Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Makassar-Jakarta, 12 Pesawat Batal dan 9 Delay

SulawesiPos.com – Erupsi Anak Krakatau membuat 21 penerbangan rute Makassar-Jakarta pulang-pergi terdampak pada Minggu (6/9/2026).

Gangguan itu terjadi setelah sebaran abu vulkanik memengaruhi operasional Bandara Soekarno-Hatta, sementara aktivitas di Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, ikut mengalami pembatalan dan penundaan keberangkatan.

Berdasarkan monitoring di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, 12 penerbangan rute Makassar-Cengkareng dan sebaliknya dibatalkan.

Sembilan penerbangan lainnya mengalami penundaan atau delay karena penyesuaian operasional akibat aktivitas vulkanik di Selat Sunda.

Dampak itu terasa langsung bagi penumpang yang sudah berada di area bandara untuk menunggu kepastian jadwal.

“Saya sudah menunggu tiga jam untuk kepastian penerbangan,” ujar Nurlia, salah seorang penumpang asal Makassar tujuan Jakarta.

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara

Gangguan rute Makassar-Jakarta terjadi dalam situasi penutupan sementara aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyebut keputusan itu diambil setelah hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik.

BACA JUGA:  Wali Kota Makassar Soroti Kinerja Lurahnya, Banyak yang Kurang Gercep Tangani Kebersihan

“Hasil paper test terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno Hatta (Gedung 725 AMOS) pada pukul 06.05 WIB – 06.35 WIB juga menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sehingga penutupan bandara diperpanjang hingga Minggu (6/9) pukul 09.30 WIB sesuai NOTAM Nomor A3344/26 NotamR A3341/26,” kata Lukman F. Laisa dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Penutupan wilayah udara berlangsung sejak pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB.

Dalam periode itu, Kemenhub mencatat 209 pergerakan penerbangan terdampak di Soekarno-Hatta.

Jumlah penumpang yang terdampak secara nasional juga mencapai puluhan ribu orang.

“Berdasarkan NOTAM penutupan wilayah udara periode 01.30 s.d. 09.30 WIB, tercatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak dengan rincian per terminal. Total penumpang terdampak pada periode penutupan ini mencapai 22.798 penumpang,” jelasnya.

Makassar Jadi Rute Domestik Paling Terdampak

Kemenhub mencatat rute domestik utama dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak adalah Makassar atau UPG, dengan total 16 pergerakan pesawat.

BACA JUGA:  22 Vespa Komunitas Makassar Hangus di KM Mutiara Sentosa 2, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Data di Bandara Sultan Hasanuddin menunjukkan dampak di rute Makassar-Cengkareng lebih luas jika dihitung dari pembatalan dan penundaan keberangkatan maupun kedatangan.

Di area Soekarno-Hatta, pihak bandara memastikan pesawat yang sedang remain over night atau RON berada dalam kondisi aman.

Sebanyak 170 pesawat disiagakan di area apron, terdiri dari 66 pesawat di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, dan empat pesawat di terminal kargo.

Lukman mengatakan penanganan penumpang menjadi prioritas selama proses penutupan dan penyesuaian penerbangan berlangsung.

“Fokus utama seluruh petugas bandara dan maskapai saat ini adalah memberikan informasi secara berkala, memastikan ketersediaan ruang tunggu, serta memberikan penanganan sesuai prosedur,” ujar Lukman.

Dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau juga dirasakan di sejumlah bandara lain.

Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo mencatat 16 penerbangan mengalami penyesuaian, terdiri atas 12 pembatalan dan empat penerbangan delay atau standby.

Gangguan di Juanda disebut sebagai dampak berantai dari penyesuaian operasional di sejumlah bandara, termasuk Soekarno-Hatta dan Radin Inten II Lampung.

BACA JUGA:  Kondisi Tallasa City Makassar Aman Usai Kebakaran Lahan 5.000 Meter

“Kondisi tersebut kemudian menimbulkan dampak berantai pada konektivitas dan rotasi penerbangan, sehingga turut memengaruhi sebagian operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda,” kata General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir.

Pengelola bandara dan maskapai terus menyesuaikan operasional berdasarkan perkembangan sebaran abu vulkanik.

Calon penumpang rute Makassar-Jakarta maupun rute terdampak lain diminta memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.

