Lukman mengatakan penanganan penumpang menjadi prioritas selama proses penutupan dan penyesuaian penerbangan berlangsung.
“Fokus utama seluruh petugas bandara dan maskapai saat ini adalah memberikan informasi secara berkala, memastikan ketersediaan ruang tunggu, serta memberikan penanganan sesuai prosedur,” ujar Lukman.
Dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau juga dirasakan di sejumlah bandara lain.
Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo mencatat 16 penerbangan mengalami penyesuaian, terdiri atas 12 pembatalan dan empat penerbangan delay atau standby.
Gangguan di Juanda disebut sebagai dampak berantai dari penyesuaian operasional di sejumlah bandara, termasuk Soekarno-Hatta dan Radin Inten II Lampung.
“Kondisi tersebut kemudian menimbulkan dampak berantai pada konektivitas dan rotasi penerbangan, sehingga turut memengaruhi sebagian operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda,” kata General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir.
Pengelola bandara dan maskapai terus menyesuaikan operasional berdasarkan perkembangan sebaran abu vulkanik.
Calon penumpang rute Makassar-Jakarta maupun rute terdampak lain diminta memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.

