SulawesiPos.com – Joheirry Mola Dominguez, seorang jurnalis, pendidik, aktivis sosial, dan model berusia 24 tahun dari Republik Dominika, dinobatkan sebagai Miss World 2026 setelah mengalahkan 110 kontestan dari berbagai negara dalam malam final edisi ke-73 Miss World di 2 April Square, Nha Trang, Provinsi Khánh Hòa, Vietnam, Sabtu (5/9/2026), melalui rangkaian penilaian yang tidak hanya mempertimbangkan penampilan dan kemampuan komunikasi, tetapi juga kepemimpinan serta dampak sosial melalui filosofi Beauty With a Purpose.
Kemenangan Mola membawa mahkota Miss World kembali ke Republik Dominika setelah penantian 44 tahun sejak Mariasela Álvarez menjadi perempuan pertama dari negara Karibia itu yang meraih gelar tersebut pada 1982.
Dalam hasil akhir kompetisi, Elisabeth Reynés Alabern dari Spanyol menjadi first runner-up, sedangkan Taanusiya Chetty dari Malaysia menempati posisi second runner-up.
Enam peserta yang mencapai fase terakhir berasal dari Republik Dominika, Spanyol, Malaysia, Vietnam, Eritrea, dan Afrika Selatan setelah kompetisi menyaring peserta melalui sejumlah tahapan hingga menentukan pemegang mahkota.
Mola menerima mahkota dari Miss World 2025 asal Thailand, Opal Suchata Chuangsri, yang setahun sebelumnya mencatat sejarah sebagai perempuan Thailand pertama yang memenangi Miss World.
Perhelatan tahun ini memiliki makna historis karena merupakan edisi ke-73 Miss World sekaligus perayaan 75 tahun organisasi tersebut, yang didirikan di London pada 1951 dan kini berkembang menjadi salah satu kompetisi internasional perempuan paling lama bertahan di dunia.
Sebanyak 111 perwakilan nasional mengikuti final terbuka di kawasan pesisir Nha Trang setelah menjalani rangkaian festival dan kompetisi selama beberapa pekan di Vietnam.
Berita mengenai kemenangan Mola dipublikasikan antara lain oleh BBC News Al Arabiya, Firstpost , Annaharpada 6 September 2026. Hasil resmi juga diumumkan Miss World Organization.
Mahkota yang Direbut Seorang Jurnalis
Di balik gemerlap panggung Miss World, Joheirry Mola tampil dengan identitas yang melampaui dunia kecantikan karena perempuan 24 tahun itu juga seorang jurnalis yang berkecimpung dalam komunikasi massa, mengangkat isu sosial dan kehidupan masyarakat, sekaligus aktif dalam pendidikan serta pemberdayaan anak-anak.
Laman resmi Miss World mencatat Mola sebagai lulusan Business Management and Administration dari Universidad Iberoamericana (UNIBE) yang bekerja sebagai guru Literatur dan Ilmu Sosial, koresponden berita, model profesional, serta pendiri dan presiden organisasi sosial Voices of Tomorrow.
Ia mengajar Literatur dan Ilmu Sosial dalam bahasa Inggris dengan menempatkan kemampuan berpikir kritis dan perkembangan intelektual siswa sebagai bagian penting proses pendidikan.
Mola juga menjadi koresponden program Ventana a Quisqueya milik Univision New York yang mengangkat kebudayaan Dominika, persoalan sosial, dan kehidupan komunitas diaspora.
Sebelum tampil di panggung dunia, perempuan asal Santo Domingo itu mewakili Distrito Nacional ketika memenangi Miss World Dominican Republic 2025 dan kemudian memperoleh tiket menuju kompetisi internasional di Vietnam.
Perjalanannya menuju final semakin kuat setelah prestasinya dalam kompetisi Top Model kawasan Americas & Caribbean memastikan tempatnya di jajaran Top 40 sebelum melewati penyaringan berikutnya hingga menjadi pemenang.
Namun unsur yang paling menonjol dalam perjalanan Mola bukan sekadar catwalk ataupun busana malam, melainkan Voices of Tomorrow, proyek pendidikan yang dirancang untuk memperluas akses pembelajaran bahasa Inggris bagi anak-anak dan remaja dari komunitas rentan.


