Pengiriman Telur Sidrap Tembus Rp20,3 Miliar, Perkuat Posisi sebagai Lumbung Telur Nasional

SulawesiPos.com – Pengiriman telur Sidrap menembus nilai ekonomi Rp20,3 miliar hingga 12 Juni 2026, berdasarkan data aplikasi iSIKHNAS. Capaian dari total pengiriman sekitar 962,4 ton telur itu memperkuat posisi Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai salah satu lumbung telur nasional.

Data tersebut menunjukkan sektor peternakan masih menjadi penopang penting ekonomi daerah.

Distribusi telur dari Sidrap berlangsung setiap hari untuk memenuhi permintaan berbagai daerah sekaligus menjaga pasokan pangan.

Dalam periode tersebut, pengiriman telur dari Sidrap tercatat mencapai 171 kendaraan. Total volumenya 962.418 kilogram atau sekitar 962,4 ton, setara dengan sekitar 530 ribu rak telur.

Telur Sidrap Dikirim ke Berbagai Daerah

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif melepas pengiriman 42 ton lebih telur ayam ras pada Rabu (17/6/2026).

Pengiriman senilai sekitar Rp900 juta itu diberangkatkan ke sejumlah daerah, di antaranya Kalimantan, Kendari, dan Morowali.

Pengiriman tersebut menggunakan tujuh truk yang mengangkut 22.930 rak telur dari Sidrap.

BACA JUGA:  Gabah Sidrap Tembus 565 Ribu Ton, Target 1 Juta Ton pada 2026

Pelepasan berlangsung di Lapangan Upacara Kompleks Kantor SKPD Sidrap setelah Upacara Integrasi Nasional tingkat Kabupaten Sidrap.

Syaharuddin bahkan turun langsung mengemudikan salah satu truk pengangkut telur sebagai tanda dimulainya pengiriman.

Aksi itu menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap sektor peternakan yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat.

Menurut Syaharuddin, pengiriman telur ke berbagai daerah merupakan aktivitas rutin yang dilakukan setiap hari.

Distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan telur dan memperkuat ketahanan pangan.

“Melalui pengiriman ini, mari kita bersama melepas pengiriman telur ke berbagai wilayah di Indonesia. Semoga selamat dan lancar sampai tujuan. Pengiriman dilakukan setiap hari, kita menjaga ketersediaan telur dan ketahanan pangan,” ujar Syaharuddin, dikutip dari Mediasulsel.com.

Permintaan Tinggi Jadi Sinyal Kuat Peternakan Sidrap

Syaharuddin menegaskan sektor perunggasan Sidrap terus menunjukkan perkembangan positif.

Tingginya permintaan dari berbagai daerah menjadi indikator bahwa produk peternakan Sidrap masih menjadi andalan pasar nasional.

BACA JUGA:  Hujan Deras Picu Banjir di Tellu Limpoe Sidrap, Tanggul Jebol hingga Rendam 600 Rumah

Kondisi tersebut juga memperlihatkan rantai distribusi telur Sidrap berjalan aktif. Produksi dan pengiriman yang berlangsung setiap hari membuat daerah ini punya peran penting dalam pasokan telur ke luar Sulawesi Selatan.

Nilai ekonomi Rp20,3 miliar dalam enam bulan menjadi gambaran besarnya kontribusi peternakan terhadap perekonomian lokal.

Aktivitas ini tidak hanya menggerakkan peternak, tetapi juga membuka ruang bagi sektor transportasi dan distribusi.

Pelepasan pengiriman telur turut dihadiri unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap.

Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut mempertegas dukungan terhadap penguatan sektor peternakan.

Dengan capaian pengiriman hampir seribu ton telur, Sidrap kembali menegaskan perannya sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia.

Tantangan berikutnya adalah menjaga kelancaran distribusi, kualitas produk, dan keberlanjutan produksi peternak lokal.

SulawesiPos.com – Pengiriman telur Sidrap menembus nilai ekonomi Rp20,3 miliar hingga 12 Juni 2026, berdasarkan data aplikasi iSIKHNAS. Capaian dari total pengiriman sekitar 962,4 ton telur itu memperkuat posisi Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai salah satu lumbung telur nasional.

Data tersebut menunjukkan sektor peternakan masih menjadi penopang penting ekonomi daerah.

Distribusi telur dari Sidrap berlangsung setiap hari untuk memenuhi permintaan berbagai daerah sekaligus menjaga pasokan pangan.

Dalam periode tersebut, pengiriman telur dari Sidrap tercatat mencapai 171 kendaraan. Total volumenya 962.418 kilogram atau sekitar 962,4 ton, setara dengan sekitar 530 ribu rak telur.

Telur Sidrap Dikirim ke Berbagai Daerah

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif melepas pengiriman 42 ton lebih telur ayam ras pada Rabu (17/6/2026).

Pengiriman senilai sekitar Rp900 juta itu diberangkatkan ke sejumlah daerah, di antaranya Kalimantan, Kendari, dan Morowali.

Pengiriman tersebut menggunakan tujuh truk yang mengangkut 22.930 rak telur dari Sidrap.

BACA JUGA:  Dua Bupati dan Satu Wakil Bupati Diperiksa Kejati Sulsel Terkait Kasus Korupsi Bibit Nanas

Pelepasan berlangsung di Lapangan Upacara Kompleks Kantor SKPD Sidrap setelah Upacara Integrasi Nasional tingkat Kabupaten Sidrap.

Syaharuddin bahkan turun langsung mengemudikan salah satu truk pengangkut telur sebagai tanda dimulainya pengiriman.

Aksi itu menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap sektor peternakan yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat.

Menurut Syaharuddin, pengiriman telur ke berbagai daerah merupakan aktivitas rutin yang dilakukan setiap hari.

Distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan telur dan memperkuat ketahanan pangan.

“Melalui pengiriman ini, mari kita bersama melepas pengiriman telur ke berbagai wilayah di Indonesia. Semoga selamat dan lancar sampai tujuan. Pengiriman dilakukan setiap hari, kita menjaga ketersediaan telur dan ketahanan pangan,” ujar Syaharuddin, dikutip dari Mediasulsel.com.

Permintaan Tinggi Jadi Sinyal Kuat Peternakan Sidrap

Syaharuddin menegaskan sektor perunggasan Sidrap terus menunjukkan perkembangan positif.

Tingginya permintaan dari berbagai daerah menjadi indikator bahwa produk peternakan Sidrap masih menjadi andalan pasar nasional.

BACA JUGA:  Amran Sulaiman Sebut Model Sidrap Efektif Jaga Harga Telur dan Lindungi Peternak Lokal

Kondisi tersebut juga memperlihatkan rantai distribusi telur Sidrap berjalan aktif. Produksi dan pengiriman yang berlangsung setiap hari membuat daerah ini punya peran penting dalam pasokan telur ke luar Sulawesi Selatan.

Nilai ekonomi Rp20,3 miliar dalam enam bulan menjadi gambaran besarnya kontribusi peternakan terhadap perekonomian lokal.

Aktivitas ini tidak hanya menggerakkan peternak, tetapi juga membuka ruang bagi sektor transportasi dan distribusi.

Pelepasan pengiriman telur turut dihadiri unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap.

Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut mempertegas dukungan terhadap penguatan sektor peternakan.

Dengan capaian pengiriman hampir seribu ton telur, Sidrap kembali menegaskan perannya sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia.

Tantangan berikutnya adalah menjaga kelancaran distribusi, kualitas produk, dan keberlanjutan produksi peternak lokal.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru