Penerbitan Obligasi Global Perdana Danantara Tembus USD 1,5 Miliar, Lebihi Target Awal

SulawesiPos.com – Pemerintah mengumumkan capaian positif atas penerbitan obligasi global (global bond) perdana Danantara Indonesia yang berhasil menghimpun dana sebesar USD 1,5 miliar. Jumlah tersebut berhasil melampaui target yang ditetapkan sebelumnya berkat tingginya kepercayaan investor dunia terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

​Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa proses book building yang masuk mencapai kurang lebih USD 4,6 miliar. Karena besarnya minat yang masuk dari rencana awal yang hanya sebesar USD 1 miliar, pemerintah memutuskan untuk meningkatkan nilai penerbitan menjadi USD 1,5 miliar yang dibagi ke dalam dua tenor, yaitu 5 tahun dan 10 tahun.

​”Dari rencana 1 miliar dolar yang kami ingin capai, book building yang masuk itu kurang lebih 4,6 milar dolar. Sehingga melihat book building yang begitu tinggi, artinya kami meng-upsize atau meningkatkan dari 1 miliar menjadi 1,5 billion USD yang di mana itu dibagi menjadi 5 tahun dan juga 10 tahun,” jelas Rosan dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin (15/06/2026).

BACA JUGA:  Pemerintah Perkuat Kepercayaan Pasar dan Pelaku Ekonomi melalui Kebijakan Strategis

​Dari dua tenor surat utang yang diterbitkan tersebut, masing-masing berhasil menghimpun dana sebesar USD 750 juta. Selain kelebihan permintaan, Danantara juga memperoleh persentase pengembalian hasil obligasi yang kompetitif, di mana tenor 5 tahun ditutup dengan nilai imbal hasil 5,35 persen, sementara tenor 10 tahun ditutup sebesar 5,95 persen.

Sebagian dari penerbitan ini telah terealisasi melalui penandatanganan pada 11 Juni kemarin, dan dananya dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni mendatang.

​”Nah ini adalah hasil yang sangat-sangat baik. Dan ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi dan ini terbukti dan ini riil ya,” pungkas Rosan mengenai persentase pengembalian hasil yang kompetitif tersebut.

Catatan menarik lainnya dalam penerbitan ini adalah pergeseran basis investor terbesar yang kini didominasi oleh Amerika Serikat, sebuah hal yang berbeda dari catatan sejarah sebelumnya. Untuk tenor 5 tahun, investor berasal dari Eropa dan Timur Tengah sebesar 41 persen, disusul Amerika Serikat 38 persen, dan Asia 21 persen. Sementara untuk tenor 10 tahun, investor Amerika Serikat mendominasi sebesar 52 persen, diikuti Eropa dan Timur Tengah 31 persen, serta Asia sebesar 17 persen.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Instruksikan Menteri Investasi Buka Data Positif Investasi ke Publik Besok Siang

​Kesuksesan ini diraih setelah Danantara melakukan kunjungan ke sejumlah negara dan bertemu dengan 122 investor global di Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York. Ke depannya, dengan melihat besarnya minat pasar dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stabil di tengah tantangan geopolitik serta geoekonomi, Danantara memproyeksikan peluang untuk menerbitkan obligasi jangka panjang dengan tenor hingga 30 tahun.

SulawesiPos.com – Pemerintah mengumumkan capaian positif atas penerbitan obligasi global (global bond) perdana Danantara Indonesia yang berhasil menghimpun dana sebesar USD 1,5 miliar. Jumlah tersebut berhasil melampaui target yang ditetapkan sebelumnya berkat tingginya kepercayaan investor dunia terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

​Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa proses book building yang masuk mencapai kurang lebih USD 4,6 miliar. Karena besarnya minat yang masuk dari rencana awal yang hanya sebesar USD 1 miliar, pemerintah memutuskan untuk meningkatkan nilai penerbitan menjadi USD 1,5 miliar yang dibagi ke dalam dua tenor, yaitu 5 tahun dan 10 tahun.

​”Dari rencana 1 miliar dolar yang kami ingin capai, book building yang masuk itu kurang lebih 4,6 milar dolar. Sehingga melihat book building yang begitu tinggi, artinya kami meng-upsize atau meningkatkan dari 1 miliar menjadi 1,5 billion USD yang di mana itu dibagi menjadi 5 tahun dan juga 10 tahun,” jelas Rosan dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin (15/06/2026).

BACA JUGA:  Pemerintah Perkuat Kepercayaan Pasar dan Pelaku Ekonomi melalui Kebijakan Strategis

​Dari dua tenor surat utang yang diterbitkan tersebut, masing-masing berhasil menghimpun dana sebesar USD 750 juta. Selain kelebihan permintaan, Danantara juga memperoleh persentase pengembalian hasil obligasi yang kompetitif, di mana tenor 5 tahun ditutup dengan nilai imbal hasil 5,35 persen, sementara tenor 10 tahun ditutup sebesar 5,95 persen.

Sebagian dari penerbitan ini telah terealisasi melalui penandatanganan pada 11 Juni kemarin, dan dananya dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni mendatang.

​”Nah ini adalah hasil yang sangat-sangat baik. Dan ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi dan ini terbukti dan ini riil ya,” pungkas Rosan mengenai persentase pengembalian hasil yang kompetitif tersebut.

Catatan menarik lainnya dalam penerbitan ini adalah pergeseran basis investor terbesar yang kini didominasi oleh Amerika Serikat, sebuah hal yang berbeda dari catatan sejarah sebelumnya. Untuk tenor 5 tahun, investor berasal dari Eropa dan Timur Tengah sebesar 41 persen, disusul Amerika Serikat 38 persen, dan Asia 21 persen. Sementara untuk tenor 10 tahun, investor Amerika Serikat mendominasi sebesar 52 persen, diikuti Eropa dan Timur Tengah 31 persen, serta Asia sebesar 17 persen.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Instruksikan Menteri Investasi Buka Data Positif Investasi ke Publik Besok Siang

​Kesuksesan ini diraih setelah Danantara melakukan kunjungan ke sejumlah negara dan bertemu dengan 122 investor global di Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York. Ke depannya, dengan melihat besarnya minat pasar dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stabil di tengah tantangan geopolitik serta geoekonomi, Danantara memproyeksikan peluang untuk menerbitkan obligasi jangka panjang dengan tenor hingga 30 tahun.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru