SulawesiPos.com — Aktivitas gempa susulan masih mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 melanda kawasan Flores dan sekitarnya pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 9.765 gempa susulan telah terjadi berdasarkan data yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dari ribuan gempa tersebut, sebanyak 155 kali guncangan dirasakan oleh masyarakat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan aktivitas gempa susulan masih terus dipantau.
“NTT dilanda atau mengalami gempa bumi 7,7 dan ini juga disusul gempa-gempa lanjutan. Kami memperoleh laporan atau data dari BMKG bahwa sebanyak 9.765 gempa susulan yang sudah terjadi,” kata Berton dalam konferensi pers daring.
Gempa Susulan Terbesar Mencapai M6,2
BNPB menyebut kekuatan gempa susulan tersebut cukup beragam.
Gempa susulan dengan magnitudo terbesar tercatat mencapai M6,2, sedangkan yang terkecil berada di sekitar M1,0.
Meski jumlahnya mencapai ribuan, sebagian besar gempa tersebut tidak dirasakan oleh warga.
Berdasarkan data BNPB, hanya 155 kejadian yang menimbulkan guncangan yang dapat dirasakan masyarakat.
“Yang sudah dirasakan atau dapat dirasakan sebesar 155 kali gempa,” ujar Berton.
Tingginya aktivitas seismik tersebut menjadi perhatian karena rangkaian gempa susulan masih dapat berlangsung setelah gempa utama.
Gempa Susulan Masih Bisa Terjadi Beberapa Pekan
BNPB mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak agar tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya guncangan lanjutan.
Berton menyampaikan bahwa gempa susulan masih dapat terjadi dalam beberapa pekan setelah gempa utama.
“Gempa-gempa seperti ini kami tetap sampaikan bisa dialami hingga 3 sampai 4 minggu setelah gempa pertama terjadi,” ungkapnya.
Sebelumnya, BMKG juga memperkirakan aktivitas gempa susulan di NTT masih dapat berlangsung sekitar 21 hingga 30 hari, meskipun secara umum kecenderungan aktivitasnya diperkirakan menurun.
Data Aktivitas Gempa Terus Diperbarui
Sementara itu, data aktivitas gempa terus berubah seiring pemantauan BMKG.
Dalam pembaruan hingga Minggu (30/8/2026) pukul 11.00 WIB, BMKG mencatat jumlah gempa susulan telah mencapai 9.870 kejadian, dengan 156 di antaranya dirasakan masyarakat.
Ahli kebencanaan Daryono menjelaskan bahwa rangkaian gempa tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas Sesar Naik Flores, tetapi juga dipengaruhi fenomena off-fault seismicity.
Sebagian besar episentrum gempa susulan berada pada kedalaman relatif dangkal, sehingga sejumlah guncangan dapat dirasakan warga.
Dengan aktivitas seismik yang masih berlangsung, masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap mengikuti informasi resmi BMKG dan BNPB serta tidak mudah mempercayai informasi mengenai gempa yang tidak berasal dari sumber resmi.
BNPB juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi masyarakat dan dampak bencana di wilayah NTT.


