Penetapan itu berlanjut pada pengucapan sumpah pimpinan DPRD Bone pada 31 Oktober 2024, yang sekaligus menandai sejarah baru karena Andi Tenri menjadi perempuan pertama yang menduduki kursi Ketua DPRD Bone.
Usianya yang masih muda saat dilantik ikut membuat namanya sering disebut sebagai salah satu figur politik muda yang cepat naik di Sulawesi Selatan.
Dalam sejumlah pemberitaan, Andi Tenri juga menekankan pentingnya ruang yang setara bagi perempuan di dunia publik dan kepemimpinan.
“Harapan untuk Hari Kartini tentunya memberikan motivasi yang besar kepada kaum perempuan untuk mewujudkan kesetaraan,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip KabarMakassar.
Perjalanan Andi Tenri Walinonong dari Ulaweng ke kursi Ketua DPRD Bone memperlihatkan perpaduan antara latar keluarga, pendidikan hukum, pengalaman organisasi dan usaha, serta momentum politik yang berhasil ia manfaatkan dalam waktu relatif singkat.
Deretan Kontroversi yang Membelit Andi Tenri Walinonong
Ketua DPRD Bone yang juga politisi Partai Gerindra, Andi Tenri Walinonong kembali menjadi sorotan publik setelah dilaporkan ke Polres Bone atas dugaan penganiayaan terhadap seorang staf Sekretariat DPRD, Rabu (22/7/2026).
Kasus terbaru ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan pimpinan lembaga legislatif tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Berikut sederet polemik yang pernah mencuat dan menjadi perhatian masyarakat:
1. Bersitegang dengan Pemkab Bone Soal Target PAD
Hubungan Ketua DPRD Bone dengan Pemerintah Kabupaten Bone sempat memanas saat pembahasan target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam rapat paripurna, Ketua DPRD menolak target PAD yang diajukan pemerintah daerah.
Perdebatan berlangsung cukup alot hingga berujung pada aksi walkout Ketua DPRD dari ruang sidang.
Peristiwa itu menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah agenda penting pembahasan kebijakan daerah.
2. Konflik dengan Sekretaris DPRD Bone
Ketua DPRD Bone juga pernah dikabarkan berselisih dengan Sekretaris DPRD Bone yang saat itu dijabat Hj. Faidah.


