SulawesiPos.com – Jaringan narkoba internasional Joker Malaysia yang mengirim sabu ke Makassar dibongkar Satnarkoba Polrestabes Makassar setelah pengembangan panjang di lima daerah.
Polisi menyita 9 kilogram sabu dan 10.255 butir ekstasi dari tujuh tersangka yang diduga terhubung dengan pengendali jaringan asal Malaysia.
Pengungkapan kasus ini memperlihatkan jalur distribusi narkoba yang bergerak lintas kota, mulai dari Medan, Jakarta, Surabaya, hingga Makassar.
Kasus tersebut terungkap bertahap setelah polisi menemukan barang bukti awal di Jalan Barawaja, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Lulik Febyantara, mengatakan total barang bukti yang diamankan merupakan akumulasi dari beberapa penangkapan.
“Kami Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar mengungkap kasus tindak pidana narkotika dengan total barang bukti 9 kilogram sabu dan 10.255 butir ekstasi. Total tersangka yang diamankan ada 7 orang,” ujar Lulik kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).
Lima Lokasi Pengembangan
Polisi menangkap tujuh tersangka berinisial EA, SI, SA, AD, DK, SB, dan EW.
Mereka disebut memiliki peran berbeda dalam jaringan yang sama, mulai dari gudang, kurir, penampung, hingga penghubung ke pengendali yang masih diburu.
Lulik menyebut jaringan ini memiliki ciri khusus pada kemasan barang bukti yang digunakan untuk mengedarkan sabu.
“Jadi jaringan ini merupakan jaringan Joker Malaysia. Mereka menggunakan pembungkus berwarna hitam berlogo gambar wajah joker untuk sabu yang akan diedarkannya,” beber Lulik.
Pengungkapan dimulai dari penangkapan EA dan SI di Jalan Barawaja, Pampang, Makassar, pada Sabtu (20/6/2026).
Keduanya disebut berperan sebagai gudang jaringan wilayah Makassar.
“Keduanya berperan sebagai gudang jaringan di wilayah Makassar dengan barang bukti 1,5 Kg sabu,” kata Lulik.
Dari Makassar, polisi mengembangkan kasus ke Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, dan menangkap SA.
SA disebut sebagai penghubung ke pengendali jaringan berinisial RD yang berada di Malaysia dan masih masuk daftar pencarian orang.
“Tersangka SA berperan sebagai penghubung ke pengendali DPO RD Jocker Malaysia dengan BB 1 buah HP,” ungkapnya.
Jalur Medan, Jakarta, Surabaya, Makassar
Pengembangan berikutnya membawa tim Satnarkoba Polrestabes Makassar ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

