SulawesiPos.com — Tenaga Ahli Bidang Hubungan Masyarakat dan Kelembagaan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS, Andi Zulkarnain S.E., M.Si, menyambangi kantor SulawesiPos.com, Jumat (4/9/2026).
Dalam kunjungannya, Andi Zulkarnain berbagi cerita mengenai energi, perjalanan akademik hingga pandangannya tentang pentingnya parenting dalam membentuk kualitas generasi dan kemajuan sebuah negara.
Ia merupakan alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) yang menempuh pendidikan di Jurusan Ekonomi. Selain perjalanan akademik, Andi juga dikenal sebagai aktivis pada era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden SBY.
Pada masa tersebut, ia menjadi salah satu inisiator aksi yang menyuarakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), Undang-Undang Sistem Pendidikan Tinggi, dll.
Kemudian, ia melanjutkan pendidikan S2 di bidang politik. Keputusan untuk mendalami ilmu politik tersebut tidak lepas dari penelitian yang dilakukannya saat menyusun skripsi. Ketika itu, ia melakukan wawancara terhadap berbagai kelompok masyarakat, mulai dari sopir, tukang ojek hingga pekerja seks komersial (PSK).
Dari penelitian dengan studi kasus di Kota Makassar tersebut, Andi menemukan kesimpulan yang kemudian mendorongnya mempertanyakan persoalan kemiskinan dari perspektif politik.
“70% kemiskinan di era itu adalah kemiskinan struktural karena ada kebijakan yang keliru dari negara,” kata dia.
“Dari situlah saya merenung, kalau begitu saya perlu belajar Ilmu Politik,” jelasnya.
Keputusannya berpindah dari bidang ekonomi ke politik kemudian mendapat perhatian dari Prof Maswadi Rauf, tokoh ilmu politik Universitas Indonesia (UI) yang juga pernah menjadi dosen di Universitas Nasional (Unas).
“Ditanyalah saya sama Prof Maswadi Rauf, itu legend ilmu politik di UI, dia juga dosen di Unas. Dia nanya kenapa Mas Andi pindah dari ekonomi ke politik. Saya jelaskan tadi skripsi saya dan (ia berkata), ‘sudah benar pindah jurusan’,” ceritanya.
Pertemuan tersebut kemudian membuka kesempatan baru bagi Andi. Setelah menyelesaikan kuliah pascasarjana, ia kemudian diminta mengajar di UKI Jakarta.
Setelah mendalami dan mengajar ekonomi politik, Andi semakin yakin bahwa ekonomi dan politik tidak bisa dipisahkan. Karena salah satu fungsi politik adalah menyelesaikan ekonomi seperti pertumbuhan dan pengangguran. Pada detak jantung yang sama ekonomi juga butuh politik, karena realitas ekonomi tergantung pada undang-undang yang dibuat para politisi.
Pentingnya Parenting untuk Kemajuan Negara
Selain menceritakan perjalanan akademiknya, Andi juga menyoroti pentingnya sistem parenting dalam membentuk generasi dan mendukung kemajuan sebuah negara.
Menurutnya, pembangunan negara tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, politik, maupun kebijakan pemerintah. Pembentukan manusia sejak usia dini juga menjadi faktor penting.