SulawesiPos.com – Erupsi Anak Krakatau membuat 21 penerbangan rute Makassar-Jakarta pulang-pergi terdampak pada Minggu (6/9/2026).

Gangguan itu terjadi setelah sebaran abu vulkanik memengaruhi operasional Bandara Soekarno-Hatta, sementara aktivitas di Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, ikut mengalami pembatalan dan penundaan keberangkatan.

Berdasarkan monitoring di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, 12 penerbangan rute Makassar-Cengkareng dan sebaliknya dibatalkan.

Sembilan penerbangan lainnya mengalami penundaan atau delay karena penyesuaian operasional akibat aktivitas vulkanik di Selat Sunda.

Dampak itu terasa langsung bagi penumpang yang sudah berada di area bandara untuk menunggu kepastian jadwal.

“Saya sudah menunggu tiga jam untuk kepastian penerbangan,” ujar Nurlia, salah seorang penumpang asal Makassar tujuan Jakarta.

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara

Gangguan rute Makassar-Jakarta terjadi dalam situasi penutupan sementara aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyebut keputusan itu diambil setelah hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik.

BACA JUGA:  Karang Taruna Makassar Siap Jadi Motor Pilah Sampah, Appi Dorong Sinergi hingga Kelurahan

“Hasil paper test terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno Hatta (Gedung 725 AMOS) pada pukul 06.05 WIB – 06.35 WIB juga menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sehingga penutupan bandara diperpanjang hingga Minggu (6/9) pukul 09.30 WIB sesuai NOTAM Nomor A3344/26 NotamR A3341/26,” kata Lukman F. Laisa dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Penutupan wilayah udara berlangsung sejak pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB.

Dalam periode itu, Kemenhub mencatat 209 pergerakan penerbangan terdampak di Soekarno-Hatta.

Jumlah penumpang yang terdampak secara nasional juga mencapai puluhan ribu orang.

“Berdasarkan NOTAM penutupan wilayah udara periode 01.30 s.d. 09.30 WIB, tercatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak dengan rincian per terminal. Total penumpang terdampak pada periode penutupan ini mencapai 22.798 penumpang,” jelasnya.

Makassar Jadi Rute Domestik Paling Terdampak

Kemenhub mencatat rute domestik utama dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak adalah Makassar atau UPG, dengan total 16 pergerakan pesawat.

BACA JUGA:  Sulawesi Pos Pentas Padel Dibuka Hari Ini, 190 Peserta Siap Bersaing

Data di Bandara Sultan Hasanuddin menunjukkan dampak di rute Makassar-Cengkareng lebih luas jika dihitung dari pembatalan dan penundaan keberangkatan maupun kedatangan.

Di area Soekarno-Hatta, pihak bandara memastikan pesawat yang sedang remain over night atau RON berada dalam kondisi aman.

Sebanyak 170 pesawat disiagakan di area apron, terdiri dari 66 pesawat di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, dan empat pesawat di terminal kargo.

Lukman mengatakan penanganan penumpang menjadi prioritas selama proses penutupan dan penyesuaian penerbangan berlangsung.

“Fokus utama seluruh petugas bandara dan maskapai saat ini adalah memberikan informasi secara berkala, memastikan ketersediaan ruang tunggu, serta memberikan penanganan sesuai prosedur,” ujar Lukman.

Dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau juga dirasakan di sejumlah bandara lain.

Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo mencatat 16 penerbangan mengalami penyesuaian, terdiri atas 12 pembatalan dan empat penerbangan delay atau standby.

Gangguan di Juanda disebut sebagai dampak berantai dari penyesuaian operasional di sejumlah bandara, termasuk Soekarno-Hatta dan Radin Inten II Lampung.

BACA JUGA:  Kebakaran Hebat di Tallo Makassar Hanguskan 56 Rumah, 307 Jiwa Terdampak

“Kondisi tersebut kemudian menimbulkan dampak berantai pada konektivitas dan rotasi penerbangan, sehingga turut memengaruhi sebagian operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda,” kata General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir.

Pengelola bandara dan maskapai terus menyesuaikan operasional berdasarkan perkembangan sebaran abu vulkanik.

Calon penumpang rute Makassar-Jakarta maupun rute terdampak lain diminta memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru