SulawesiPos.com – Andi Tenri Walinonong dikenal sebagai politisi muda asal Bone yang dalam waktu singkat menembus panggung utama politik lokal, dari putri Ulaweng yang tumbuh di lingkungan keluarga terpandang hingga menjadi Ketua DPRD Bone periode 2024-2029. Namanya makin menonjol setelah ia mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin lembaga legislatif Kabupaten Bone. Kini namanya kembali dosorot karena terjerat kasus arogansi terhadap stafnya.
Lahir di Bone pada 28 Desember 1993, Andi Tenri tumbuh di Kecamatan Ulaweng dalam keluarga yang dikenal luas di tengah masyarakat.
Ayahnya, H Andi Maddusila Takka yang juga dikenal sebagai Petta Haji Aras, disebut sebagai tokoh masyarakat di wilayah itu, sementara ibunya, Hj Andi Hermi Sanawawi, dikenal luas dalam lingkungan sosial Bone.
Masa kecilnya banyak dihabiskan di Salo Ningo, Desa Timusu, Ulaweng, sebuah lingkungan yang disebut membentuk kedekatannya dengan nilai adat, tanggung jawab, dan pengabdian.
Jejak pendidikannya dimulai dari TK Tomporeng Kesso, lalu berlanjut ke SD Inpres 5/81 Timusu, SMP Negeri 1 Ulaweng, dan SMA Negeri 1 Ulaweng.
Dari Bone, ia melanjutkan pendidikan tinggi ke Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin di Makassar dan meraih gelar Sarjana Hukum.
Sebelum namanya melesat di panggung politik elektoral, Andi Tenri juga dikenal sebagai direktris CV Putri Timusu, sebuah jejak yang memperlihatkan pengalamannya di luar dunia legislatif.
Dari Pendatang Baru ke Kursi Ketua DPRD
Lonjakan besar dalam karier politiknya terjadi pada Pemilu 2024 ketika ia maju sebagai calon legislatif dari Partai Gerindra di Kabupaten Bone.
Meski tergolong pendatang baru, Andi Tenri meraih 7.828 suara dan menjadi peraih suara terbanyak di internal Gerindra Bone.
Perolehan itu kemudian menjadi dasar kuat penunjukan dirinya sebagai Ketua DPRD Bone, seiring kebijakan partai yang memberi prioritas kepada kader dengan suara terbanyak.
Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra resmi menunjuk Andi Tenri Walinonong sebagai Ketua DPRD Bone, dengan surat keputusan yang diserahkan pada 28 September 2024.
Penetapan itu berlanjut pada pengucapan sumpah pimpinan DPRD Bone pada 31 Oktober 2024, yang sekaligus menandai sejarah baru karena Andi Tenri menjadi perempuan pertama yang menduduki kursi Ketua DPRD Bone.
Usianya yang masih muda saat dilantik ikut membuat namanya sering disebut sebagai salah satu figur politik muda yang cepat naik di Sulawesi Selatan.
Dalam sejumlah pemberitaan, Andi Tenri juga menekankan pentingnya ruang yang setara bagi perempuan di dunia publik dan kepemimpinan.
“Harapan untuk Hari Kartini tentunya memberikan motivasi yang besar kepada kaum perempuan untuk mewujudkan kesetaraan,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip KabarMakassar.
Perjalanan Andi Tenri Walinonong dari Ulaweng ke kursi Ketua DPRD Bone memperlihatkan perpaduan antara latar keluarga, pendidikan hukum, pengalaman organisasi dan usaha, serta momentum politik yang berhasil ia manfaatkan dalam waktu relatif singkat.
Deretan Kontroversi yang Membelit Andi Tenri Walinonong
Ketua DPRD Bone yang juga politisi Partai Gerindra, Andi Tenri Walinonong kembali menjadi sorotan publik setelah dilaporkan ke Polres Bone atas dugaan penganiayaan terhadap seorang staf Sekretariat DPRD, Rabu (22/7/2026).

