SulawesiPos.com – Jalan Aroepala di Kota Makassar bukan sekadar nama ruas penghubung ke arah Gowa, tetapi merujuk pada H. Aroeppala, birokrat dan politikus asal Kepulauan Selayar yang pernah menjabat Wali Kota Makassar pada 1960-1965, lalu dikenal pula sebagai rektor pertama IAIN Alauddin Makassar.
Nama itu terus bertahan di ruang publik karena Aroepala tercatat punya jejak panjang dalam pemerintahan Sulawesi Selatan, mulai dari masa birokrasi awal hingga memimpin kota pada periode penting menjelang pertengahan 1960-an.
Tokoh kelahiran Batangmata, Selayar, pada 10 Juli 1910 ini juga melekat pada infrastruktur transportasi udara di tanah kelahirannya, yaitu Bandara H. Aroeppala yang berlokasi di Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Pengabadian namanya di dua infrastruktur penting ini menjadi bukti nyata atas besarnya sumbangsih dan jejak pengabdian H. Aroeppala bagi Sulawesi Selatan, mulai dari ranah birokrasi pemerintahan daerah hingga dunia pendidikan tinggi Islam.
Jejak Karir Birokrasi dan Kepemimpinan di Balai kota
Latar belakang kepemimpinan H. Aroeppala dibentuk melalui pendidikan pamong praja era kolonial.
Ia menempuh pendidikan birokrat di OSVIA Makassar dan dinyatakan lulus pada tahun 1931.
Berbekal pendidikan tersebut, ia mulai merintis karier di jalur administrasi pemerintahan daerah.
Sebelum menduduki posisi puncak di pemerintahan kota, Aroeppala dipercaya mengemban berbagai posisi strategis di wilayah Maros, Palopo, hingga struktur pemerintahan daerah Makassar.
Rekam jejak yang matang tersebut membawanya dipercaya menjabat sebagai Wali Kota Makassar pada periode 1960–1965.
Masa kepemimpinannya di Balai Kota Makassar tergolong sebagai periode penting dan dinamis, di mana ia harus mengawal jalannya roda pemerintahan kota di tengah transisi politik nasional pada pertengahan dekade 1960-an.
Pionir Pendidikan Tinggi: Rektor Pertama IAIN Alauddin
Kiprah pengabdian H. Aroeppala tidak berhenti usai purna tugas dari jabatan wali kota. Jejak sejarahnya berlanjut ke dunia pendidikan tinggi.
Saat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar didirikan secara mandiri pada 10 November 1965 yang kini telah bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
H. Aroeppala mencatatkan sejarah sebagai figur rektor pertama yang memimpin lembaga pendidikan tersebut di fase-fase awal pengembangannya.
Simbol Mobilitas Modern di Sulawesi Selatan
Melalui catatan Ditjen Perhubungan Udara, keberadaan Bandara H. Aroeppala di Selayar kini menjadi simpul transportasi udara yang vital bagi mobilitas masyarakat kepulauan.
Sementara di Makassar, Jalan Aroepala terus menjadi jalur urat nadi transportasi harian warga.
Dua penanda di ruang publik ini mempertegas bahwa warisan kepemimpinan H. Aroeppala sebagai pamong praja, kepala daerah, hingga peletak dasar perguruan tinggi tetap hidup dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Selatan hingga hari ini.


