unsur laut untuk melakukan penyisiran, sementara 322 personel lainnya berada di posko.

Puluhan kapal tersebut dibagi ke dalam lima sektor pencarian dengan luas area yang berbeda.

Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten di Posko SAR Carita, Rizky Dwianto, mengatakan pengerahan kapal disesuaikan dengan pembagian sektor operasi.

“Laporan operasi SAR hari ke-8 kecelakaan kapal KM Aru Padatu 1 melibatkan 20 kapal alut laut,” kata Rizky di Posko SAR Carita, Pandeglang, Selasa (15/9/2026).

Dari total kapal yang dikerahkan, Basarnas menurunkan lima kapal, TNI Angkatan Laut tujuh kapal, dan Polairud delapan kapal.

Armada Basarnas terdiri atas KN SAR Antasena, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, RIB 02 Lampung, dan RIB 02 Banten.

BACA JUGA:  5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda

Sementara TNI AL mengerahkan KRI Gilimanuk, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Krambit, KAL Pahawang, KAL Anyer, serta RBB Pecang.

Adapun delapan kapal Polairud yang terlibat yakni Kapal Polisi Sanjaya, KP 2016, KP 2013, KP 1010, KP 1012, KP 1007, KP 1003, dan KP URC Erhan.

Lima Sektor Jadi Fokus Pencarian

Penyisiran laut dibagi menjadi lima sektor. Masing-masing sektor memiliki luas dan unsur kapal yang berbeda.

  • Sektor A: 1.026 mil laut persegi, disisir KRI Gilimanuk dan KRI Leuser.
  • Sektor B: 780 mil laut persegi, melibatkan KN SAR Antasena dan Kapal Polisi Sanjaya.
  • Sektor C: 825 mil laut persegi, disisir KN SAR Tetuka, KRI Lepu, dan KRI Krambit.
  • Sektor D: 872 mil laut persegi, melibatkan KN SAR Basudewa, RIB 02 Lampung, KAL Pahawang, dan KAL Anyer.
  • Sektor F: 459 mil laut persegi, disisir RIB 02 Banten, RBB Pecang, serta tujuh kapal Polairud.
BACA JUGA:  Masuki Hari Keempat Pencarian 5 Jurnalis Hilang, 11 Kapal Dikerahkan

Pencarian tidak hanya dilakukan di laut. Tim SAR juga menyisir kawasan pesisir dari Carita hingga Pantai Anyer.

Sejumlah pulau yang sebelumnya telah diperiksa, termasuk Pulau Sertung, Pulau Rakat, dan Pulau Panjang, belum menunjukkan tanda keberadaan rombongan.

Helikopter HR-3604 juga disiagakan di Atang Sendjaja, Bogor, dan dapat dikerahkan apabila kondisi operasi membutuhkan pencarian melalui udara.

Kantor SAR Bengkulu turut dilibatkan untuk mengantisipasi kemungkinan pergeseran area pencarian ke arah perairan Bengkulu.

Delapan orang tersebut berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Mereka terdiri atas tiga awak kapal, yakni Warta (55) sebagai kapten, Sukarman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian adalah M Bagus Khoirunnas (28) dari Antara, Arie Basuki (52) dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, serta Donal Husni (50), jurnalis freelance.

BACA JUGA:  Pasutri di Gowa Terseret Arus Sungai Saat Menjala Ikan, Istri Masih Dalam Pencarian

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru