SulawesiPos.com – Sebanyak 71 rumah di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, terdampak angin kencang di tengah kemarau panjang hingga Selasa (22/9/2026). BPBD Parepare mencatat rumah terdampak tersebut tersebar di empat kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Parepare Muhammad Rasdy Gery Runtu mengatakan, jumlah tersebut merupakan data yang telah diverifikasi berdasarkan laporan warga.
“Proses yang sudah terverifikasi sampai hari ini ada 71 rumah yang tersebar di empat kecamatan terkait dengan angin kencang,” kata Rasdy, Selasa (22/9/2026).
Kondisi angin kencang tersebut terjadi saat BBMKG mengeluarkan peringatan waspada untuk sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Parepare termasuk daerah yang berpotensi mengalami angin kencang dengan kecepatan sekitar 37–46 kilometer per jam.
Peringatan tersebut juga mencakup Barru, Bantaeng, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Maros, Pangkep, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Takalar, dan Wajo.
Empat Kecamatan Masuk Status Kekeringan Berbeda
Tingkat kekeringan di Parepare juga telah mencapai status berbeda di empat kecamatan berdasarkan penetapan BMKG Regional Wilayah IV.
Kecamatan Ujung dan Soreang berada pada status siaga, sedangkan Bacukiki dan Bacukiki Barat telah masuk status awas kekeringan.
Dampak kekeringan mulai dirasakan melalui krisis air di sejumlah wilayah. BPBD Parepare melakukan penanganan dengan membantu suplai air melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kepada warga yang mengalami kekurangan air.
Krisis air juga dialami sejumlah masjid. Menurut Rasdy, tempat ibadah menjadi salah satu lokasi yang banyak mengalami kesulitan mendapatkan air selama periode kekeringan.
“Kalau di Parepare itu rata-rata masjid. Rata-rata masjid yang mengalami kekeringan air,” ujarnya.
Kekeringan juga berdampak pada sektor pertanian. BPBD Parepare berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kota Parepare untuk menindaklanjuti kondisi lahan pertanian yang terdampak.
Sementara itu, cuaca kering yang disertai angin kencang turut memicu pohon tumbang di sejumlah wilayah Kota Parepare.


