Wabup Bone Gandeng FAO dan ARLI, Rumput Laut Disiapkan Jadi Motor Baru Ekonomi Pesisir

SulawesiPos.com – Pemerintah Kabupaten Bone terus memperkuat sektor kelautan sebagai pilar pembangunan ekonomi daerah. Hal itu ditandai dengan diterimanya kunjungan tim Food and Agriculture Organization (FAO), Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI), dan Universitas Mataram (UNRAM) oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., di Aula Beramal Rumah Jabatan Wakil Bupati Bone, Jumat (19/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan tata kelola komoditas rumput laut sebagai bagian dari strategi pengembangan Blue Economy dan Circular Economy yang berkelanjutan.

Kabupaten Bone dipilih sebagai salah satu lokasi kajian karena dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya hingga hilirisasi industri rumput laut.

Dalam diskusi tersebut, tim kajian memaparkan sejumlah isu strategis, mulai dari penataan nomenklatur industri pengolahan rumput laut, standardisasi data produksi berbasis berat kering, hingga upaya memperkuat daya saing komoditas rumput laut sebagai sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Sekretaris Jenderal ARLI, Ir. Mursalim, menjelaskan bahwa kajian ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan kondisi nyata di lapangan.

BACA JUGA:  Sosok Faisal Ibrahim Viral di Bone, Bangun Jalan Beton Pakai Dana Pribadi

“Rumput laut merupakan komoditas strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Kami ingin memastikan tata kelola sektor ini semakin kuat, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus ARLI Bidang Kelembagaan, Ir. Asdar Marsuki, menilai Bone memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pengembangan rumput laut nasional.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan organisasi profesi menjadi kunci dalam membangun ekosistem industri rumput laut yang berkelanjutan.

Usai pertemuan, tim FAO, ARLI, dan UNRAM melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah sentra budidaya rumput laut di Kabupaten Bone.

Rombongan meninjau Kampung Nelayan Rumput Laut dan lokasi budidaya Eucheuma cottonii di Kampung Baru, Desa Kading, Kecamatan Barebbo, yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat.

Tim juga mengunjungi tambak budidaya Gracilaria sp. di Dusun Maccedde, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, untuk melihat langsung kondisi budidaya, produktivitas, tantangan yang dihadapi petani, hingga peluang pengembangan industri pengolahan yang dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil produksi.

BACA JUGA:  Puluhan Anak Ikuti Khitanan Massal, Wabup Bone Apresiasi Sinergi Baznas dan TP PKK

Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Bone sebagai salah satu daerah kajian nasional sektor rumput laut.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone mendukung penuh upaya penguatan tata kelola rumput laut sebagai komoditas unggulan yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Rumput laut memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Dengan dukungan riset, inovasi, dan kolaborasi berbagai pihak, sektor ini dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir sekaligus membuka peluang investasi dan hilirisasi industri di Kabupaten Bone,” kata Andi Akmal.

Menurutnya, hasil kajian yang dilakukan FAO, ARLI, dan perguruan tinggi diharapkan dapat melahirkan rekomendasi konkret untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta mendorong lahirnya industri pengolahan yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi petani.

“Kami berharap Bone dapat menjadi daerah percontohan pengembangan rumput laut berbasis Blue Economy dan Circular Economy. Jika dikelola secara tepat dan berkelanjutan, komoditas ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, tetapi juga menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah menuju Bone Maberre,” tutupnya. (kar)

BACA JUGA:  Hari Lahir Pancasila 2026, Wabup Bone Serukan Persatuan dan Teguhkan Komitmen Kebangsaan

SulawesiPos.com – Pemerintah Kabupaten Bone terus memperkuat sektor kelautan sebagai pilar pembangunan ekonomi daerah. Hal itu ditandai dengan diterimanya kunjungan tim Food and Agriculture Organization (FAO), Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI), dan Universitas Mataram (UNRAM) oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., di Aula Beramal Rumah Jabatan Wakil Bupati Bone, Jumat (19/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan tata kelola komoditas rumput laut sebagai bagian dari strategi pengembangan Blue Economy dan Circular Economy yang berkelanjutan.

Kabupaten Bone dipilih sebagai salah satu lokasi kajian karena dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya hingga hilirisasi industri rumput laut.

Dalam diskusi tersebut, tim kajian memaparkan sejumlah isu strategis, mulai dari penataan nomenklatur industri pengolahan rumput laut, standardisasi data produksi berbasis berat kering, hingga upaya memperkuat daya saing komoditas rumput laut sebagai sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Sekretaris Jenderal ARLI, Ir. Mursalim, menjelaskan bahwa kajian ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan kondisi nyata di lapangan.

BACA JUGA:  Wabup AAP Motivasi 507 Santri MHQ: Jangan Takut Bermimpi Jadi Dokter, TNI hingga ASN

“Rumput laut merupakan komoditas strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Kami ingin memastikan tata kelola sektor ini semakin kuat, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus ARLI Bidang Kelembagaan, Ir. Asdar Marsuki, menilai Bone memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pengembangan rumput laut nasional.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan organisasi profesi menjadi kunci dalam membangun ekosistem industri rumput laut yang berkelanjutan.

Usai pertemuan, tim FAO, ARLI, dan UNRAM melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah sentra budidaya rumput laut di Kabupaten Bone.

Rombongan meninjau Kampung Nelayan Rumput Laut dan lokasi budidaya Eucheuma cottonii di Kampung Baru, Desa Kading, Kecamatan Barebbo, yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat.

Tim juga mengunjungi tambak budidaya Gracilaria sp. di Dusun Maccedde, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, untuk melihat langsung kondisi budidaya, produktivitas, tantangan yang dihadapi petani, hingga peluang pengembangan industri pengolahan yang dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil produksi.

BACA JUGA:  Wabup Bone Sidak Tanjung Pallette, Promosikan Surga Wisata di Tepi Teluk Bone dan Ajak Warga Dukung Destinasi

Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Bone sebagai salah satu daerah kajian nasional sektor rumput laut.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone mendukung penuh upaya penguatan tata kelola rumput laut sebagai komoditas unggulan yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Rumput laut memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Dengan dukungan riset, inovasi, dan kolaborasi berbagai pihak, sektor ini dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir sekaligus membuka peluang investasi dan hilirisasi industri di Kabupaten Bone,” kata Andi Akmal.

Menurutnya, hasil kajian yang dilakukan FAO, ARLI, dan perguruan tinggi diharapkan dapat melahirkan rekomendasi konkret untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta mendorong lahirnya industri pengolahan yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi petani.

“Kami berharap Bone dapat menjadi daerah percontohan pengembangan rumput laut berbasis Blue Economy dan Circular Economy. Jika dikelola secara tepat dan berkelanjutan, komoditas ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, tetapi juga menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah menuju Bone Maberre,” tutupnya. (kar)

BACA JUGA:  IPM Naik, Kemiskinan Turun, DPRD Beri Catatan LKPJ

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru