SulawesiPos.com – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) berhasil membukukan laba bersih konsolidasian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk (PATMI) sebesar Rp30,41 triliun sepanjang semester I-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 24,36% dibandingkan laba kumulatif semester I-2025 yang tercatat Rp24,46 triliun.
Pencapaian laba yang melonjak ini didorong oleh kinerja positif dari berbagai lini bisnis. Pendapatan nonbunga Bank Mandiri mengalami kenaikan 14,9% menjadi Rp22,78 triliun, menunjukkan diversifikasi sumber pendapatan yang kuat. Selain itu, pendapatan bunga bersih juga turut berkontribusi dengan peningkatan 8,05% menjadi Rp47,84 triliun. Kombinasi pertumbuhan pendapatan ini menjadi fondasi utama kenaikan laba bersih perseroan.
Efisiensi biaya operasional juga menjadi faktor kunci dalam peningkatan profitabilitas Bank Mandiri. Beban operasional tercatat turun 1,42% menjadi Rp26,93 triliun. Kondisi ini mendorong laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) naik 19,9% menjadi Rp44,18 triliun. Penurunan beban pencadangan sebesar 12,5% menjadi Rp5,12 triliun juga turut menopang kenaikan laba bersih.
Perlu dicatat bahwa laporan konsolidasian tahun 2026 tidak lagi memasukkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) sebagai entitas anak. Untuk menjaga kesetaraan perbandingan, angka semester I-2025 dalam presentasi terbaru telah disajikan secara proforma tanpa konsolidasi BSI, memastikan perbandingan yang adil dan akurat.


