Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah benar-benar dirasakan rakyat. Ia menyoroti pemerataan ekonomi, kekayaan SDA, dan swasembada pangan.
Perum Bulog menyalurkan 4.100 ton beras ke wilayah Papua dan Papua Barat untuk program bantuan pangan 2026. Sebanyak 838 ribu keluarga menerima beras dan minyak goreng.
Bank Dunia menilai ekonomi Indonesia cukup tangguh menghadapi kenaikan harga energi global. Subsidi BBM dan ekspor komoditas jadi penopang utama stabilitas.
Ekspor CPO Indonesia pada Januari–Februari 2026 naik 26,40 persen menjadi US$4,69 miliar menurut BPS. Volume ekspor sawit juga meningkat menjadi 4,54 juta ton.
Kementerian Pertanian memastikan sertifikat ekspor terbit hanya satu hari. Sebanyak 545 ton produk unggas senilai Rp18,2 miliar diekspor ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste hingga Maret 2026.
Pakar Ekonomi Pertanian UI Ninasapti Triaswati menilai inflasi pangan selama Ramadan 2026 terkendali di angka 0,68 persen. Namun, penutupan Selat Hormuz dan kenaikan harga minyak dunia berpotensi memicu tekanan logistik pangan.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan komitmennya untuk membantu keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo sekaligus menawarkan arah strategi menghadapi transformasi ekonomi global.