Diduga Jatah Solar Subsidi Dimainkan, Pengisian Gunakan Jeriken dalam Jumlah Besar Ditemukan di SPBU Belli

SulawesiPos.com, Bone — Dugaan penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat.

Kali ini, aktivitas pengisian solar subsidi menggunakan jeriken dalam jumlah besar ditemukan di SPBU Belli, Kabupaten Bone.

Pantauan media ini, Rabu 29 Juli 2026, petugas terlihat memprioritaskan pengisian jeriken, padahal diluar SPBU terjadi antrian panjang kendaraan yang didominasi truk.

Padahal, sehari sebelumnya Bupati Bone. H Andi Asman Sulaiman telah mewarning para pemilik SPBU untuk tidak main mata dengan ‘mafia BBM’.

Karena, jika ditemukan, makan Pemkab Bone bisa merekomendasikan menutup dan mencabut izin SPBU tersebut.

Terlihat jeriken yang sudah terisi solar, kemudian dibawa ke mobil pickup bernomor polisi DW 8243 AP.

Di depan mobil pickup ini juga ada satu mobil minibus yang diduga juga mengangkut jerigen dalam jumlah banyak.

Temuan tersebut memicu sorotan masyarakat karena di saat bersamaan antrean kendaraan, yang didominasi truk, mengular di luar area SPBU untuk mendapatkan solar bersubsidi.

BACA JUGA:  Rumah Nyaris Roboh, Ibu Kamsia Dapat Bantuan Bedah Rumah dari BAZNAS Bone

Sejumlah sopir mengaku harus menunggu berjam-jam hingga memilih bermalam di sekitar SPBU demi memperoleh jatah solar.

“Saya sudah antre sejak kemarin, bahkan terpaksa bermalam karena solar belum juga bisa didapat,” ungkap salah seorang sopir truk yang enggan disebutkan namanya.

Di tengah panjangnya antrean, terlihat aktivitas pengisian solar subsidi ke dalam jeriken dalam jumlah yang dinilai cukup banyak.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa distribusi solar subsidi tidak sepenuhnya dinikmati oleh kendaraan yang berhak, melainkan diduga dialihkan melalui praktik penimbunan atau penyalahgunaan oleh oknum tertentu.

Bahkan selentingan terdengar dari pembicaraan petugas SPBU dan pemilik jerigen, disebut ada ‘Ketua Kelas’.

Pengelola SPBU Belli yang belakangan akrab disapa Abang yang dikonfirmasi berkilah bahwa jeriken jeriken tersebut milik para nelayan dari Lamurukung.

“Itu jeriken mayoritas milik para nelayan. Jadi bukan hanya satu atau dua orang yang punya disitu,” kilahnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, media ini masih berupaya mengkonfirmasi pihak Pertamina Patra Niaga. kar

BACA JUGA:  Bupati Bone Bagikan 46 Sapi Kurban, Pastikan Hewan Sehat dan Aman Dikonsumsi Warga

SulawesiPos.com, Bone — Dugaan penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat.

Kali ini, aktivitas pengisian solar subsidi menggunakan jeriken dalam jumlah besar ditemukan di SPBU Belli, Kabupaten Bone.

Pantauan media ini, Rabu 29 Juli 2026, petugas terlihat memprioritaskan pengisian jeriken, padahal diluar SPBU terjadi antrian panjang kendaraan yang didominasi truk.

Padahal, sehari sebelumnya Bupati Bone. H Andi Asman Sulaiman telah mewarning para pemilik SPBU untuk tidak main mata dengan ‘mafia BBM’.

Karena, jika ditemukan, makan Pemkab Bone bisa merekomendasikan menutup dan mencabut izin SPBU tersebut.

Terlihat jeriken yang sudah terisi solar, kemudian dibawa ke mobil pickup bernomor polisi DW 8243 AP.

Di depan mobil pickup ini juga ada satu mobil minibus yang diduga juga mengangkut jerigen dalam jumlah banyak.

Temuan tersebut memicu sorotan masyarakat karena di saat bersamaan antrean kendaraan, yang didominasi truk, mengular di luar area SPBU untuk mendapatkan solar bersubsidi.

BACA JUGA:  Pendapatan Petani di Bone Meningkat, Kalla Toyota 'Panen' Untung

Sejumlah sopir mengaku harus menunggu berjam-jam hingga memilih bermalam di sekitar SPBU demi memperoleh jatah solar.

“Saya sudah antre sejak kemarin, bahkan terpaksa bermalam karena solar belum juga bisa didapat,” ungkap salah seorang sopir truk yang enggan disebutkan namanya.

Di tengah panjangnya antrean, terlihat aktivitas pengisian solar subsidi ke dalam jeriken dalam jumlah yang dinilai cukup banyak.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa distribusi solar subsidi tidak sepenuhnya dinikmati oleh kendaraan yang berhak, melainkan diduga dialihkan melalui praktik penimbunan atau penyalahgunaan oleh oknum tertentu.

Bahkan selentingan terdengar dari pembicaraan petugas SPBU dan pemilik jerigen, disebut ada ‘Ketua Kelas’.

Pengelola SPBU Belli yang belakangan akrab disapa Abang yang dikonfirmasi berkilah bahwa jeriken jeriken tersebut milik para nelayan dari Lamurukung.

“Itu jeriken mayoritas milik para nelayan. Jadi bukan hanya satu atau dua orang yang punya disitu,” kilahnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, media ini masih berupaya mengkonfirmasi pihak Pertamina Patra Niaga. kar

BACA JUGA:  Pemda Bone dan BPOM Perkuat Sinergi Pengawasan Obat dan Makanan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru