SulawesiPos.com – Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menegaskan tidak akan ada perbedaan penanganan hukum dalam penyelidikan kematian Rafli, pemuda yang meninggal dalam insiden tawuran kelompok di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Arya mengatakan proses hukum akan diberlakukan sama terhadap siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana, baik anggota kepolisian maupun masyarakat.
“Namun terkait dengan penyelidikan kasus ini, ya, kami tegaskan tidak ada beda penanganan hukum terhadap pelaku-pelaku yang melakukan tindakan tindak pidana kepada siapa pun. Baik itu anggota Polri, ataupun anggota masyarakat,” kata Arya dalam konferensi pers, Minggu (27/9).
Menurut Arya, apabila ditemukan adanya anggota Polri yang melakukan tindak pidana dalam insiden tersebut, pihaknya juga akan mengambil tindakan hukum.
Hal serupa berlaku terhadap masyarakat yang terbukti melakukan tindak pidana.
“Kalaupun ada ya, tindakan pidana yang ada, tentu kita akan tindak secara tegas,” ujarnya.
Arya mengatakan insiden tersebut terjadi setelah pertikaian antar kelompok kembali pecah.
Kali ini, kelompok Kandea dan Bunga Eja terlibat bentrokan.
Polisi sebelumnya menerima laporan warga terkait pertikaian tersebut. Personel kemudian dikerahkan ke lokasi untuk mengantisipasi tawuran.
Namun, dalam pelaksanaannya terjadi insiden yang menyebabkan Rafli dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut.
Rafli kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Arya mengatakan proses autopsi terhadap jenazah Rafli telah dilakukan.
Adapun hasil pemeriksaan akan disampaikan oleh dokter yang menangani.
“Kami akan sampaikan secara transparan kepada keluarga, juga kepada Rekan-rekan untuk menjamin kepastian hukum atas kejadian ini,” katanya.
Di sisi lain, keluarga Rafli menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.
Perwakilan keluarga, Hasrullah, mengatakan pihaknya berharap proses tersebut menghasilkan penyelesaian terbaik atas kematian Rafli.
“Setelah kasus ini, akan saya serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Bagi Bapak-bapak semua hasilnya, apa pun itu, apa pun kejadiannya, saya serahkan sama Bapak. Insyaallah, tapi saya mau ingin hasil yang terbaik lah. Itu saja,” kata Hasrullah.
Sebelumnya, Rafli disebut meninggal setelah insiden tawuran antar kelompok Kandea dan Bunga Eja di Makassar.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian hingga menyebabkan korban meninggal dunia.


