Di tengah panjangnya antrean, terlihat aktivitas pengisian solar subsidi ke dalam jeriken dalam jumlah yang dinilai cukup banyak.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa distribusi solar subsidi tidak sepenuhnya dinikmati oleh kendaraan yang berhak, melainkan diduga dialihkan melalui praktik penimbunan atau penyalahgunaan oleh oknum tertentu.
Bahkan selentingan terdengar dari pembicaraan petugas SPBU dan pemilik jerigen, disebut ada ‘Ketua Kelas’.
Pengelola SPBU Belli yang belakangan akrab disapa Abang yang dikonfirmasi berkilah bahwa jeriken jeriken tersebut milik para nelayan dari Lamurukung.
“Itu jeriken mayoritas milik para nelayan. Jadi bukan hanya satu atau dua orang yang punya disitu,” kilahnya.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, media ini masih berupaya mengkonfirmasi pihak Pertamina Patra Niaga. kar

