Sulsel Siapkan 300 Pompa untuk Atasi Kekeringan di 100 Titik Lahan Pertanian

SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menyiapkan 300 pompa air untuk mengantisipasi kekeringan yang mulai berdampak pada sejumlah lahan pertanian. Sebanyak 100 titik yang membutuhkan pasokan air akan menjadi sasaran penyaluran pompa, terutama persawahan yang masih berada dalam fase pertumbuhan tanaman padi.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan bantuan tersebut disiapkan sebagai langkah cepat menghadapi ancaman kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Nino.

“Kita siapkan 300 pompa untuk pertanian, ini ada permohonan kita proses 100 titik,” kata Andi Sudirman.

Pemprov Sulsel akan memprioritaskan lahan yang memiliki sumber air dan membutuhkan tambahan pasokan.

Pemerintah daerah juga diminta aktif melaporkan kondisi lahan terdampak agar penanganan dapat segera dilakukan.

Menurut Andi Sudirman, kondisi saat ini menjadi perhatian karena sebagian lahan persawahan masih berada pada masa pertumbuhan sehingga membutuhkan ketersediaan air yang cukup.

Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya menyalurkan mesin pompa, tetapi juga melakukan operasi pompanisasi untuk membantu mengairi lahan yang kekurangan air.

BACA JUGA:  Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur Sulsel dan Bupati Bone Resmikan Rehabilitasi DI Bengo

Pompa yang disalurkan nantinya disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi. Pemerintah memastikan bantuan diberikan pada lahan yang memiliki sumber air sehingga pompa dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Belum musim panen, sekarang lagi butuh-butuh air. Fasenya pertumbuhan, cuma kita akan kasih pompa yang betul ada sumber air dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Kekeringan Juga Diantisipasi Picu Karhutla

Ancaman kekeringan tidak hanya menjadi perhatian pada sektor pertanian. Pemprov Sulsel juga mengantisipasi dampaknya terhadap kebutuhan air bersih di wilayah perkotaan serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Andi Sudirman mengatakan sejumlah tim telah disiagakan untuk merespons potensi karhutla.

Koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota juga dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih di wilayah yang terdampak dapat dipetakan dan ditangani.

“Ini beberapa wilayah kita sudah siagakan tim tanggap karhutla. Dan juga masalah air bersih kita koordinasi kabupaten/kota memastikan titik membutuhkan,” katanya.

Data mengenai wilayah terdampak telah dihimpun pemerintah. Sejauh ini, sekitar 100 titik lahan masuk dalam proses penanganan, dengan dampak kekeringan tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Sulsel.

BACA JUGA:  Pemprov Sulsel Hormati Penyidikan Perpustakaan Digital, Disdik Diminta Tetap Layani Publik

Pemprov Sulsel terus mendorong pelaporan kondisi lahan dari pemerintah daerah agar distribusi bantuan dapat diarahkan ke lokasi yang benar-benar membutuhkan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi menghadapi dampak El Nino yang berpotensi meluas.

SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menyiapkan 300 pompa air untuk mengantisipasi kekeringan yang mulai berdampak pada sejumlah lahan pertanian. Sebanyak 100 titik yang membutuhkan pasokan air akan menjadi sasaran penyaluran pompa, terutama persawahan yang masih berada dalam fase pertumbuhan tanaman padi.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan bantuan tersebut disiapkan sebagai langkah cepat menghadapi ancaman kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Nino.

“Kita siapkan 300 pompa untuk pertanian, ini ada permohonan kita proses 100 titik,” kata Andi Sudirman.

Pemprov Sulsel akan memprioritaskan lahan yang memiliki sumber air dan membutuhkan tambahan pasokan.

Pemerintah daerah juga diminta aktif melaporkan kondisi lahan terdampak agar penanganan dapat segera dilakukan.

Menurut Andi Sudirman, kondisi saat ini menjadi perhatian karena sebagian lahan persawahan masih berada pada masa pertumbuhan sehingga membutuhkan ketersediaan air yang cukup.

Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya menyalurkan mesin pompa, tetapi juga melakukan operasi pompanisasi untuk membantu mengairi lahan yang kekurangan air.

BACA JUGA:  Gubernur Andi Sudirman Buka Puasa Bersama 5.000 Insan Transportasi di Masjid Kubah 99 Makassar

Pompa yang disalurkan nantinya disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi. Pemerintah memastikan bantuan diberikan pada lahan yang memiliki sumber air sehingga pompa dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Belum musim panen, sekarang lagi butuh-butuh air. Fasenya pertumbuhan, cuma kita akan kasih pompa yang betul ada sumber air dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Kekeringan Juga Diantisipasi Picu Karhutla

Ancaman kekeringan tidak hanya menjadi perhatian pada sektor pertanian. Pemprov Sulsel juga mengantisipasi dampaknya terhadap kebutuhan air bersih di wilayah perkotaan serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Andi Sudirman mengatakan sejumlah tim telah disiagakan untuk merespons potensi karhutla.

Koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota juga dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih di wilayah yang terdampak dapat dipetakan dan ditangani.

“Ini beberapa wilayah kita sudah siagakan tim tanggap karhutla. Dan juga masalah air bersih kita koordinasi kabupaten/kota memastikan titik membutuhkan,” katanya.

Data mengenai wilayah terdampak telah dihimpun pemerintah. Sejauh ini, sekitar 100 titik lahan masuk dalam proses penanganan, dengan dampak kekeringan tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Sulsel.

BACA JUGA:  Gubernur Sulsel Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden, Apresiasi Kontribusi Sulsel di Sektor Pertanian

Pemprov Sulsel terus mendorong pelaporan kondisi lahan dari pemerintah daerah agar distribusi bantuan dapat diarahkan ke lokasi yang benar-benar membutuhkan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi menghadapi dampak El Nino yang berpotensi meluas.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru