Ambulans Rujuk Ibu Hamil Senggol Bocah di Karnaval Pinrang, Sopir Nyaris Dihakimi

SulawesiPos.com – Mobil ambulans milik RSUD Madising yang sedang merujuk ibu hamil dengan kondisi gawat janin menyenggol seorang bocah berusia 10 tahun di tengah keramaian pawai karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Sawitto, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 16.00 WITA.

Insiden itu langsung memicu kepanikan warga, sementara sopir ambulans nyaris menjadi sasaran amarah massa saat kendaraan darurat tersebut sedang berpacu membawa pasien ke RSUD Lasinrang.

Ambulans bernomor polisi DD 8065 B itu dikemudikan Taufiq Amir alias Ollas, 29 tahun. Kendaraan tersebut melaju dari RSUD Madising di Kecamatan Duampanua menuju RSUD Lasinrang di Kecamatan Watang Sawitto dengan jarak sekitar 36 kilometer untuk menangani pasien rujukan darurat.

Di tengah jalan, panitia karnaval dan petugas berupaya membuka jalur bagi ambulans yang datang di tengah padatnya penonton.

Namun seorang anak laki-laki berinisial GBR, 10 tahun, tiba-tiba menyeberang tanpa memperhatikan kondisi sekitar hingga bagian bodi kanan ambulans tidak sengaja menyenggol korban sampai terpental.

BACA JUGA:  Demo Pemekaran Luwu Raya Ricuh di Kantor Gubernur Sulsel, 7 Personel Satpol PP Terluka

Video kejadian itu kemudian beredar luas di media sosial setelah diunggah akun Instagram @kulitintamks pada Rabu sore, 12 Agustus 2026.

Sorotan publik bukan hanya tertuju pada momen anak itu tersenggol, tetapi juga pada ketegangan yang pecah beberapa detik setelah ambulans berhenti.

Sopir Nyaris Dihakimi Saat Bawa Pasien Darurat

Sebagian penonton yang panik langsung mengerumuni ambulans seusai insiden.

Situasi sempat memanas ketika beberapa petugas Satpol PP yang berjaga ikut tersulut emosi, dan satu oknum terekam diduga melayangkan pukulan ke arah wajah sopir ambulans.

Ketegangan itu tidak berlangsung lama setelah personel TNI-Polri bersama warga yang memahami kondisi darurat segera turun tangan melerai.

Ambulans akhirnya bisa melanjutkan perjalanan agar pasien rujukan tetap memperoleh penanganan medis secepat mungkin.

Kasat Lantas Polres Pinrang AKP Agusnawan mengatakan pengemudi ambulans telah dimintai keterangan terkait kronologi kejadian tersebut.

“Sopir ambulans sudah kami mintai keterangan terkait kronologi kejadian di tengah keramaian karnaval tersebut. Mengingat ambulans sedang dalam misi darurat merujuk pasien kritis dan kondisi korban anak tidak mengalami luka serius, pihak keluarga korban dan pengemudi telah sepakat menempuh jalur damai secara kekeluargaan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sengketa Lahan Diduga Picu Bentrok Warga di Depan Kampus Unifa Makassar

Korban Anak Dipastikan Tidak Luka Serius

Ketua TP-PKK Kabupaten Pinrang A. Sri Widiyati Irwan turun langsung memastikan kondisi korban setelah kejadian.

Menurut dia, anak tersebut segera dibawa ke rumah sakit dan hasil pemeriksaan menyatakan tidak mengalami luka serius.

“Kami memastikan bahwa korban GBR langsung mendapatkan penanganan medis pasca-kejadian dan puji syukur kondisinya baik, tidak menderita luka serius, serta sudah diizinkan pulang ke rumah bersama keluarganya,” kata Sri Widiyati Irwan.

Perkara itu pun berakhir secara damai setelah mediasi dilakukan.

SulawesiPos.com – Mobil ambulans milik RSUD Madising yang sedang merujuk ibu hamil dengan kondisi gawat janin menyenggol seorang bocah berusia 10 tahun di tengah keramaian pawai karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Sawitto, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 16.00 WITA.

Insiden itu langsung memicu kepanikan warga, sementara sopir ambulans nyaris menjadi sasaran amarah massa saat kendaraan darurat tersebut sedang berpacu membawa pasien ke RSUD Lasinrang.

Ambulans bernomor polisi DD 8065 B itu dikemudikan Taufiq Amir alias Ollas, 29 tahun. Kendaraan tersebut melaju dari RSUD Madising di Kecamatan Duampanua menuju RSUD Lasinrang di Kecamatan Watang Sawitto dengan jarak sekitar 36 kilometer untuk menangani pasien rujukan darurat.

Di tengah jalan, panitia karnaval dan petugas berupaya membuka jalur bagi ambulans yang datang di tengah padatnya penonton.

Namun seorang anak laki-laki berinisial GBR, 10 tahun, tiba-tiba menyeberang tanpa memperhatikan kondisi sekitar hingga bagian bodi kanan ambulans tidak sengaja menyenggol korban sampai terpental.

BACA JUGA:  Balita di Makassar Diduga Diculik Jadi Jaminan Arisan Online, Tiga Tersangka Ditetapkan

Video kejadian itu kemudian beredar luas di media sosial setelah diunggah akun Instagram @kulitintamks pada Rabu sore, 12 Agustus 2026.

Sorotan publik bukan hanya tertuju pada momen anak itu tersenggol, tetapi juga pada ketegangan yang pecah beberapa detik setelah ambulans berhenti.

Sopir Nyaris Dihakimi Saat Bawa Pasien Darurat

Sebagian penonton yang panik langsung mengerumuni ambulans seusai insiden.

Situasi sempat memanas ketika beberapa petugas Satpol PP yang berjaga ikut tersulut emosi, dan satu oknum terekam diduga melayangkan pukulan ke arah wajah sopir ambulans.

Ketegangan itu tidak berlangsung lama setelah personel TNI-Polri bersama warga yang memahami kondisi darurat segera turun tangan melerai.

Ambulans akhirnya bisa melanjutkan perjalanan agar pasien rujukan tetap memperoleh penanganan medis secepat mungkin.

Kasat Lantas Polres Pinrang AKP Agusnawan mengatakan pengemudi ambulans telah dimintai keterangan terkait kronologi kejadian tersebut.

“Sopir ambulans sudah kami mintai keterangan terkait kronologi kejadian di tengah keramaian karnaval tersebut. Mengingat ambulans sedang dalam misi darurat merujuk pasien kritis dan kondisi korban anak tidak mengalami luka serius, pihak keluarga korban dan pengemudi telah sepakat menempuh jalur damai secara kekeluargaan,” ujarnya.

BACA JUGA:  WNI Asal Maros Meninggal di Armenia, Keluarga Minta Pelaku Dihukum dan Jenazah Segera Dipulangkan

Korban Anak Dipastikan Tidak Luka Serius

Ketua TP-PKK Kabupaten Pinrang A. Sri Widiyati Irwan turun langsung memastikan kondisi korban setelah kejadian.

Menurut dia, anak tersebut segera dibawa ke rumah sakit dan hasil pemeriksaan menyatakan tidak mengalami luka serius.

“Kami memastikan bahwa korban GBR langsung mendapatkan penanganan medis pasca-kejadian dan puji syukur kondisinya baik, tidak menderita luka serius, serta sudah diizinkan pulang ke rumah bersama keluarganya,” kata Sri Widiyati Irwan.

Perkara itu pun berakhir secara damai setelah mediasi dilakukan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru