SulawesiPos.com — Pengusaha muda properti Sulawesi Selatan, Rezza Pratama Said, resmi meramaikan bursa pimpinan DPD Realestat Indonesia (REI) Sulsel periode mendatang.
Berbekal pengalaman matang di dunia pengembang, Rezza mengusung misi utama memulihkan marwah REI Sulsel sebagai wadah perjuangan kolektif para anggota.
Langkah Rezza ditandai dengan mengambil formulir pendaftaran pada Senin (21/9/2026) untuk menantang H Badris Salam dalam Musyawarah Daerah (Musda) XV REI Sulsel yang akan digelar di Hotel Claro Makassar pada 7 Oktober 2026.
“Saya ingin mengembalikan marwah dan kejayaan REI seperti dulu lagi,” kata Rezza, dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).
Sebagai figur praktisi bisnis properti yang berangkat dari bawah, Rezza memahami betul lika-liku hambatan usaha, khususnya kerumitan perizinan yang dialami para pengembang.
Kepekaan sosial dan pengalamannya berinteraksi dengan sesama pengusaha menjadi dorongan utamanya untuk maju bertarung dalam kontestasi tersebut.
“Saya kenal sama REI ini banyak teman-teman developer yang sakitnya sama, pusingnya sama. Terus pengalaman-pengalaman di perizinan sama,” tuturnya.
Ketokohan Rezza dikenal lewat gaya kepemimpinannya yang inklusif dan kolaboratif.
Ia menolak kepemimpinan yang bertumpu pada satu figur tunggal dan memilih merangkul seluruh kapasitas anggota untuk bersama-sama mencari solusi atas persoalan sektor properti di Sulawesi Selatan.
“Karena saya ini bukan ketua sebagai Superman. Tapi teman-teman saya itu saya anggap Avengers,” ungkap Rezza.
Dalam visi misinya, Rezza memprioritaskan pemetakan kondisi pengembang yang usahanya sedang menurun agar organisasi dapat memberikan pendampingan serta advokasi secara akurat.
Langkah ini dinilainya penting untuk mengidentifikasi persoalan mendasar sebelum menentukan bentuk penanganan.
“Visi-misi saya itu sebenarnya yang pertama kami ingin memperbaiki pengusaha developer yang lagi sakit,” ujarnya.
Selain pemulihan anggota, Rezza menaruh perhatian besar pada penguatan jaringan organisasi di luar Makassar dengan merencanakan reaktivasi empat komisariat daerah, yakni Ajatappareng, Luwu Raya, Bosowasi, dan kawasan selatan Sulsel.
“Kita kan ada komisariat empat di daerah Sulsel. Ajatappareng mau dihidupkan kembali pengusaha developer di daerah-daerah,” katanya.
Langkah reaktivasi tersebut dinilai strategis mengingat ada sekitar 200 hingga 300 pengembang di daerah yang membutuhkan ruang komunikasi serta perhatian dari pengurus provinsi.
Rezza menegaskan bahwa Musda REI Sulsel mendatang harus menjadi momentum bersama untuk menyatukan kekuatan dan menghapus sekat antaranggota demi memberi manfaat nyata bagi seluruh pengusaha properti.
“Musda REI Sulsel bukan sekadar momentum untuk memilih ketua, tetapi menjadi titik awal untuk menyatukan seluruh kekuatan REI Sulsel agar kita bisa melangkah lebih kuat bersama,” pungkasnya.


